Scroll untuk baca artikel
News

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus Tinjau Pembangunan di Kalbar

320
×

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus Tinjau Pembangunan di Kalbar

Sebarkan artikel ini
Lasarus Kalbar
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus Tinjau Pembangunan di Kalbar.

KALBAR SATU, KAPUAS HULU – Komisi V DPR RI meninjau operasi pemeliharaan/normalisasi Danau Jaras di Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka kunjungan kerja Reses Komisi V DPR RI ke Provinsi Kalbar.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus yang memimpin kunjungan tersebut mengatakan proses normalisasi Danau Jaras sudah cukup baik yang semula luasnya hanya 3 haktare kini menjadi 56 hektare dengan daya tampung air 1,8 juta meter kubik.

Advertiser
Banner Ads

“Ini sudah cukup lumayan untuk bisa mengurangi banjir di Kabupaten Kapuas Hulu di Putussibau ini. Tujuan utama kita itu. Karena setiap tahun Putussibau ini merupakan wilayah langganan banjir. Ada beberapa rumah di Sempadan Sungai itu langganan banjir. Sekarang kita bangun ini supaya daya tampungnya menjadi lebih banyak dan air yang meluap di Kabupaten Kapuas Hulu itu cepat masuk ke danau ini sehingga mengurangi dampak banjir ibukota kabupaten Kapuas Hulu,” kata Lasarus dikuti dari website DPR RI, Rabu (11/10/2023).

Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat (Kalbar) menjelaskan normalisasi danau Jaras ini merupakan swakelola Kementerian PUPR Sektor Unit Direktoral Jenderal Sumber Daya Air dan Balai Wilayah Sungai Kalimantan 1 di Kalimantan Barat.

“Jadi secara target ini tidak kontraktual. Memang kita anjurkan juga agar ini swakelola, karena mengukur pekerjaan ini tidak mudah. Ini pekerjaan yang rumit yang kalau dengan kasat mata bisa berbeda dengan fisik di lapangan, oleh karenanya efektif itu dengan menggunakan swakelola,” lanjut Lasarus.

Politisi dari Fraksi PDIP Dapil Kalbar II (dua) ini melanjutkan, ada dua tujuan dari proses normalisasi Danau Jaras ini. Selain untuk menaikkan daya tamping air, yang kedua juga untuk mengamankan asset negara.

“Ini kan tanah-tanah bekas Sungai Kapuas dulunya. Istilah di PU itu tapal kuda atau oxbow. Ini semuanya tanah negara. Kalau nanti dia lama-lama ketimbun digarap masyarakat kan kita mau melakukan normalisasi sulit. Ini kita termasuk cepat karena di sini tidak padat penduduk, jadi waktunya masih cukup bagus untuk kita lakukan normalisasi,” tegas Lasarus.

Dirinya juga berterima kasih kepada masyarakat setempat karena mereka menyambut baik,antusias dan mengizinkan kegiatan normalisasi itu, sehingga proses normalisasi bisa dilakukan secara maksimal dan mereka juga bisa menikmati manfaatnya.

Sebelumnya, Komisi V DPR juga meninjau Penataan Kawasan Waterfront Kapuas Hulu di Kota Putussibau, dan Reservoir Air di Mantebah dengan didampingi Plt Gubernur Kalimantan Barat, Bupati Kapuas Hulu dan sejumlah mitra kerja seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, BMKG, Basarnas serta lembaga lainnya.

Berlangganan Udpate Terbaru di Telegram dan Google Berita