Hasil Survey Charta Politika: PDI Perjuangan Menempati Posisi Pertama

  • Whatsapp
Hasil Survey Charta Politika: PDI Perjuangan Menempati Posisi Pertama
Istimewa

JAKARTA, KALBARSATU.ID — Hasil survei nasional, Charta Politika baru-bari ini merilis tentang elektabilitas partai politik.

Hasil survey tersebut menyampaikan bahwa PDI Perjuangan menempati posisi pertama partai politik yang dipilih oleh masyarakat jika pemilihan DPR dilakukan saat ini.

Bacaan Lainnya

Charta Politika menggunakan metode survei sampling pengacakan sistematis sebanyak 1.200 responden. Toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan pada 20-24 Maret 2021. Responden merupakan warga negara Indonesia yang berusia di atas 17 tahun.

Survei tersebut dilakukan dengan melontarkan pertanyaan jika pemilu legislatif diselenggarakan pada saat ini dan diikuti oleh 18 partai. Ada 20,7 persen masyarakat yang menentukan pilihan ke Partai berlambang banteng dengan moncong putih tersebut.

“Seandainya, pemilu legislatif untuk memilih anggota DPR RI dilaksanakan hari ini dan diikuti oleh partai politik di bawah ini, partai apa yang anda pilih?, PDIP 20,7 persen,” tulis Charta Politika dalam keterangan resminya, Minggu (28/3).

Dibawah PDI Perjuangan sebagai nomornurut kedua adalah Gerindra yang dipilih dengan persentase 14,2 persen. Kemudian, di posisi ketiga ada PKB dengan persentase 9,7 persen.

“Kedua ada Gerindra 14,2 persen dan ketiga PKB 9,7 persen,” tulis Charta Politika.

Setelahnya disusul oleh PKS dengan persentase 8,2 persen. Sementara itu, Golkar menempati posisi kelima dengan persentase 7,8 persen.

Baca juga Mengenal Hermawansyah

Berikut hasil survei Charta Politika:

-PDIP 20,7 persen
-Gerindra 14,2 persen
-PKB 9,7 persen
-PKS 8,2 persen
-Golkar 7,8 persen
-Nasdem 5,4 persen
-Demokrat 4,2 persen
-PPP 2,2 persen
-PSI 1,8 persen
-PAN 1,0 persen
-Perindo 0,8 persen
-Hanura 0,6 persen
-Garuda 0,4 persen
-Berkarya 0,3 persen
-PKPI 0,2 persen
-Gelora 0,2 persen
-Ummat 0,1 persen
-PBB 0,1 persen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan