DaerahNews

20 Rumah di Pontianak Rusak diterjang Angin Puting Beliung

138
×

20 Rumah di Pontianak Rusak diterjang Angin Puting Beliung

Sebarkan artikel ini
20 Rumah di Pontianak Rusak diterjang Angin Puting Beliung
20 Rumah di Pontianak Rusak diterjang Angin Puting Beliung/Foto: ANTARA

PONTIANAK, KALBAR SATU – Sebanyak 20 rumah di Pontianak Rusak diterjang Angin Puting Beliung, Minggu sore 16 Januari 2022.

Disampaikan Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo mengatakan ada 20 rumah di Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur mengalami rusak.

Advertiser
Image
Banner Ads

Baca Juga: Tarif Prostitusi Online di Pontianak Via Michat, Pelaku Mucikari ditangkap

Rusaknya puluhan rumah warga tersebut akibat diterjang angin puting beliung.

“Data sementara ada sekitar 20 rumah yang mengalami kerusakan pada bagian atapnya akibat diterjang angin puting beliung sekitar pukul 18.44 WIB,” kata Haryadi saat dihubungi Minggu malam.

Dijelaskannya, bahwa pihaknya terus melakukan pendataan terkait musibah angin puting beliung tersebut.

Baca Juga: Polisi Tangkap 9 Mucikari Prostitusi online di Pontianak, 7 Anak di bawah Umur jadi Korban

“Kerusakan rumah warga di Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur rata-rata pada bagian atapnya, mulai dari rusak ringan hingga berat,” katanya.

Tim BPBD Kota Pontianak dan instansi terkait, sebut dia, sedang melakukan pendataan terkait dampak angin puting beliung di kawasan Kecamatan Pontianak Timur atau pesisir Sungai Kapuas.

Baca Juga: Di Pontianak, Vaksinasi Booster Hanya Bagi Lansia

Haryadi juga mengimbau kepada warga Kota Pontianak agar tetap waspada, sebab dalam beberapa hari terakhir Kota Pontianak dan sekitarnya sering dilanda cuaca ekstrem.

“Ada baiknya warga menghindari berteduh di bawah pohon besar jika terjadi cuaca buruk, yakni hujan yang disertai angin kencang dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Terpisah, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyarankan kepada warga Kota Pontianak untuk memperkuat konstruksi atapnya, kuda-kuda kayunya minimal menggunakan kayu kelas dua sehingga ketika terjadi bencana angin puting beliung, atap tak mudah tersapu angin karena konstruksinya kokoh.

Warga juga diimbau wali Kota Edi agar menanam pohon sebagai upaya menahan angin jika terjadi angin puting beliung.

“Minimal pohon tersebut bisa memecah atau menahan apabila terjadi angin kencang, sehingga angin kencang tidak langsung menghantam rumah warga,” katanya.

Berlangganan Udpate Terbaru di Telegram dan Google Berita
Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP