Nasional

BLT Subsidi Gaji Rp2,4 Juta dari Kemnaker Tahap 6 Masih Lanjut

×

BLT Subsidi Gaji Rp2,4 Juta dari Kemnaker Tahap 6 Masih Lanjut

Sebarkan artikel ini
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah. /Foto: Instagram @idafauziyahnu/

KALBARSATU.ID – Menteri Menakar (Ketenagakerjaan) Ida Fauziyah menyebutkan bahwa terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bantuan Subsidi Gaji/Upah (BSU) termin 2 tahap 6.

Ida memberi sinyal bahwa program subsidi gaji bagi karyawan atau pekerjaan yang memiliki gaji di bawah Rp5 juta akan dilanjutkan.

Advertiser
Image
Banner Ads

Hal ini karena penyaluran bantuan subsidi gaji ini masih belum mencapai target yakni 12,4 juta pekerja. Sebab saat ini realisasi program subsidi gaji sudah mencapai 11 juta pekerja.

“Data penyalurannya sudah mencapai sebanyak 11 juta orang dan proses penyaluran masih berjalan hingga nanti mencapai sekitar 12,4 juta penerima,” sebut Menaker Ida Fauziyah dikutip dari laman resmi Kemnaker, Jumat 11 Desember 2020.

Kata dia, sebelum mencapai 12,4 juta pekerja program subsidi gaji ini masih terus berlanjut dan pihaknya terus mempercepat proses penyaluran bantuan ini.

“Jadi kita terus percepat penyaluran bantuan subsidi gaji atau upah sampai 12,4 juta penerima sehingga bisa segera diterima oleh para pekerja/buruh sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan,” ungkap Ida.

Sementara program bantuan subsidi gaji termin 2 tahap 5 sudah cair kepada sebanyak 548.211 pekerja.

Berikut rinciannya

Tahap I pada termin kedua penyaluran subsidi gaji atau upah mencapai 2.177.915 penerima, tahap II 2.711.358 penerima, tahap III sebanyak 3.146.314 penerima, tahap IV mencapai 2.439.982 penerima, dan tahap V mencapai 548.211 penerima.

Besaran anggaran yang telah disalurkan mulai tahap pertama pada termin kedua penyaluran subsidi gaji atau upah anggarannya mencapai Rp2,613 triliun, tahap II Rp3,253 triliun, tahap III sebanyak Rp3,775 triliun, tahap IV mencapai Rp2,927 triliun, dan tahap V mencapai Rp657,853 miliar.

Sehingga total anggaran yang telah tersalurkan untuk termin 2 adalah Rp13,228 triliun.

Ida memastikan penerimaan program subsidi gaji agar tepat sasaran.

Makanya pihaknya terus berkoordinasi dan rapat pembahasan secara marathon dengan berbagai pihak di antaranya BPK, KPK, BPKP, DJP Kemenkeu, BPJS Ketenagakerjaan, serta Bank Himbara

Selama proses penyaluran BSU, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari verifikasi data dari BPJS, pemadanan data dengan DJP Kemenkeu, sampai pendampingan dan pengawasan dari KPK, BPK maupun BPKP.##

Menyalinkode AMP