News

Mikael Injek Barayungk Daftar Bacagub Kalbar ke PDI Perjuangan

126
×

Mikael Injek Barayungk Daftar Bacagub Kalbar ke PDI Perjuangan

Sebarkan artikel ini
Caption Foto: Pengambilan formulir pendaftaran Mikael Injek Barayungk oleh salah satu pendukungnya, Yasinta (kanan) di Kantor DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat
Pengambilan formulir pendaftaran Mikael Injek Barayungk oleh salah satu pendukungnya, Yasinta (kanan) di Kantor DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat.

KALBAR SATU ID, KUBU RAYA – Mikael Injek Barayungk mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Kalimantan Barat ke PDI Perjuangan. Melalui pendukungnya, Mikael mengambil formulir pendaftaran pada Rabu, 17 April 2024.

Salah seorang pendukung Mikael Injek, Yasinta, mengaku optimis kalau figur yang didukungnya bakal diusung oleh partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut. Kendati sudah memiliki jagoan internal, PDI Perjuangan diyakininya tetap berpeluang mengusung calon lain, termasuk Mikael Injek Barayungk.

Advertiser
Image
Banner Ads

Baca juga: Mantap Maju Pilkada Ketapang, Thomas Aleksander-Uti Royden Serahkan Berkas Pencalonan ke PDI-P dan Demokrat

“Kami yakin diusung PDI-P karena partai ini partai wong cilik yang selalu memberi kesempatan kepada orang-orang yang punya potensi,” ucapnya saat dijumpai wartawan, Kamis (18/4/2024).

Yasinta mengungkapkan, keputusan Mikael untuk maju di Pilkada 2024 ini lantaran dorongan dari masyarakat. Jika kelak diberi kepercayaan memimpin Kalbar, Yasinta memastikan kalau kandidat yang didukungnya itu akan melakukan banyak gebrakan, salah satunya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Alasan maju ya karena ada dukungan dari masyarakat. Tentu Pak Mikael akan melakukan banyak hal, tapi salah satu yang akan diprioritaskan adalah posisi IPM Kalbar yang masih di bawah nasional dan paling rendah di Kalimantan,” imbuhnya.

Baca juga: Punya Jagoan Internal, PDI-P Tetap Buka Peluang Usung Calon Lain di Pilgub Kalbar

Untuk diketahui, Mikael Injek Barayungk bukanlah sosok baru di kontestasi Pilkada Kalbar. Pada tahun 2012 lalu, dirinya yang kala itu maju lewat jalur independen pernah mencoba peruntungan untuk merebut posisi orang nomor satu di Kalimantan Barat.

Namun, belum sempat berkontestasi, Mikael bersama pasangannya Eka Kawirayu dinyatakan gugur oleh KPU karena syarat dukungannya tak memenuhi batas minimal.

Berlangganan Udpate Terbaru di Telegram dan Google Berita
Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP