BACAAN DOA Buka Puasa Nisfu Syaban, Puasa Nisfu Syaban dan Niat Membaca Yasin 3 Kali

  • Whatsapp
BACAAN DOA Buka Puasa Nisfu Syaban Niat Puasa Syaban dan Niat Membaca Yasin 3 Kali
BACAAN DOA Buka Puasa Nisfu Syaban Niat Puasa Syaban dan Niat Membaca Yasin 3 Kali

KALBARSATU.ID – Artikel ini menyajikan informasi mengenai bacaan doa buka puasa Nisfu Syaban 2021.

Seperti diketahui, Puasa Nisfu Syaban merupakan salah satu amalan shalih yang dianjurkan untuk dikerjakan oleh setiap umat Islam.

Bacaan Lainnya

Dalam kalender islam Hijriyah Nisfu Syaban dipahami sebagai hari pertengahan saat bulan Syaban.

Sementara, Malam Nisfu Syaban 1442 bertepatan dengan 28 Maret 2021 kemaren.

Namun saat tanggal 27 Marer 2021 setelah Magrib sudah masuk malam 15 Syaban 1442 H.

Datangnya Malam Nisfu Syaban merupakan pertanda bahwa Ramadhan 2021 sebentar lagi tiba

Diketahui, Malam Nisfu Syaban diperingati pada setiap tanggal 15 Syaban.

Nah, untjk melaksanakan puasa Nisfu Syaban 1442 H, ada baiknya lafalkan niatnya terlebih dahulu.

Berikut ini kami sajikan bacaan doa niat puasa Nisfu Syaban lengkap dengan Bahasa Arab dan artinya.

Seperti dilansir banjarmasinpost.co.id, di bulan Syaban banyak amalan-amalan yang dapat dilakukan, sebab bulan Syaban adalah bulan haram atau mulia.

Baca juga: 40 Ucapan Selamat: Sambut Ramadan 2021 (1442), Bahasa Inggris dan Indonesia

Salah satu alaman yang dapat dilakukan di bulan Syaban adalah berpuasa.

Biasanya, di bulan Syaban umat muslim melakukan puasa sunah Nisfu Syaban.

Puasa Nisfu Syaban adalah puasa sunah yang dilakukan pada hari ke-15 bulan Syaban.

Artinya, puasa Nisfu Syaban 2021 ini dapat dilaksanakan pada 28 Maret 2021 nanti.

Meskipun puasa di Nisfu Syaban dikategorikan sebagai puasa sunah namun biasanya sering diamalkan umat Islam karena di malam Nisfu Syaban memiliki keistimewaan tersendiri.

Bacaan Niat Puasa Nisfu Syaban

Bagi anda yang ingin melaksanakan puasa sunah Nisfu Syaban nanti, berikut niat puasa sunnah di bulan Sya’ban:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Sya‘bana lillâhi ta‘ala

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Sya‘ban esok hari karena Allah SWT.”

Bagi yang lupa melafalkan niat sebelum fajar, diperbolehkan melafalkan niat saat pagi atau siang hari.

Dalam puasa sunnah, niat boleh dilakukan siang hari selagi belum makan, minum, dan melakukan hal yang bisa membatalkan puasa.

Niat puasa sunnah sya’ban di siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnati Sya‘bana lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Sya‘ban hari ini karena Allah SWT.”

Do’a Berbuka Puasa

Dikutip dari TribunLifestyle yang melansir laman almunawwar.net, doa berbuka puasa ada dua bacaan, dan bisa dipilih mana yang mudah untuk dihafalkan.

Berikut ini doa berbuka puasa beserta tulisan latin dan artinya:

Doa Berbuka Puasa 1

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin

Artinya: “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih,

Doa Berbuka Puasa 2

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمأُ وابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأجْرُ إِنْ شاءَ اللَّهُ تَعالى

Allahumma laka shumtu wa’ala rizqika afthortu dzahaba-dh-dhama’u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ujru insya-Allah ta’ala

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu lah aku berpuasa, atas rezeki-Mu lah aku berbuka. Telah sirna rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan (semoga) pahala telah ditetapkan, insya Allah,”

Baca juga: PENGUMUMAN KEMENAG HASIL Sidang Isbat 1 Ramadhan 1442 H

Membaca Yasin

Saat malam Nisfu Syaban umat Islam dianjurkan membaca Surah Yasin. 

Surah Yasin dibaca sebanyak 3 kali dan dilakukan setelah Sholat Magrib. 

Menurut Sulhani Hermawan, M.Ag, Dosen IAIN Surakarta, malam Nisfu Syaban merupakan malam yang istimewa jatuh pada pertengahan bulan Syaban.

“Malam Nisfu Syaban artinya pertengahan bulan Syaban. Nah, tetapi yang diambil itu terutama malam ke-15. Perpindahan harinya itu setelah matahari tenggelam,” kata Sulhani Hermawan kepada Tribunnews.com dalam acara OASE, Jumat 19 Maret 2021.

“Tanggal 15 Syaban mulainya ya waktu Maghrib itu,” tambahnya.

15 Syaban bertepatan dengan Minggu 28 Maret 2021.

Ia menambahkan bahwa pada malam Nisfu Syaban terdapat keistimewaan, yakni beberapa dosa dihapuskan oleh Allah SWT, ada yang berdoa diijabah, dan ada pula yang memohon ampun atas dosanya diampuni oleh Allah SWT.

Selanjutnya, saat malam Nisfu Syaban yang dijadikan momentum sebagai peringatan bagi umat Islam.

“Semacam peringatan, waktu kita untuk masuk Ramadhan tinggal setengah bulan lagi,” ungkapnya.

Hal-hal yang bisa dikerjakan pada malam Nisfu Syaban:

  • Berdoa;
  • Memohon ampun kepada Allah SWT;
  • Dijaga betul sholat lima waktu;
  • Membaca Al Quran.

Kemudian, pada malam Nisfu Syaban atau setelah sholat Maghrib, kita bisa membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali.

Baca juga: Muhammadiyah Tetapkan Selasa 13 April 2021

Niat yang pertama membaca Surat Yasin adalah meminta kepada Allah supaya diberikan umur panjang.

Kemudian, niat yang kedua meminta Allah SWT supaya diberikan keselematan, dijauhkan dari bahaya apapun.

Lalu, niat ketiga agar diberikan kekayaan hati.

Barulah setelah selesai membaca Surat Yasin, ada doa Nisfu Syaban.

“Sesudah membaca Surat Yasin yang ketiga ini, dianjurkan membaca doa yang dibaca waktu malam Nisfu Syaban,” ungkap Sulhani Hermawan.

Setelah membaca yasin bisa membaca doa Nisfu Syaban. 

Doa dianjurkan pada nisfu syaban:

اَللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَ لا يَمُنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا اْلجَلاَلِ وَ اْلاِكْرَامِ ياَ ذَا الطَّوْلِ وَ اْلاِنْعَامِ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ ظَهْرَ اللاَّجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ وَ اَمَانَ اْلخَائِفِيْنَ . اَللَّهُمَّ اِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِى عِنْدَكَ فِيْ اُمِّ اْلكِتَابِ شَقِيًّا اَوْ مَحْرُوْمًا اَوْ مَطْرُوْدًا اَوْ مُقْتَرًّا عَلَىَّ فِى الرِّزْقِ فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ فِيْ اُمِّ اْلكِتَابِ شَقَاوَتِي وَ حِرْمَانِي وَ طَرْدِي وَ اِقْتَارَ رِزْقِي وَ اَثْبِتْنِىْ عِنْدَكَ فِي اُمِّ اْلكِتَابِ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَ قَوْلُكَ اْلحَقُّ فِى كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَ يُثْبِتُ وَ عِنْدَهُ اُمُّ اْلكِتَابِ. اِلهِيْ بِالتَّجَلِّى اْلاَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِيْ يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍ وَ يُبْرَمُ اِصْرِفْ عَنِّيْ مِنَ اْلبَلاَءِ مَا اَعْلَمُ وَ مَا لا اَعْلَمُ وَاَنْتَ عَلاَّمُ اْلغُيُوْبِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلَّمَ . اَمِيْنَ

Allahumma yaa dzal manni walaa yumannu alaika yaa dzal jalaali wal ikraam, yaa dzath thauli wal in aam, laa ilaaha illaa anta, dhahrul laajiin, wa jaarul mustajiiriin, wa amaanul khaa ifiin,

Allahumma in kunta katabta nii indaka fii ummil kitaabi syaqiyyan aw mahruuman aw mathruudan awa muqtarran alayya fir rizqi, famhullaa humma bi fadllika syaqaawatii wa hirmaani wa thardii waq titaari rizqii wa ats-bitnii indaka fii ummil kitaabi saiidan marzuuqan muwaffaqallil khairaat.

Baca juga: Link Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2021 untuk Seluruh Indonesia

Fa innaka qulta wa qauluka haqqu fii kitaabikal munazzali alaa nabiyyikal mursali, yamhul laahumaa yasyaa u wa yutsbitu wa indahuu ummul kitaab.

Illahii bittajallil aadhami fii lailatin nishfi min syahri syabaanil mukarramil latii yurfaqu fiihaa kullu amrin hakim wa yubram, ishrif anni minal balaa I maa alamu wa maa laa alam wa anta allamul ghuyuubi birahmatika yaa arhamar raahimin.

Artinya: “Ya Allah, Dzat Pemilik anugrah, bukan penerima anugrah. Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Wahai dzat yang memiliki kekuasaan dan kenikmatan. Tiada Tuhan selain Engkau: Engkaulah penolong para pengungsi, pelindung para pencari perlindungan, pemberi keamanan bagi yang ketakutan.

Ya Allah, jika Engkau telah menulis aku di sisi-Mu di dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka atau terhalang atau tertolak atau sempit rezeki, maka hapuskanlah, wahai Allah, dengan anugrah-Mu, dari Ummul Kitab akan celakaku, terhalangku, tertolakku dan kesempitanku dalam rezeki, dan tetapkanlah aku di sisi-Mu, dalam Ummul Kitab, sebagai orang yang beruntung, luas rezeki dan memperoleh taufik dalam melakukan kebajikan.

Sungguh Engkau telah berfirman dan firman-Mu pasti benar, di dalam Kitab Suci-Mu yang telah Engkau turunkan dengan lisan nabi-Mu yang terutus: “Allah menghapus apa yang dikehendaki dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya dan di sisi Allah terdapat Ummul Kitab.”

Wahai Tuhanku, demi keagungan yang tampak di malam pertengahan bulan Sya’ban nan mulia, saat dipisahkan (dijelaskan, dirinci) segala urusan yang ditetapkan dan yang dihapuskan, hapuskanlah dariku bencana, baik yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui.

Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi, demi Rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Mengasihi.

Semoga Allah melimpahkan solawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat beliau. Amin“.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan