News

Pembukaan KKN, Poltekkes Kemenkes Pontianak Hadirkan 1000 Peserta Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

190
×

Pembukaan KKN, Poltekkes Kemenkes Pontianak Hadirkan 1000 Peserta Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Sebarkan artikel ini
Pembukaan KKN, Poltekkes Kemenkes Pontianak Hadirkan 1000 Peserta Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
Pembukaan KKN, Poltekkes Kemenkes Pontianak Hadirkan 1000 Peserta Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Foto/Istimewa.

KALBAR SATU ID – Poltekkes Kemenkes Pontianak mengadakan Pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan dimulai dengan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) senam bersama 1000 masyarakat Kecamatan Tekarang Kabupaten Sambas, dilanjutkan pemeriksaan kesehatan gratis kerjasama dengan pihak puskesmas, pembagian doorprize. Pembukaan secara resmi dengan pelepasan balon dan pemasangan baju KKN.

Bupati Sambas, Satono yang hadir pada kesempatan itu, menyambut baik agenda KKN ini. Ia berharap kegiatan seperti ini memberikan manfaat yang besar terhadap masyarakat. Ia juga mengatakan pentingnya olahraga senam karena Pasca covid 19, masyarakat perlu menjaga ketahanan tubuh dengan cara senam, dan menkonsumsi makanan sehat.

Advertiser
Image
Banner Ads

“Seperti kita ketahui bersama, pasca dilanda covid perlu ketahanan fisik, jasmani salah satu caranya melalui Gerakan Masyarakat sehat (senam), disamping senam, tentu mengkonsumsi makanan sehat”, tambahnya.

Baca juga: Kukuhkan Ratusan PPG, Rektor IAIN Pontianak Syarif: Kompetensi yang Baik secara Intelektual

Ia juga menghimbau, menghadapi perubahan cuaca yang semakin panas, masyarakat dianjurkan untuk lebih banyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi.

“Apalagi di bulan mei ini ini cuaca ini cukup panas, 30 derajat keatas kemarin 34 derajat jadi jangan sampai kita kekurangan cairan, yang kita sebut dehidrasi. Banyak-banyak minum air putih agar tidak kekurangan cairan. Kemudian senam, dan konsumsi makanan sehat, mudah-mudahan upaya kegiatan ini bisa menjaga kesehatan kita untuk terus hidup sehat,” teranngnya.

Direktur Poltekkes, dr. Kelana Kusuma Dharma, S.Kp., M.Kes menerangkan jika program KKN ini berfokus pada daerah binaan yang dinilai menghadapi 5 masalah kesehatan prioritas.

“Kemudian (program KKN) ini ada di 16 kecamatan kemudian ada 37 desa/kelurahan di seluruh kalbar. KKN ini kita fokuskan di daerah binaan kita, terutama (daerah yang menghadapi) 5 masalah kesehatan prioritas, yakni masalah stunting, angka kematian ibu dan balita yang tinggi, TB baru, penyakit tidak menular, kemudian penyakit menular lainnya,” kata Direktur Poltekkes.

Baca juga: Lasarus Puji Prestasi Timnas di Sea Games: Penantian Panjang Terbayar Tuntas

Ia juga menambahkan jika KKN ini mengangkat tema Pemberdayaan Masayrakat untuk hidup sehat.

“Kita fokuskan ke 5 binaan yang punya 5 kasus yang tinggi ini, bentuk kegiatan tema KKN Tematik ini adalah pemberdayaan masyarakat untuk hidup sehat, untuk mengatasi masalah terkait masalah kesehatan di daerahnya masing-masing. Kemudian ada beberapa kegiatan pengkajian penyuluhan kesehatan kemudian berupa bantuan berupa program-program kesehatan,” kata dr. Kelana.

Ketua panitia KKN Bapak dr. Ns. Dedi Damhudi, M.Kep., Sp. KMB mengungkapkan jika KKN ini menggunakan konsep Penta Helix, yakni melibatkan berbagai unsur masyarakat maupun lembaga-lembaga.
“Alhamdulillah dengan konsep penta helix, menggabungkan antara unsur-unsur pemerintah, seperti Bupati, Camat, Kepala Dinas, dan Kepala Puskesmas,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi Salah satu Kepala Puskesmas yang terlibat membantu program KKN ini.

Baca juga: Wanita 23 Tahun Tewas dalam Kecelakaan Maut di Jalan Trans Kalimantan

“Salah satunya bu dewi salah satu kepala puskesmas yang banyak membantu kita, beliau luar biasa beliau sangat membantu kita dalam proses KKN ini, menggandeng beberapa LSM, Media Cetak, dan termasuk tokoh masayrakat dan agama,” kata Dedi.

Berlangganan Udpate Terbaru di Telegram dan Google Berita
Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP