Penerapan PPKM Level 4 Kota Pontianak Berakhir, Akankah Diperpanjang?

  • Whatsapp
Penerapan PPKM Level 4 Kota Pontianak Berakhir, Akankah Diperpanjang
Penerapan PPKM Level 4 Kota Pontianak Berakhir, Akankah Diperpanjang

PONTIANAK, KALBAR SATU – Hari ini, Minggu 25 Juli 2021 Penerapan PPKM Level 4 di Kota Pontianak dan Singkawang berakhir. Akankah diperpanjang?.

Terkait itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan, Harisson menjelaskan bahwa setiap minggu secara rutin ada rapat nasional KPCPEN yang dipimpin oleh Menko Ekonomi Airlangga Hartarto.

Bacaan Lainnya

Pada rapat tersebut dilakukan evaluasi indikator asesmen situasi covid-19 di setiap provinsi dan kabupaten kota. Juga pada rapat tersebut diputuskan dan diusulkan kepada Mendagri terkait perkembangan covid-19 di setiap provinsi maupun kabupaten kota

“Kita belum bisa mengeluarkan statement bahwa PPKM level 4 di Kota Pontianak diperpanjang atau PPKM level 4 di Kota Singkawang diturunkan ke PPKM level 3, “ujar Harisson saat, Minggu 25 Juli 2021

Dikatakannya, saat ini Pemda masih menunggu surat Instruksi Mendagri yang diharapkan akan segera terbit. Penerapan PPKM yang diterapkan di daerah sebelumnya telah mengacu pada Mendagri nomor 23 tahun 2021.

Baca Juga: PPKM Darurat Di Ubah Menjadi PPKM Level 1 Dan 4, Lihat Perbedaanya?

Baca Juga: Terkonfirmasi Sembuh COVID-19 Bertambah 39.767 Jiwa

Kemudian ditindak lanjuti oleh Gubernur Kalbar yang telah mengeluarkan Instruksi nomor 185/Kesra/2021 tentang Pelaksanaan Instruksi Menteri dalam Negeri nomor 23 tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro dan Pengoptimalan Posko Penanganan Covid-19 yang berlaku sejak 21 sampai 25 Juli 2021.

“Jadi yang menentukan daerah masuk dalam PPKM Level 4 bukan Gubernur, tapi Mendagri setelah mendapat pertimbangan dari KCPPEN,”ujarnya.

Lebih lanjut, Prinsipnya dikatakan Harisson bahwa untuk PPKM Level 4 ini adalah membatasi seketat mungkin aktivitas masyarakat supaya tidak terjadi penularan.

Namun yang harus dilakukan adalah menutup tempat yang berpotensi besar untuk terjadi kerumunan atau tempat yang berpotensi tidak dapat atau tidak terlaksananya prokes.

“Menurut saya bukan jalan yang ditutup tapi tempat2 yang potensi terjadi kerumunan yang ditutup kecuali yang tempat2 esensial seperti pasar dan lainnya bisa buka sampai pukul 20.00 dengan prokes ketat,”pungkasnya. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar