News

Mak Ganjar Kalbar Ajak Para Ibu Budidayakan Tomat: Sulap Pekarangan Rumah jadi Kebun Minimalis

168
×

Mak Ganjar Kalbar Ajak Para Ibu Budidayakan Tomat: Sulap Pekarangan Rumah jadi Kebun Minimalis

Sebarkan artikel ini
Mak Ganjar Kalbar Ajak Para Ibu Budidayakan Tomat: Sulap Pekarangan Rumah jadi Kebun Minimalis
Mak Ganjar Kalbar Ajak Para Ibu Budidayakan Tomat: Sulap Pekarangan Rumah jadi Kebun Minimalis. Foto/Istimewa.

Kubu Raya, Kalbar – Sukarelawan Mak Ganjar Kalimantan Barat mendorong kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan melalui pelatihan budi daya tomat untuk ibu-ibu di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Kamis (18/5).

Emak-emak loyalis Ganjar Pranowo itu mengedukasi bahwa menanam sayur-sayuran tidak selalu memerlukan lahan yang luas. Namun, pekarangan rumah sekalipun bisa disulap jadi kebun minimalis.

Advertiser
Image
Banner Ads

Antusiasme luar biasa datang dari kalangan ibu-ibu yang hadir pada acara kolaborasi Mak Ganjar bersama Kelompok Tani Madu Jaya Mandiri di Desa Madu Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Baca juga: Srikandi Ganjar Kalbar Bersama Milenial Kapuas Hulu Sulap Daun Nyiur jadi Produk Bernilai

“Jadi, sebenarnya tujuan kami itu untuk menginovasi ibu-ibu agar lebih kreatif dalam menggunakan lingkungan yang ada di sekitarnya,” ucap Koordinator Wilayah Mak Ganjar Kalbar, Siti Sayamah.

Wanita yang akrab disapa Siti ini menjelaskan tomat menjadi jenis sayuran kaya akan manfaat untuk memenuhi kebutuhan gizi serta mudah dibudidayakan.

Bermodalkan media tanam tanah, pupuk mpk, bibit, dan pot saja sayuran bernama latin solanum lycopersicum itu bisa ditanam di pekarangan rumah.

Aksi positif ini diharapkan menjadi suatu aktivitas rutin saat mengisi waktu luang di rumah, sehingga hasil panennya mampu memenuhi kebutuhan gizi harian keluarga serta menjadi ide bisnis.

Baca juga: Ganjar Silaturrahim ke Gus Baha: Biasanya Jadi Santri Online di YouTube dan Spotify

“Kami ini inginnya tomat itu bisa menjadi salah satu contoh untuk dibudidayakan selain untuk dimakan dan juga bisa dijual nantinya karena di sini gaada yang jual-jual tomat selain pedagang sayur yang bejalan dan juga ke pasar,” ungkap Siti.

“Kami pastinya akan melaksanakan follow up yang di mana follow up tersebut kami lakukan untuk bagaimana silaturahminya tetap berjalan dan ibu-ibu yang sudah kami kasih pandangan untuk bagaimana memanfaatkan lingkungan yang ada itu lebih berkembang pastinya,” imbuh Siti.

Rahmah (41) salah satu peserta dari Desa Madu Sari menilai pelatihan ini dapat menjadi angin segar bagi emak-emak yang ingin mencoba berkebun tetapi memiliki keterbatasan lahan.

“Kalau menurut saya sih bagus soalnya di sini belum pernah ada di Madu Sari ini jadi sangat bagus buat di pekarangan rumah kan nanam tomat bibit tomat gitu,” jelas Rahmah.

Berlangganan Udpate Terbaru di Telegram dan Google Berita
Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP