KALBAR SATU ID – Semangat kebersamaan dan pelayanan umat menjelang Idul Fitri 1447 H semakin terasa di Kalimantan Barat. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I, meninjau langsung lokasi Kick-off Program Masjid Ramah Pemudik Idul Fitri 1447 H/2026 M di salah satu masjid strategis kawasan pelabuhan Masjid Attaqwa Maryana Kota Pontianak, Rabu (11/3/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Kakanwil didampingi Kepala Bidang Urusan Agama Islam (URAIS) Kanwil Kemenag Kalbar H. Mi’rad, S.Ag., M.A.P serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak H. Ruslan, S.Ag., M.A. Kehadiran mereka menjadi simbol komitmen bersama menghadirkan wajah masjid yang bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan kemanusiaan bagi para pemudik.
Muhajirin Yanis menjelaskan bahwa sebanyak 202 masjid di Kalimantan Barat telah disiapkan menjadi Masjid Ramah Pemudik. Program ini dirancang untuk memberikan tempat singgah yang nyaman bagi para pemudik yang membutuhkan waktu beristirahat di perjalanan.
“Pemudik yang melintasi Kalimantan Barat bukan hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Karena itu masjid-masjid di jalur perlintasan, seperti di wilayah Semparuk Kabupaten Sambas hingga Entikong Kabupaten Sanggau yang berbatasan dengan Sarawak Malaysia, turut menyiapkan layanan bagi mereka,” jelas Muhajirin.
Ia menambahkan, para pengurus masjid tidak hanya menyediakan ruang ibadah, tetapi juga fasilitas pendukung seperti tempat istirahat, kamar mandi, toilet, tempat wudhu, takjil berbuka, hingga makanan sahur. Bahkan beberapa masjid siap memberikan pelayanan selama 24 jam bagi para musafir.
Menurut Muhajirin, peluncuran program di Pontianak yang berada di kawasan pelabuhan memiliki makna strategis, karena menjadi salah satu titik pergerakan masyarakat menjelang Hari Raya.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada para ketua takmir, pengurus masjid, jamaah, serta para donatur yang dengan ringan tangan menyediakan fasilitas, makanan, dan berbagai kebutuhan bagi para pemudik. Ini adalah bentuk nyata kepedulian dan ukhuwah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari dukungan Kementerian Agama terhadap upaya pemerintah dalam melayani arus mudik. Jika selama ini pemerintah menyiapkan posko dan tenda layanan pemudik, kini masjid, rumah ibadah, bahkan KUA turut menjadi ruang pelayanan umat.
Sementara itu, Kabid URAIS Kanwil Kemenag Kalbar H. Mi’rad menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Kick-off Program Masjid Ramah Pemudik yang digagas oleh Direktorat Bimas Islam Kementerian Agama RI.
“Artinya ini bukan sekadar kegiatan simbolik, tetapi bagian dari gerakan nasional pelayanan umat yang terorkestrasi,” jelasnya.
Ketua Masjid Attaqwa Maryana, Rudi Hartono, bersama jamaah juga menyatakan kesiapan penuh mendukung program tersebut. Ia menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada masjid mereka untuk menjadi bagian dari gerakan pelayanan ini.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga rumah bersama bagi umat. Kami siap menjadikannya ruang pelayanan yang inklusif dan membawa manfaat bagi siapa saja yang singgah,” ujarnya.
Program Masjid Ramah Pemudik diharapkan menjadi wujud nyata bahwa masjid mampu hadir sebagai pusat kebaikan—tempat ibadah, tempat istirahat, sekaligus tempat tumbuhnya solidaritas dan kasih sayang antar sesama di perjalanan menuju kampung halaman.

Tinggalkan Balasan