News

Niken Berang Singkawang Disebut Destinasi Wisata Seks WNA di Indonesia

148
×

Niken Berang Singkawang Disebut Destinasi Wisata Seks WNA di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Niken Kalbar
Niken Tia Tantina, Anggota DPRD Kalbar Fraksi PDI Perjuangan.

KALBAR SATU ID, SINGKAWANG – Anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Kalimantan Barat Niken Tia Tantina berang dengan pemberitaan salah satu media online nasional yang menyematkan Kota Singkawang sebagai salah satu daerah tujuan prostitusi Warga Negara Asing di Indonesia. Legislator dari dapil Singkawang – Bengkayang itu secara tegas membantah tudingan tersebut dan memastikan data yang dipublikasi salah itu tidak benar.

“Itu data yang disampaikan tidak benar dan sangat menyesatkan. Mewakili masyarakat Kota Singkawang, saya sangat menyayangkan pemberitaan tersebut,” ucap Niken saat dimintai pendapat oleh awak media, Senin (07/11/2022).

Advertiser
Image
Banner Ads

Baca juga: Ribuan Peserta Ikuti Upacara Hari Santri Nasional di Kota Pontianak, PCNU Berikan 3 Paket Umrah

Baca juga: Launching BESILE BINGKE NGOPI, Kapolres Kubu Raya Harap Jadi Wadah Menyerap Aspirasi Publik

Niken menuturkan, pemberitaan tersebut telah merusak citra Kota Singkawang. Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat itu lantas mempertanyakan metode pengumpulan data yang digunakan media tersebut.

“Kota Singkawang ini sudah berkali-kali meraih predikat sebagai kota paling toleran di Indonesia. Adanya berita ini telah merusak citra tersebut. Data yang diperoleh itu juga tidak jelas sumbernya dari mana. Metode apa yang digunakan juga kita tidak tahu. Mungkin main copas saja tanpa penelusuran lebih jauh,” tuturnya.

Baca juga: Niken Serahkan Sembako hingga Popok Balita untuk Pengungsi Banjir Singkawang

Niken pun meminta media untuk lebih profesional dalam menyajikan pemberitaan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. Kota Singkawang, lanjut Niken, merupakan destinasi wisata berbasis alam dan budaya, bukan wisata prostitusi sebagaimana diberitakan.

“Jangan karena pemberitaan ini, wisatawan jadi enggan untuk ke Kota Singkawang karena dicap sebagai tempat wisata prostitusi. Karenanya, saya berharap media bisa profesional dalam menyajikan pemberitaan. Ada kode etik jurnalistik yang saya yakini semua media sudah memahaminya secara komprehensif,” pungkasnya.

Baca juga: Terpilih jadi Tokoh Pemerintah paling Inovatif, Niken Tia Tantina Ucapkan selamat ke Tjhai Chui Mie

Baca juga: HUT ke-251, Lasarus Komitmen Dukung Kemajuan Pembangunan Kota Pontianak

Sebelumnya, salah satu media online nasional menuliskan berita berjudul “Daerah-daerah di Indonesia yang Ramai Prostitusi Warga Asing” pada 1 November 2022 lalu. Dalam berita tersebut, Kota Singkawang disebut sebagai salah satu daerah yang menjadi tujuan hiburan malam bagi WNA. Namun, artikel tersebut pun sudah direvisi setelah mendapat keberatan dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI).

Berlangganan Udpate Terbaru di Telegram dan Google Berita
Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP