Scroll untuk baca artikel
Pemilu 2024
Daerah

Bayi 19 Bulan Tenggelam Hingga 2 Hari Belum Ditemukan di Sintang

93
×

Bayi 19 Bulan Tenggelam Hingga 2 Hari Belum Ditemukan di Sintang

Sebarkan artikel ini
Bayi 19 Bulan Tenggelam Hingga 2 Hari Belum Ditemukan di Sintang
Bayi 19 Bulan Tenggelam Hingga 2 Hari Belum Ditemukan di Sintang

SINTANG, KALBAR SATU – Sampan yang ditumpangi pasangan suami istri dan anaknya. Akibatnya, anak yang masih bayi berusia 19 bulan di Kabupaten Sintang, Kalbar, tenggelam di sungai Ketungau, Desa Nanga Bugau.

Kejadian itu terjadi pada hari Jumat 17 Juni 2022. Setelah dua hari pencarian Bayi tersebut masih belum ditemukan. Diketahui bayi itu bernama Yeremia Malafu

Advertiser
Banner Ads

Hingga saat ini Tim gabungan TNI-Polri dan masyarakat masih terus melakukan pencarian.

Baca juga: Gemawan Serahkan Bantuan Bibit ke Peladang Terdampak Banjir di Sintang

Peristiwa itu berawal ketika kedua orangtuanya Hexon dan Tabita hendak pulang ke rumah setelah menghadiri pesta Gawai di Dusun Binjai Hilir, menuju ke camp Barak PT KSA 3, Ketungau Hulu, pada Jumat, pukul 18.00 WIB.

Kemudian usai menghadiri gawai Pasangan suami istri dan anaknya ini pulang diantar menggunakan sampan oleh Frans.

Baca juga: Lasarus Ucapkan Selamat Hari Jadi Kota Sintang yang ke-660

“Sekitar kurang lebih 10 meter jarak dari pinggir sungai, tiba tiba sampan yang dingunakan Karam dan tenggelam,” terang Kapolsek Ketungau Hulu, AKP Fahri Gunawan, Minggu 19 Juni 2022.

Ketika kejadian atau tepatnya sampan terbalik, Frans dan Hexson berhasil menyelamatkan diri.

Namun, nasib berbeda dengan Tabita dan bayinya ikut terseret arus sungai bersama sampan.

Naas, anaknya yang masih berusia 19 bulan tak dapat diselamatkan, hanyut dan tenggelam terbawa arus sungai.

“Ayah kandung korban dan Frans berhasil sampai di darat, dan meminta tolong kepada warga setempat, sedangkan Tabita Bani masih di tengah Sungai terbawa arus kemudian warga Setempat berusaha mencari di aluran sungai ketungau, dan menemukan masih berpegangan sampan yang karam ditengah tengah sungai tetapi korban Jeremia tidak bisa ditemukan. Kemudian keesokan paginya warga memberitaukan kejadian tersebut ke polsek ketungau hulu,” terang Kapolsek.

Hingga saat ini bayi tersebut belum diketemukan dan masih dilakukan pencarian oleh masyarakat Binjai Hilir beserta Anggota Polsek Ketungau Hulu.

“Sampan yang digunakan ukuranya terlalu kecil sehingga sampan karam. Kami Polsek Ketungau Hulu dan Koramil Senaning masih melakukan pencarian,” tutup Fahri.

Berlangganan Udpate Terbaru di Telegram dan Google Berita