KAPUAS HULU, KALBAR SATU – Setiap tahunnya Kapuas Hulu masih kekurangan sekitar 30 ribu ton beras. Dikatqkan Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan (Distan) Kapuas Hulu Abdul Samad hal tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor.
“Kapuas Hulu kekurangan sekitar 30 ribu beras setiap tahunnya, salah satu penyebabnya bertani itu masih dijadikan pekerjaan sampingan,” kata Abdul Samad, di Putussibau ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu 19 Juni 2021.
Berita Lainya: Kronologi dan Warga Jalan Karet Pontianak Jadi Korban Kecelakaan Maut di Bundaran Untan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kata Abdul Samad, pola pertanian di Kapuas Hulu pun rata-rata masih menggunakan kearifan lokal yaitu berladang sehingga masa tanam hanya setahun sekali.
Diakuinya, untuk saat ini hanya beberapa kecamatan saja yang menerapkan pola bertani sawah dengan menerapkan masa tanam dua hingga tiga kali dalam setahun.
“Untuk mengembangkan potensi pertanian memang tidak mudah, terutama untuk merubah pola pikir masyarakat, apalagi Kapuas Hulu masih banyak kekurangan tenaga penyuluh pertanian,” kata Abdul Samad.
Selain itu Ia menyebutkan dari 278 desa dan empat kelurahan Kapuas Hulu hanya memiliki 126 orang tenaga penyuluh pertanian, terdiri dari 77 orang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Kemudian 21 orang honor daerah dan 26 orang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja dan satu orang lagi masih di usulkan untuk diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.
“Tentu itu juga salah satu kendala kita dengan wilayah yang cukup luas, juga tidak didukung anggaran operasional tenaga penyuluh yang masih sangat minim,” ucap Abdul Samad.
Terkait potensi pertanian, kata Abdul Samad, dari 23 kecamatan wilayah Kapuas Hulu sembilan kecamatan diantaranya berpotensi baik pertanian, perkebunan mau pun peternakan seperti padi, karet, ternak sapi.
Sembilan kecamatan tersebut yakni Kecamatan Hulu Gurung, Bunut Hulu, Pengkadan, Putussibau utara dan selatan, Mentebah, Jongkong, Selimbau dan Kecamatan Sejiram.
“Hasil pertanian, kebun dan ternak rata-rata masih untuk kebutuhan lokal di daerah itu,” ucap Abdul Samad.
Ia pun berharap dukungan pemerintah pusat untuk pengembangan potensi pertanian di Kapuas Hulu agar kebutuhan ketahanan pangan bisa terpenuhi.