Scroll untuk baca artikel
Islam

Bacaan Niat dan Buka Puasa Tarwiyah Idul Adha Pakai Dua Versi Arab Latin

211
×

Bacaan Niat dan Buka Puasa Tarwiyah Idul Adha Pakai Dua Versi Arab Latin

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Baca Doa.
Ilustrasi Baca Doa.

KALBAR SATU ID – Bacaan Niat dan Buka Puasa Tarwiyah Idul Adha Pakai Dua Versi Arab Latin.

Bagi anda yang sedang melaksanakan ibadah puasa sunnah Tarwiyah yang dilaksanakan sebelum Idul Adha, berikut kami jelaskan bacaan niat dan buka puasanya.

Advertiser
Banner Ads

Sebagaimana diketahui, bahwa menjelang pelaksanaan Idul Adha umat Islam di sunnah mengejerjakan dua ibadah yang dikenal dengan puasa tarwiyah dan arafah.

Tidak hanya itu, masih banyak lagi amalan ibadah yang dapat dilakukan selama bulan Dzulhijjah, seperti puasa, dzikir, sedekah atau membaca Al-Qur’an.

Berikut penjelasan Puasa Tarwiyah

Mengutip Kitab Al-Fiqh ‘Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah karya Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi, puasa Tarwiyah adalah puasa yang dikerjakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Secara syariat, puasa Tarwiyah sama dengan puasa pada umumnya, yakni tidak makan, menahan hawa nafsu, dan hal-hal yang membatalkan puasa lainnya.

Terkait dengan nama puasa Tarwiyah seperti dijelaskan Ustadz Ali Amrin al-Qurawy dalam Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa, mengutip perkataan Ibnu Qudamah, dinamakan hari Tarwiyah karena para jamaah haji membawa bekal air pada hari itu yang disiapkan untuk hari Arafah.

Ulama lain berpendapat bahwa dinamakan hari Tarwiyah karena pada malam 8 Dzulhijjah Nabi Ibrahim Alaihis Salam bermimpi menyembelih anaknya. Di pagi harinya, Nabi Ibrahim Alaihis Salam berbicara dengan dirinya sendiri, apakah mimpi kosong atau wahyu dari Allah SWT.

Niat Puasa Tarwiyah

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati yaumit tarwiyah lillâhi ta’ālā.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tarwiyah esok hari karena Allah SWT.”

Dalam riwayat yang shahih, umat Islam bisa melakukan puasa tanggal 8 Dzulhijjah dengan niat puasa Dzulhijjah. Berikut bacaan niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’âlâ.”

Doa Buka Puasa Tarwiyah

Sedangkan, doa buka puasa Tarwiyah pada umumnya sama dengan doa berbuka lainnya. Berikut bacaannya:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa’ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

Doa buka buka puasa Tarwiyah versi kedua,

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah

Artinya: “Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.”

Doa buka puasa versi kedua ini dinilai lebih shahih. Doa tersebut termuat dalam Kitab Sunan Abu Dawud.

Demikian tadi penjelasan

Berlangganan Udpate Terbaru di Telegram dan Google Berita
https://gemoy22.smkn1cianjur.sch.id/ https://gemoy22.kdsa.co.id/ https://gemoy22.smk4palembang.sch.id/ scatter hitam