PCNU Kubu Raya Lantik Pengurus Ranting di Sungai Raya

  • Whatsapp
Ketua PCNU Kubu Raya saat membacakan pembaitan Pengurus Ranting di Kecamaran Sungai Raya
Ketua PCNU Kubu Raya saat membacakan pembaitan Pengurus Ranting di Kecamaran Sungai Raya,- FOTO/ISTIMEWA.

KALBARSATU.ID – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kubu Raya, KH Abdussalam, M. Si, melantik Pengurus Ranting NU Desa Sungai Asam dan Desa Mekar Sari Kecamatan Sungai Raya, Minggu (26/07/2020).

Pelantikan diawali dengan Sholawatan dan Pengajian yang dipimpin oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Sungai Raya dengan melakukan tradisi pengajian Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja).

Pelantikan Dua Pengurus Ranting NU ini juga dihadiri Oleh Jajaran Pengurus PCNU, Khatib PCNU Ustad Sahir Manani, Ketua Tanfizdiyah PCNU Kubu Raya, KH Abdussalam, M. Si, Swkretaris, Edi Suhairul, S. Pd.I, Bendahara Ustad Mustahar, S. Pd.I, Rois MWC NU Sungai Raya serta jajaran, Muslimat NU, GP ANSOR, IPNU-IPPNU serta Banser Kabupaten Kubu Raya.

Dikatakan Ketua PCNU Kubu Raya, KH Abdussalam, Pengurus Ranting yang dilantik ini adalah bagian ujung tombak dalam sosialisasi serta menjadi barisan terdepan dalam membumikan Aswajah dan Nahdlatul Ulama di daerahnya masing-masing.

“Ranting adalah ujung tombak dari Pengurus NU, karena Ranting inilah yang bersentuhan dengan Jamaah warga Nahdliyin,” ujar KH Abdussalam.

KH Abdussalam menegaskan besar tidaknya, berhasil tidaknya kepengurusan di setiap tingkatan dari PBNU, PWNU, PCNU bahkan MWC NU ujung tombaknya adalah Pengurus Ranting.

“Marilah kita semua pengurus untuk membentengi warga kita dari paham-paham yang radikal sehingga bisa saja menggerus ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja, red), kita tetap menjunjung ajaran para Kyai dan Ulama pendiri NU,” ungkap KH Abdussalam.

Ketua PCNU Kubu Raya juga berharap semua pengurus ranting yang sudah resmi dilantik menjadi pengurus yang mengurus umat sehingga barokah Kyai dan Ulama pendiri serta pengurus Nahdlatul Ulama.

“Marilah kita menjadi Pengurus yang mau mengurus Umat Nahdlatul Ulama bukan malah menjadi orang yang diurus sehingga malah menjadi beban,” tegas KH Abdussalam.

KH Abdussalam juga menegaskan sesuai dengan ajaran Nahdlatul Ulama bahwa Nahdliyin ini selain menjunjung tinggi amanah para kyai dan ulama tetapi juga semangat menjaga NKRI menjadi semangat perjuangan.

Pelantikan ini diisi dengan Pengajian tentang pengabdian dan amalan Nahdlatul Ulama yang disampaikan oleh Khatib PCNU Ustad Sahir Manani.

Dalam pengajian tersebut Ustad Sahir Manani mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama itu adalah tempat para Pengurus dan Jamaah untuk memahami bahwa di NU itu tmpatnya, Fikroh, Amaliyah dan Harokah artinya mengabdi serta mendapatkan Barokah dari Para kyai.

“Kita teruskan semangat Para Kyai dan ulama pendiri Nahdlatul Ulama menjaga umat dari ajaran atau faham yang mengarah kita berpecah belah karena semangat menjaga NKRI dalam bingkai ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah,” pungkas Ustad Sahir Manani. (*)