Kota Pontianak Zona Oranye Penyebaran COVID-19, Wali Kota Minta Dukung PPKM Level 4

  • Whatsapp
Kota Pontianak Zona Oranye Penyebaran COVID-19, Wali Kota Minta Dukung PPKM Level 4
Kota Pontianak Zona Oranye Penyebaran COVID-19, Wali Kota Minta Dukung PPKM Level 4

PONTIANAK, KALBAR SATU – Kota Pontianak zona oranye dari Penyebaran COVID-19. Oleh karena itu, Wali Kota, Edi Rusdi Kamtoni meminta kepada para pelaku usaha mendukung kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV di Kota Pontianak.

Seperti diketahui saat ini, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, ditetapkan zona oranye dari sebelumnya zona merah penyebaran COVID-19.

Bacaan Lainnya

“Kota Pontianak Zona oranye dengan angka 1,89 atau masih tinggi sehingga masih diberlakukannya PPKM level IV, harusnya angkanya di atas dua sehingga PPKM level III,” kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Selasa 27 Juli 2021.

Baca Juga: Penerapan PPKM Level 4 Kota Pontianak Berakhir, Akankah Diperpanjang?

Baca Juga: PPKM Diperpanjang, Inilah 11 Instruksi Gubernur Kalbar Kepala Daerah

Baca Juga: Dinas Ketahanan Pangan Kalbar Sebut Neraca Pangan Aman Selama PPKM

Melihat kondisi itu, Wali Kota Edi meminta kepada para pelaku usaha untuk mendukung kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV di Kota Pontianak.

Dengan upaya bersama, kata dia, antara Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dengan pelaku usaha, Kota Pontianak diharapkan bisa keluar dari PPKM level IV yang berlaku mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021 mendatang.

“Hal ini akan tercapai kalau ada kerja sama dan dukungan dari pelaku usaha,” ujarnya.

Saat ini Kota Pontianak berada pada zona oranye dengan skor masih di angka 1,89. Skor itu, lanjut Wali Kota Edi, masih dikategorikan pada level IV, sebab untuk kategori level III, skor harus di atas angka dua dengan zona oranye.

“Mudah-mudahan seiring berjalannya waktu hingga tanggal 2 Agustus 2021 mendatang, kondisi semakin membaik, levelnya turun ke level III, zona berubah menjadi zona kuning,” harapnya.

Pihaknya juga mengundang dalam acara sosialisasi perwakilan para pelaku usaha, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), hotel, restoran, warung kopi dan lainnya untuk menyampaikan hal-hal berkaitan dengan PPKM level IV.

Diantaranya, kelonggaran bagi usaha kuliner untuk mengizinkan pengunjung makan dan minum di tempat dengan ketentuan maksimum 25 persen dari kapasitas usaha.

“Intinya dalam PPKM level IV ini adalah kelonggaran. Kalau sebelumnya makan minum di tempat tidak diizinkan, sekarang bisa makan minum di tempat dengan ketentuan maksimal 25 persen dari kapasitas,” ungkap dia.

Diharapkan Edi, adanya relaksasi atau kelonggaran ini bukan berarti masyarakat merasa euforia.

Justru dirinya mengingatkan seluruh masyarakat Kota Pontianak ikut menjaga kondisi supaya terus membaik dengan mematuhi aturan-aturan yang diberlakukan selama PPKM level IV ini serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Tak hanya relaksasi di sektor usaha, penyekatan di sejumlah ruas jalan pun sudah mulai dibuka kembali,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan