Tanggal Ganjil 10 Hari Terakhir Ramadhan 2021: Tanda – Tanda Turunnya Lailatul Qadar

  • Whatsapp
BACAAN Doa Malam Lailatul Qadar Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW dan Apa itu Lailatul Qadar?
BACAAN Doa Malam Lailatul Qadar Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW dan Apa itu Lailatul Qadar? (Freepik)

RAMADHAN, KALBAR SATU – Umat islam pastinya di bulan Ramadhan saat ini akan mennggu Malam Lailatul Qadar untuk mendapatkan rahmat Allah Swt.

Beragam pendapat para ulama bahwa Lailatul Qadar akan turun saat malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Bacaan Lainnya

pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang istimewa bagi umat Islam, yakni malam Lailatul Qadar.

Tidak ada yang bisa memastikan malam keberapa Lailatul Qadar akan turun, namun tanda-tanda Lailatul Qadar turun banyak disebut.

Salah satunya adalah tanda-tanda Lailatul Qadar akan turun yaitu malam ganjil 10 hari terakhir Ramadhan 1442 H-2021.

Dalam artikel ini kami sajikan malam ganjil 10 hari terakhir Ramadhan 1442 H-2021:

Berikut adalah malam anggal ganjil 10 hari terakhir Ramadhan 1442 H-2021:

21 Ramadhan 1442 = 3 Mei 2021

23 Ramadhan 1442 = 5 Mei 2021

25 Ramadhan 1442 = 7 Mei 2021

27 Ramadhan 1442 = 9 Mei 2021

29 Ramadhan 1442 = 11 Mei 2021

Apa itu malam Lailatul Qadar?

Lailatul Qadar adalah malam turunnya ayat-ayat pertama Al-Quran kepada nabi umat Islam, Muhammad.

Ada juga pengertian bahwa Lailatul Qadar adalah malam ketika Tuhan (Allah SWT) pertama kali menurunkan wahyu berupa ayat-ayat Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril.

Mulai memasuki pertengahan bulan Ramadhan, umat Islam banyak yang berlomba-lomba untuk mendapatkan Lailatul Qadar.

Dr H Baidi, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah IAIN Surakarta dalam tayangan Tanya Ustaz di kanal YouTube Tribunnews.com menjelaskan, Lailatul Qadar adalah satu malam yang mulia di bulan suci Ramadhan.

Baidi mengatakan, ayat Al Quran yang menjelaskan tentang Lailatul Qadar yakni Surah al-Qadr.

Berikut Surah al-Qadr beserta artinya:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada Lailatul Qadr.

Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadr itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.

Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.

Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar”. (QS. Al Qadr [97] : 1-5)

Menurut Dr H Baidi, pada intinya melalui surah ini, Allah memberitahukan bahwa di dalam bulan Ramadhan ada satu malam yang mulia, yakni Lailatul Qadar.

Kebaikan atau pahala yang diberikan kepada orang yang melaksanakan ibadah di waktu Lailatul Qadar, lebih baik dibanding seribu bulan.

“Kurang lebih 84 tahun,” jelasnya dikutip dari Tribunnews.com.

Berdasarkan hal tersebut, ada sunnah.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, umat Islam diperintahkan untuk melakukan Itikaf.

“Kencangkan ikat pinggang, jauhkan tepat tidur, jauhkan berbagai godaan dunia untuk menyambut Lailatul Qadar,” terangnya.

Ciri atau Tanda Turunnya Malam Lailatul Qadar

Dr H Baidi menjelaskan, dalam berbagai riwayat telah dijelaskan dalam hadist Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa Lailatul Qadar terjadi 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

Terkait kepastian malam keberapa, Dr H Baidi mengatakan belum ada penjelasan.

“Tetapi di antara para ulama memberikan satu pendapat, gambaran,” terangnya.

Gambaran tersebut yakni:

– Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29.

– Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Senin, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21.

– Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Selasa atau Jumat, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27.

– Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Kamis, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25.

– Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Sabtu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23.

“Sebenarnya tidak ada penjelasan tegas dari Agama, tentang indikator terjadinya Lailatul Qadar,” ungkapnya.

Namun menurutnya, dari berbagai riwayat indikator terjadinya Lailatul Qadar dijelaskan secara alamiah.

“Artinya, kondisi alam turunnya Lailatul Qadar,” jelasnya.

Cuaca pada pagi atau malam hari turunnya Lailatul Qadar sangat tenang dan udara terasa segar.

Di pagi hari sinar matahari cukup cerah, tidak panas.

“Oleh karena itu, ini tanda-tanda turunnya Lailatul Qadar,” terangnya.

Dr H Baidi mengungkapkan, hal tersebut merupakan sebuah pendapat, maka alangkah baik selama 10 hari terutama di malam-malam ganjil untuk menyongsong Lailatul Qadar.

Hal tersebut karena manusia tidak tahu secara pasti turunnya Lailatul Qadar.

“Itu rahasia Allah SWT,” ungkapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan