Kembangkan Metode SLPG, Gemawan Cetak Kader Petani Peduli Gambut

  • Whatsapp
Dinamisator BRG Provinsi Kalbar, Hermawansyah saat pembukaan SLPG di Desa Punggur Besar, Rabu 14 Oktober 2020/IST
Dinamisator BRG Provinsi Kalbar, Hermawansyah saat pembukaan SLPG di Desa Punggur Besar, Rabu 14 Oktober 2020/IST

KALBARSATU.ID – Gemawan mengembangkan Sekolah Lapang Petani Gambut (SLPG) untuk melatih kader petani dari empat Desa Peduli Gambut di Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan diikuti sebanyak 20 kader yang berasal dari Desa Punggur Besar, Desa Punggur Kecil, Desa Kuala Dua dan Desa Teluk Kapuas.

Dilaksanakan di Desa Punggur Besar, Kecamatan Sungai Kakap, kegiatan SLPG berlangsung selama lima hari, dimulai pada tanggal 14 hingga 18 Oktober 2020. Adapun peserta terdiri dari keterwakilan kelompok tani dari desa yang mengikuti kegiatan.

Bacaan Lainnya

Menurut Direktur Perkumpulan Gemawan, Laili Khairnur, SLPG yang dilaksanakan selama lima hari ini bertujuan untuk mencetak kader perintis petani gambut yang memiliki keterampilan dalam menerapkan kememimpinan dan manajemen Sekolah Lapang Gambut dari 9 desa peduli gambut maupun di desa lainnya di Kabupaten Kubu Raya dan Kayong Utara.

“Selain itu, Sekolah lapang juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi dan menyebarluaskan model-model kearifan lokal dalam pengelolaan lahan gambut, pertukaran pengetahuan dan praktek yang baik antar petani,” kata Laili, sapaan akrabnya, Rabu 14 Oktober 2020.

Dinamisator BRG Provinsi Kalbar, Hermawansyah, juga menyampaikan bahwa model penerapanan pengolahan lahan tanpa bakar dan orgnanis sangat bermanfaat bagi petani untuk meningkatkan nilai tambah bagi lahan gambut dan ekonomi masyarakat.

“Ekosistem gambut memiliki karakteristik yang unik, maka dibutuhkan penerapan yang tepat agar sesuai dengan kebutuhan lahan tersebut. Sekolah Lapang merupakan metode yang diterapkan oleh BRG untuk menjawab persoalan yang dihadapi oleh petani dalam mengolah lahan di gambut. Diharapkan metode pembelajaran pengolahan lahan tanpa bakar dan ramah lingkungan bisa diadopsi oleh kelompok maupun desa lainnya di Kalbar,” Katanya saat pembukaan SLPG.

Wawan, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa selama kegiatan peserta akan mendapatkan materi dan keterampilan baik teori maupun praktek lapangan yang didampingi langsung oleh Joko Wiryanto yang merupakan praktisi pertanian lahan gambut.

“Kader petani nantinya akan praktek langsung dalam mengenal karakteristik lahan gambut, mempersiapkan dan mengolah lahan gambut, hingga penerapan metode perawatan lahan dengan terapan organik, seperti pupuk organik yang dibuat langsung oleh peserta,” tambahnya.

Menurut M. Zuni I, Program Manager Gemawan, kegiatan ini merupakan salah rangkaian kegiatan kerjasama Gemawan dengan BRG dan atas dukungan UNOPS terkait Penguatan Kapasitas Kelompok Tani Melalui Pembangunan Sekolah Lapang dan Demplot Mini di 9 Desa Peduli Gambut Di Kalimantan Barat.

“SLPG merupakan solusi praktis bagi petani dalam penerapan teknologi pertanian di lahan gambut dengan metode ramah lingkungan. Pembelajaran bersama ini diterapkan di 9 desa peduli gambut di Kabupaten Kubu Raya dan Kayong Utara,” ungkap Zuni.

Ditambahkan zuni, pasca pelatihan, peserta akan menerapkan keterampilan dan pengetahuan yang mereka dapatkan ke kelompok mereka masing-masing. Ditingkat kelompok, kader petani ini akan membuat pelatihan yang sama kepada anggota kelompok dengan praktek langsung dengan membangun demonstration plot mini (kebun percontohan mini) seluas 0,5 hingga 1 hektar lahan kelompok.(rls/Reza)

Langganan Berita Via Whatsapp

Pos terkait