Nasional

Hasil Pleno Muktamar PBNU 2021: 9 Kiai Masuk Tim AHWA, KH Said Aqiel Siradj dan Gus Yahya Calon kuat

89
×

Hasil Pleno Muktamar PBNU 2021: 9 Kiai Masuk Tim AHWA, KH Said Aqiel Siradj dan Gus Yahya Calon kuat

Sebarkan artikel ini
NU Kota Pontianak Muktamar ke-34
Sekretaris Tanfidziyah PCNU Kota Pontianak, Husni Mubarok.

KALBAR SATU – Update Hasil Pleno Muktamar PBNU 2021. Dari pantauan kalbarsatu.id setidaknya ada sembilan (9) nama Kiai Masuk Tim AHWA.

Adapun sembilan nama kiai sepuh masuk tim Ahlul Walii Wal Aqdi (AHWA) melalui pada sidang pleno III Muktamar ke-34 NU, Kamis 23 Desember 2021.

Advertiser
Image
Banner Ads

Salah satu Kiai tersebut ialah Wapres RI KH Ma’ruf Amin yang masuk ke dalam 9 nama tim AHWA yang diputuskan dalam sidang Pleno III Pemilihan Rais Aam PBNU.

Hasil keputusan tersebut diketuk palu oleh Ketua Sidang Pleno III yaitu Muhammad Nuh diruang sidang GSG Unila.

Dikatakan M Nuh, 9 nama Kiai yang diputuskan itu sudah resmi terpilih dan disaksikan oleh para peserta.

Baca Juga: Muktamar NU ke-34, Inilah Potret Kemesraan PCNU dan Muhibbin Kota Pontianak

Baca Juga: Lakpesdam Launching dan Bedah Buku Historiografi Khittah dan Politik NU

Lebih lanjut, kata M Nuh, 9 anggota AHWA nantinya yang akan memilih siapa Rias Aam PBNU.

“Ini tabulasi AHWA yang sudah diputuskan dan disaksikan oleh peserta, Alhamdulillah ini kita putuskan,” kata M Nuh sembari mengetuk palu sidang tiga kali.

Terkait 9 nama tersebut yakni :

  1. KH Dimyati Rois dengan jumlah suara 503
  2. Dr KH Akhmad Mustofa Bisri dengan jumlah suara 494
  3. KH Ma’ruf Amin dengan jumlah suara 458
  4. KH Anwar Mansur dengan jumlah suara 408
  5. TGL. Turmuudzin Badaruddin dengan jumlah suara 403
  6. KH Miftachul Akhyar dengan jumlah suara 395
  7. KH Nurul Huda Djazuli dengan jumlah suara 385
  8. KH Akbar Marbun dengan jumlah suara 309
  9. Prof Zainal Abidin dengan jumlah suara 272

Baca Juga: Bacaan Doa Akhir Tahun 2021 Arab dan Latin: Mari Sambut Tahun 2022 Dengan Penuh Berkah

Baca Juga: 5 Tokoh NU Masuk Bursa Ketua Umum PBNU, Lihat Profil Singkatnya

Tata Tertib Pemilihan Rais Aam PBNU

Kemudian, sesuai tata tertib muktamar, maka pemilihan Rais Aam PBNU disepakati menggunakan sistem AHWA.

Melalui model tersebut, Rais Aam akan dipilih oleh 9 orang yang mendapat mandat PCNU dan PWNU menjadi AHWA.

Sementara, Model AHWA menitikberatkan pada pendekatan musyawarah mufakat. Lalu penentuan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU dilakukan dengan cara pemilihan.

Sementara para calon akan menggaet dukungan dari pemilik suara, yakni PCNU, PCINU, PWNU, PBNU, dan badan otonom.

Disampaikan oleh Ketua SC Muktamar ke-34 NU M Nuh, pemilihan AHWA dilakukan dengan membagi dalam enam kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 100 orang.

