Webinar Kalbar, Menjaga Ketahanan Pangan, Stabilitas Keamanan dan Kerukunan di Kalbar

  • Whatsapp
Webinar Kalbar, Menjaga Ketahanan Pangan, Stabilitas Keamanan dan Kerukunan di Kalbar
Webinar Zona Kalbar diskusi daring (ist)

KALBARSATU.ID – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Barat bekerjasama dengan IKA-PMII Kalbar, Pemerintah Provinsi Kalbar, dan Kodam XII Tanjungpura dan Polda Kalbar adakan diskusi Webinar Zona Kalbar dengan tema Ketahanan Pangan, Stabilitas Keamanan dan Kerukunan Di Kalbar Pada Masa Covid-19. Diskusi tersebut dilaksanakan melalui aplikasi zoom (online) dan disiarkan langsung di akun youtube FKUB Kalimantan Barat, Selasa (19/5/2020) pagi.

Diskusi tersebut dipandu oleh Ketua FKUB Kalbar Dr.Ismail dengan menghadirkan pemateri Gubernur Kalbar H Sutarmiji, SH, M.Hum, Mayor Jendral TNI Muhammad Nur Rahmad selaku Panglima Daerh militer XII Tanjung pura, Irjen Pol.Dr.R Sigid Tri Hardjanto, S.H, M.Si, dan Suib, SE wakil Ketua komisi II DPRD Kalbar yang juga Ketua Umum IKA–PMII Kalbar.

Bacaan Lainnya

Dalam pemantiknya Dr. Ismail mempertanyakan sejauh mana ketahanan pangan di Indonesia khususnya daerah Kalimantan Barat dan bagaimana peran kerukunan dan keamanan dalam menjaga ketahanan dan persoalan kerukunan di Kalimantan Barat selama pandemik covid-19.

“Untuk 2020 ini sampai bulan Juli aman, dan kalau kita bekerja secara benar sampai akhir tahun kebutuhan beras kita tercukupi, kalau untuk menghadapi masa 2021 perlu kita fikirkan lebih matang, jika panennya sesuai prediksi kita tidak akan kesulitan,” kata Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menanggapi pertanyaan moderator melalui diskusi daring tersebut.

Sutarmidji juga menjelaskan untuk melihat kondisi pasar adalah dengan melihat fluktuasi harga, jika harga masih stabil artiya kondisi pangan terbilang aman, namun jika harga mengalami fluktuasi itu merupakan bukti ketersediaan tidak memadai.

“Seperti harga gula waktu itu yang mengalami fluktuasi, karena gula kita masih tergantung oleh luar. Sehingga diharapkan ke depan BUMD tidak hanya membuatkan tim saja tapi segera mengalihkan usahanya di sektor pangan sehingga kita lebih mandiri dalam hal pangan, tahun 2022 kita berharap bisa mandiri dalam hal beras dengan mendongkrak nilai tukar petani,” jelasnya.

Pos terkait