Scroll untuk baca artikel
News

Seorang Ibu Meninggal Dunia di Puskesmas Sungai Ambawang Saat Menunggu Anaknya Sakit

283
×

Seorang Ibu Meninggal Dunia di Puskesmas Sungai Ambawang Saat Menunggu Anaknya Sakit

Sebarkan artikel ini
Seorang Ibu Meninggal Dunia di Puskesmas Sungai Ambawang Saat Menunggu Anaknya Sakit
Seorang Ibu Meninggal Dunia di Puskesmas Sungai Ambawang Saat Menunggu Anaknya Sakit. Foto/Istimewa.

KALBAR SATU ID – Seorang Ibu rumah tangga diketemukan dalam keadaan meninggal dunia di ruang rawat inap Puskesmas Ambawang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya,Kalbar. Feronika Srimina Yoni (52) warga Dusun Durian Kecamatan Sungai Ambawang ditemukan oleh petugas puskesmas ambawang dengan posisi duduk di bawah lantai dan bersandar di depan lemari pada Rabu (19/7/23) pukul 19.30 Wib.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Arief Hidayat melalui AIPTU Ade Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya membenarkan peristiwa tersebut. Diketahui korban saat itu sedang menjaga anaknya yang sedang dan mendapatkan perawatan medis di ruang inap Puskesmas Ambawang.

Advertiser
Banner Ads

“Kejadian tersebut diketahui pada saat petugas puskesmas melakukan kontrol keruangan rawat inap dewasa yang besebelahan dengang ruang inap anak, saat berada di ruang inap dewasa, petugas melihat dari kaca pembatas korban yang berada di ruangan inap anak sudah dalam keadaan duduk dibawah lantai dan bersandar di depan lemari, melihat kejadian tersebut petugas puskesmas langsung memanggil dokter jaga,” kata Ade saat dikonfirmasi, Kamis (20/7/23).

Baca juga: Sujiwo: Prestasi Menembak Arvin di Kapolri Cup Jadi Hadiah Ultah Kubu Raya

“Oleh dokter jaga, korban langsung mendapatkan tindakan medis, namun korban sudah meninggal dunia, diperkirakan Feronika Srimina Yoni meninggal baru tiga puluh menit yang lalu,” terang ade.

Ade mengungkapkan, mengetahui kejadian tersebut Tim Inafis Polres Kubu Raya bersama Polsek Sungai Ambawang melakukan olah TKP.

“Hasil olah TKP petugas menemukan nasi yang berhamburan di bawah lantai dan sebuah piring. Hasil Visum yang dilakukan oleh dr. Ahmad Roni Rosydi, diduga korban mendapatkan serangan jantung pada saat makan, dan Feronika Srimina Yona memiliki riwayat penyakit jantung dan sudah pernah di EKG ( ElektroKardioGram ),” ujar Ade.

Baca juga: Polda Kalbar Tetapkan Satu Tersangka Terkait Kasus 2 Anak Hilang di Pontianak

“Pihak keluarga menolak untuk dilakukannya otopsi terhadap korban, dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah yang menimpa keluarga dan jenazah korban sudah dibawa oleh pihak keluarganya untuk dilakukannya prosesi pemakaman,” tegas Ade.

Berlangganan Udpate Terbaru di Telegram dan Google Berita