Scroll untuk baca artikel
Islam

Hukum Ibadah Qurban, Sunah apa Wajib? Ibadah Kurban 2021 Sebentar Lagi

136
×

Hukum Ibadah Qurban, Sunah apa Wajib? Ibadah Kurban 2021 Sebentar Lagi

Sebarkan artikel ini
Hukum Ibadah Qurban, Sunah apa Wajib? Ibadah Kurban 2021 Sebentar Lagi
Hukum Ibadah Qurban, Sunah apa Wajib? Ibadah Kurban 2021 Sebentar Lagi

KALBAR SATU –– Mungkin masih banyak umat muslim yang belum tahu hukum Ibadah Qurban, Sunah apa Wajib? Simak di artikel ini.

Sebagaimana Ibadah Kurban 2021 Sebentar Lagi akan tiba, tinggal menghitung hari.

Advertiser
Banner Ads

Ibadah kurban merupakan perintah Allah kepada hamba-Nya. Syariat kurban telah ada sejak zaman Nabi Adam AS dan demikian pula diperintahkan kepada Nabi Ibrahim AS.

Lalu, Bagaimana hukum Ibadah Qurban bagi umat Islam?

Baca Juga: Idul Adha 1441 Hijriyah, Polda Kalbar Sembelih 67 Hewan Kurban

Baca Juga: Idul Adha 1441 H, DPD PDI Perjuangan Kalbar Sumbangkan Tiga Ekor Sapi Kurban

Dikutip dari Republika.co.id, disebutkan bahwa Pakar fiqih Ustaz Oni Sahroni menjelaskan, berqurban hukumnya sunah yang sangat dianjurkan (muakkad). Menurut mayoritas ulama, menunaikan kurban bernilai pahala.

“Kurban berpahala jika ditunaikan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas karunia yang diterimanya, sebagai bentuk bukti pengorbanannya kepada Allah SWT, mempererat silaturrahim dengan tetangga, serta membantu para dhuafa,”  kata Ustaz Oni, Selasa (16/7).

Baca Juga: Syarat Sah Hewan Qurban Idul Adha, Shohibul Qurban

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Arafah Sebelum Idul Adha 1442 H Berikut Tanggal Pelaksanaannya

Lebih lanjut dijelaskannya, Kurban memang disunnahkan, terutama bagi orang yang mampu secara ekonomi.

Namun, Ustaz Oni mengatakan ibadah kurban ini boleh dilewatkan jika orang bersangkutan memiliki hajat lain yang bersifat primer (hajat asasi) atau sekunder.

Contohnya, membayar kewajiban atau utangnya kepada pihak lain, membangun rumah untuk didiami, membayar biaya pendidikan, angsuran asuransi jiwa dan kesehatan syariah, angsuran kendaraan yang digunakan untuk bekerja.

Dalam kondisi demikian, ia mengatakan, hajat tersebut dapat didahulukan daripada berkurban.

“Karena berkurban itu hukumnya sunnah, sedangkan menunaikan hajat dan kewajiban tersebut itu lebih afdhal karena hukumnya wajib,” lanjutnya.

Kurban bernilai taqarrub kepada Allah SWT. Karena itu, menurutnya, orang yang berkurban hendaknya meniatkan bahwa kurban menyembelih hewan tersebut untuk beribadah kepada Allah SWT.

Menurut mayoritas ulama, satu ekor kambing adalah kurban untuk satu orang. Sementara itu, satu ekor unta atau sapi adalah kurban untuk tujuh orang.

Sebagaimana hadist Rasulullah SAW: Dari Jabir bin Abdullah, berkata “Kami berqurban bersama Rasulullah SAW di tahun Hudaibiyah, unta untuk tujuh orang dan sapi untuk tujuh orang.” (HR. Muslim).

Berlangganan Udpate Terbaru di Telegram dan Google Berita
https://gemoy22.smkn1cianjur.sch.id/ https://gemoy22.kdsa.co.id/ https://gemoy22.smk4palembang.sch.id/ scatter hitam