10 Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Melawi Meninggal Dunia 

  • Whatsapp
Covid-19
. Tampak Satgas Covid-19 Kecamatan sintang melalukan pemakaman jenazah sesuai protokol covid-19. Kabupaten Sintang, mencatat rekor tinggi angka kasus meninggal akibat Covid-19. Kurang dari 24 jam, ada 6 pasien corona meninggal dunia di Sintang.

PONTIANAK, KALBAR SATU – Sebanyak 10 Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Melawi Meninggal Dunia. Kabar duka itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson.

Kata dia, sejak 20-27 Mei 2021 angka kematian kasus konfirmasi covid-19 di Kabupaten Melawi mencapai 10 orang.

Bacaan Lainnya

“Akhir – akhir ini kasus konfirmasi yang meninggal banyak di Kabupaten Melawi. “

“Saya harap rumah sakit dan Satgas Covid-19 Melawi harus benar-benar memperhatikan perawatan pasien di RS Melawi “ujarnya kepada awak media di Ruang DAR Kantor Gubernur, Kamis 27 Mei 2021.

Berita Kalbar Lainnya : Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Sanggau Berjumlah 1256 Orang

Dikatakannya, bahwa biasanya pasien yang datang ke Rumah Sakit Melawi terdapat adanya Komorbid dan terlambat dideteksi ternyata pasien tersebut sedang tertular Covid-19.

“Mereka datang ke rumah sakit itu dengan keadaan sakit berat dan biasanya paling banyak terdapat Komorbid hipertensi dan Diabetes,” ungkapnya.

Ditambahkan Harisson, bahwa pasien sampai di rumah sakit dalam keadaan sudah berat, tentu ini akan susah bagi pihak rumah sakit untuk melakukan tata laksana penyembuhan pasien.

“Seharusnya Kabupaten Melawi terus melakukan testing dan tracing karena disitu ada alat swab PCR kalau positif harus cepat di isolasi dan di obat.”

“Jangan sampai ke rumah sakit sudah parah dan ada komorbid. Maka akan susah melakukan penyembuhan,” jelasnya.

Adapun di Kabupaten Melawi dari 20-27 Mei 2021 ada sebanyak 10 orang pasien covid-19 meninggal dan kasus yang paling banyak orang yang ada komorbid hipertensi dan kencing manis atau Diabetes Miletus.

“Saya harap masyarakat berhati- hati terhadap covid-19, kalau ada yang sakit segera meminta pertolongan kepada petugas kesehatan,”ujarnya.

Ia mengatakan sesegara mungkin harus cepat mendapatkan pertolongan agar kasus tidak akan fatal.

“Buktinya di Kalbar angka kesembuhan mencapai 92 persen yang pening itu adalah cepat terdeteksi melalui testing dan tracing dan diberikan pengobatan.”

“Kalau memang sudah kehilngan penciuman segera menemui tenaga kesehatan,”ujarnya.

Dari data Diskes Provinsi Kalbar 27 Mei 2021 total sampel yang diperksa sebanyak 904 orang, ditemukan Kasus Konfirmasi Baru sebanyak 119 orang dan 21 orang dirawat di RS.

Dari 119 kasus konfirmasi baru tersebar di Kota Pontianak 15 orang, Bengkayang 6 orang, Kubu Raya 4 orang, Landak 21 orang, Mempawah 2 orang,Sambas 23 orang, Sanggau 6 orang, Sekadau 3 orang, Kapuas Hulu 2 orang, Sintang 2 orang, Kota Singkawang 1 orang, Melawi 34 orang.

Sedangkan kasus Konfirmasi Sembuh sebanyak 107 orang tersebar di Kota Pontianak 18 orang, Kubu Raya 5 orang, Ketapang 2 orang, Kayong Utara 3 orang, Bengkayan 15 orang, Landak 6 orang, Sekadau 9 orang, Melawi 19 orang, Mempawah 5 orang, Sambas 10 orang, Kota Singkawang 8 orang, Sintang 7 orang.

Jadi sampai 27 Mei 2021 Total Kasus Konfirmasi di Kalbar mencapai 10.486 orang, Kasus aktif 731 orang (6.97 persen), Kasus Sembuh 9.669 orang (92,20 persen), Meninggal 88 orang ( 0,84 persen).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan