Ramadhan 2021 Sebentar Lagi, Ini Kebiasaan Rasulullah SAW Saat Puasa Ramadhan

  • Whatsapp
Kebiasaan Rasulullah SAW Saat Puasa Ramadhan Yang Perlu Diketahui
Ilutrasi/Kebiasaan Rasulullah SAW Saat Puasa Ramadhan Yang Perlu Diketahui

Ramadhan 2021 Sebentar Lagi, Ini Kebiasaan Rasulullah SAW Saat Puasa Ramadhan

KALBARSATU.ID — Umat Islam di seluruh dunia diwajibkan untuk berpuasa pada bulan suci Ramadhan. Dilaksanakannya puasa pada bulan Ramadhan adalah untuk mengharapkan ridho, kasih sayang, dan ampunan dari Allah SWT. Untuk itu kita selaku umat Rasulullah SAW pasti ingin berpuasa seperti Rasulullah yang ajarkan.

Bacaan Lainnya

Dalam melaksanakan ibadah yang satu ini, tentunya sudah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Cara Rasullullah berpuasa pada bulan Ramadhan perlu kamu ketahui dan diteladani untuk memperoleh nikmat dan safaatnya pada bulan suci Ramadhan.

Dilansir dari liputan6.com yang telah merangkum dari berbagai sumber dalam membahas puasa Rasullullah.

Bulan suci Ramadhan sangat diistimewakan oleh umat Islam di seluruh dunia, pada bulan ini umat Islam diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh. Di bulan suci Ramadhan umat Islam berlomba-lomba mengerjakan kebajikan.

Mulai dari pagi, siang, dan malam, seperti shalat, membaca Alquran, tadarusan, sedekah, berbagi makanan, dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan untuk memperoleh pahala yang berlipat-lipat.

Nah, apakah kamu mengetahui kebiasaan Rasulullah SAW saat berpuasa ? Dibawah ini beberapa kebiasaan Rasulullah pada bulan Ramadhan. Simak ulasannya:

  1. Berniat untuk berpuasa sejak malam

Diriwayatkan oleh Hafsah, berkata bahwa, Rasulullah SAW bersabda: “barang siapa yang tidak berniat untuk berpuasa Ramadhan sejak malam, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Dawud).

  1. Mengawali puasa dengan bersahur

Setiap kali akan melaksanakan puasa, Rasulullah SAW selalu makan sahur dengan mengakhirkannya (menjelang datangnya waktu imsak).

  1. Menyegerakan buka puasa dahulu lalu shalat

Ketika waktu berbuka tiba, Rasulullah SAW memulainya dengan tiga biji kurma dan segelas air putih. Lalu Rasulullah berwudhu untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah.

Dari Abu’Athiyah RA, dia berkata, “saya bersama Masruq datang kepada Aisyah RA.

Kemudian Masruq berkata “Ada dua sahabat Nabi Muhammad SAW yang masing-masing ingin mengejar kebaikan, dan salah seorang dari keduanya itu segera mengerjakan shalat Maghrib dan kemudian berbuka.

Aisyah pun bertanya, Siapakah yang segera mengerjakan shalat Maghrib dan berbuka ?” Masruq pun menjawab, “Abdullah bin Mas’ud.” Lalu Aisyah berkata, “demikianlah yang diperbuat oleh Rasulullah SAW.” (HR. Muslim No 1242).

  1. Perbanyak ibadah

Pada bulan suci Ramadhan Rasulullah SAW senantiasa memperbanyak amalan ibadah, seperti halnya shalat malam, tadarusan, berdzikir, tasbih, dan tak lupa pula bersedekah.

  1. Beri’tikaf

Ketika akan memasuki 10 terakhir pada bulan suci Ramadhan, Rasulullah meningkatkan aktivitas ibadahnya, terutama dengan melakukan i’tikaf.

Mengenai kebiasaan Rasulullah SAW berpuasa pada bulan suci Ramadan, berikut yang perlu kamu ketahui dan juga diteladani.

Yang pertama, Rasulullah SAW berpuasa apabila sudah benar-benar melihat hilal berdasarkan berita dari orang-orang yang bisa dipercaya mengenai terlihatnya hilal.

Kedua, Rasulullah SAW melarang para umatnya dengan memulai bulan Ramadhan dengan berpuasa satu sampai dua hari, terkecuali bila puasa yang sudah biasa dikerjakan oleh seseorang itu.

Rasulullah SAW melarang umatnya berpuasa pada hari syak. Yaitu hari yang masih dikatakan ada keraguan, apakah sudah tanggal satu Ramadhan atau belum.

Ketiga, Rasulullah SAW berniat untuk melaksanakan puasa sebelum fajar terbit dan Rasulullah memerintahkan untuk melakukan hal yang sama seperti beliau. Hukum mengenai ini cuma berlaku puas wajib, kalau puasa Sunnah tidak.

Keempat، saat Rasulullah melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan tidak ada halangan bagi beliau untuk sekedar memberikan kecupan manis pada para istrinya. Rasulullah merupakan orang yang paling kuat dalam menahan nafsu.

Kelima, Rasulullah SAW senantiasa menggunakan siwak, baik itu di bulan Ramadhan ataupun di bulan biasa. Hal ini agar membersihkan mulut serta upaya meraih keridhaan Allah SWT.

Keenam, Rasulullah SAW lebih sungguh-sungguh saat menjalankan puasa di bulan suci Ramadhan bila dibandingkan dengan puasa di bulan lainnya. Terlebih pada sepuluh terakhir di bulan Ramadhan. Hal ini Rasulullah lakukan untuk mencari Lailatul Qadar.

Ketujuh, Saat Rasulullah SAW menjalankan puasa Ramadhan juga diisi dengan tadarus. Beliau sangat bersungguh-sungguh dalam tadarus Al-Qur’an.

Kedelapan, Rasulullah SAW merupakan mujahid sejati. Walaupun sedang menjalankan ibadah puasa, tidak bisa menyurutkan semangat beliau untuk turun andil ke berbagai peperangan.
Saat masih usia sembilan tahun, Rasulullah sudah mengikuti peperangan sebanyak enam kali, dan semuanya terjadi pada bulan Ramadhan.

Bukan hanya itu saja, beliau juga mengikuti berbagai kegiatan fisik, seperti saat penghancuran dhirar, penghancuran berhala-berhala , penyambutan duta-duta, penaklukan kota Mekkah, dan pernikahan beliau dengan Hafshah.

Kita sebagai umat Rasulullah SAW harus bisa meneladani kebiasaannya saat menjalankan puasa Ramadhan dong. Tapi jangan mengadakan perang ye, yaa kita harus tetap melakukan kegiatan yang biasanya.

Apalagi ibadahnya, harus di maksimalkan, bekerja untuk memenuhi kebutuhan, shalat taraweh, dan tadarus. Puasa Ramadhan angan jadikan sebagai alasan untuk tidak bekerja, karena saat bekerja di bulan suci Ramadhan akan menambah berkahnya.#

Baca juga Situs Kartu Prakerja Sudah dibuka, Segera Daftar Akun untuk Gelombang 12, login ke www.prakerja.go.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan