Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Sintang

  • Whatsapp
Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Sintang
Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Sintang

SINTANG, KALBAR SATU – Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Susilo Sintang, Kalimantan Barat, Supriandi mengingatkan, bahwa Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Sintang.

Kata dia, potensi minim hujan di Kabupaten Sintang akan berlangsung hingga Agustus 2021 sehingga perlu mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Bacaan Lainnya

“Bulan Agustus masih ada potensi hujan, tetapi kondisi kering lebih dominan. Prediksi Agustus nanti hujan hanya sekitar 10 hari,” kata Supriandi saat dihubungi di Sintang, Minggu 25 Juli 2021.

Pada Juli, lanjut dia, diperkirakan di Kabupaten Sintang tidak turun hujan hingga 28 Juli 2021. “Jumlah titik api banyak, dan dalam kondisi ini, harus siaga,” katanya.

Meski pada bulan Agustus minim hujan, namun yang perlu diwaspadai adalah banjir, angin puting beliung dan tanah longsor. “Karena kalaupun ada hujan deras, ada potensi longsor,” kata dia.

Ia menyebutkan, bahwa minim hujan juga diperkirakan akan berlangsung sampai September. dan Oktober biasanya sudah hujan, ujar Supriandi.

Baca Juga: Kebakaran di Jalan Tanjungpura Berhasil dipadamkan

Baca Juga: Kebakaran di Komplek Perumahan Dinas Polda Kalbar

Ia mengatakan, BMKG Sintang akan membeli Alat Ukur Kualitas Udara yang datanya bisa digunakan Dinas Lingkungan Hidup setempat.

“Mudah-mudahan bisa membantu memberikan data kualitas udara di Kabupaten Sintang,” ucapnya.

Ia mengakui bahwa masih banyak warga yang kurang memahami informasi cuaca yang rutin disampaikan pihaknya.

Ia mencontohkan ketika terjadi banjir di Kabupaten Sintang beberapa waktu lalu.

Banjir di daerah Kayan juga sudah diberikan peringatan. Kami sudah memberikan informasi potensi cuaca ekstrim 13 hingga 15 Juli 2021.

“Itu sudah kami ingatkan sebelumnya. Saat menyampaikan data dan informasi, sosialisasi hanya bisa dilakukan di media sosial saja,” kata Supriandi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

2 Komentar