KALBAR SATU ID – PT Pegadaian akan menggelar kegiatan Gema Ramadan Pegadaian 2026 di Kota Pontianak pada 14–15 Maret 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Gaia Mall dan menghadirkan berbagai aktivitas hiburan, edukasi, serta pemberdayaan UMKM.

Vice President PT Pegadaian Area Pontianak, Abdul Lafaz Isnainy mengatakan, Gema Ramadan Pegadaian dilaksanakan secara serentak di 12 titik di Indonesia. Untuk wilayah Kalimantan, kegiatan berada di bawah koordinasi PT Pegadaian Kantor Wilayah IV Balikpapan dan difokuskan di Pontianak.

“Gema Ramadan oleh Pegadaian ini dilaksanakan di 12 titik. Salah satunya adalah di Kanwil Balikpapan yang difokuskan di Kota Pontianak, tepatnya di Gaia Mall pada 14 sampai 15 Maret 2026,” kata Abdul Lafaz dalam kegiatan media gathering sinergi dan kolaborasi bersama Kantor Wilayah IV Balikpapan di Golden Tulip Pontianak, Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan, festival tersebut akan menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari hiburan Ramadan, edukasi keuangan, hingga pengenalan berbagai produk Pegadaian kepada masyarakat.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Selasa, 10 Maret 2026 Masih Stabil di Level Tinggi

Selain itu, masyarakat juga dapat mengunjungi Bazar Emas serta Bazar UMKM yang menjadi bagian dari rangkaian acara.

“Di dalam festival Ramadan ini ada banyak kegiatan hiburan dan edukasi. Yang pasti ada penyampaian tentang Pegadaian dan produk Pegadaian, kemudian ada Bazar Emas serta Bazar UMKM,” ujarnya.

Menariknya, dalam kegiatan tersebut Pegadaian juga menyediakan layanan cuci emas gratis bagi masyarakat. Layanan ini merupakan program khusus yang dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Kalimantan.

Tak hanya itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan pengecekan keaslian emas secara langsung di lokasi kegiatan.

“Siapa pun bisa datang ke festival tersebut untuk mengecek emasnya, apakah emas yang dibeli asli atau tidak. Itu bisa dicek langsung,” jelasnya.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Selasa, 10 Maret 2026 Masih Stabil di Level Tinggi

Abdul Lafaz menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan literasi masyarakat terkait investasi, khususnya investasi emas melalui Pegadaian.

Melalui festival ini, Pegadaian juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya tanpa dibebani biaya sewa tempat.

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat membantu UMKM memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan.
“Pada saat festival tersebut kami memberikan space untuk UMKM. Harapannya mereka bisa memperkenalkan produknya dan meningkatkan pendapatan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa perkembangan investasi emas di Pegadaian terus menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, total kelolaan emas Pegadaian secara nasional telah mencapai sekitar 197 ton.

“Angka itu sangat luar biasa peningkatannya. Apalagi Pegadaian merupakan pionir atau pencetus Bullion Bank pertama di Indonesia. Peningkatan kinerja emas di Pegadaian tahun lalu bahkan lebih dari 100 persen,” pungkasnya.