“Jadi satu kotak besar kita bagi 100 sehingga 3,5 jam itu kita arahkan jam 5 sudah rampung menghitungnya. Nanti jam 7 malam pada saat pleno kita paparkan hasilnya,” kata dia.

Selain itu, Kiai sepuh yang duduk di tim AHWA, akan memilih Rais Aam PBNU 2021-2026. Pemilihan Rais Aam PBNU pada Muktamar ke-34 NU pada Kamis 23 Desember 2021 malam segera dimulai.

Berdasarkan pantauan, sejumlah Muktamirin sudah hadir didalam ruang sidang pleno III dan IV. Mereka sudah menempati tempat duduknya masing-masimg yang sudah disediakan oleh panitia.

Sementara, panitia pelaksana sidang pleno masih belum terlihat didalam ruangan. Pelaksanaan pemilihan Rais Aam ini digelar terbatas dan menerapkan protokol kesehatan.

Seluruh panitia dan peserta harus menunjukkan bukti rapid test antigen atau PCR untuk bisa masuk dan mengikuti sidang pleno. Jika peserta yang belum memiliki bukti antigen, maka harus melakukan tes antigen ditempat.

Panitia Muktamar telah menyediakan fasilitas tes antigen dilokasi. Ada puluhan tenaga kesehatan yang disiagakan di GSG Unila. Tenaga kesehatan yang disiagakan, merupakan tenaga kesehatan pemerintah kota Bandar Lampung.

Tak hanya pemilihan Rais Aam, malam ini Ketum PBNU juga ditentukan, mekanismenya PCNU usulkan nama baru kemudian dimusyawarahkan dan selanjutnya voting. Diperkirakan ada dua nama kandidat yang berpotensi maju menjadi calon Ketum PBNU dalam Muktamar ke-34 NU.

Keduanya yakni KH Said Aqiel Siradj dan KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Mengenai mekanisme pemilihan Ketum PBNU tersebut, Ketua SC Muktamar ke-34 NU Muhammad Nuh menjelaskan, nantinya setiap cabang mengusulkan nama.

Menurutnya, siapa saja boleh mengusulkan nama-nama sebagai calon kandidat ketua umum. Namun, kata Nuh, ada syarat minimal dukungan untuk bisa ditetapkan sebagai calon ketua umum.

“Minimal 99 suara. Siapa saja yang mencapai 99 suara atau lebih dari 99 suara itu yang masuk calon Ketum PBNU,” ungkap Nuh, saat diwawancarai di GSG UIN Raden Intan Lampung, Kamis 23 Desember 2021.

“Kemudian, yang dapat 99 suara tadi itu kemudian diminta untuk musyawarah di antara mereka,” imbuhnya.

Namun demikian, jika dalam musyawarah tidak ditemukan keputusan siapa yang akan menjadi Ketum PBNU, cara selanjutnya adalah dikonsultasikan kepada Rais Aam.

“Apakah si A saja atau si B saja yang mau maju. Kalau misalnya di antara kandidat itu belum dapat mufakatnya, maka itu dikonsultasikan ke Rais Aam terpilih.”

“Terserah Rais Aam terpilih nanti kalau merekomendasikannya satu, dua atau tiga, itu terserah Rais Aamnya.”

“Kalau Rais Aam sudah memberikan persetujuannya,” sambungnya.

Jika calonnya lebih satu, kata Nuh, maka baru akan dilakukan voting.

“Siapa yang dapat suara terbanyak dari situ ya itu yang akan menjadi Ketum.”

“Itu sudah disepakati semua,” pungkas Muhammad Nuh.

Mekanisme Pemilihan Ketua Umum dan Rais Aam PBNU. Mekanisme pemilihan Rais Aam akan digelar dengan musyawarah. Pemilihan Ketua Umum PBNU rencananya digelar melalui voting.

Demikian terkait Hasil Pleno Muktamar PBNU 2021: 9 Kiai Masuk Tim AHWA, KH Said Aqiel Siradj dan Gus Yahya Calon kuat.##

Berlangganan Udpate Terbaru di Telegram dan Google Berita
Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP