News

Tahun Baru 2023, Lasarus Ajak Masyarakat Rawat Semangat Optimisme Bayang-bayang Resesi Global

249
×

Tahun Baru 2023, Lasarus Ajak Masyarakat Rawat Semangat Optimisme Bayang-bayang Resesi Global

Sebarkan artikel ini
Lasarus
Lasarus, Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar dan Ketua Komisi V DPR RI.

KALBAR SATU ID, PONTIANAK – Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengajak masyarakat untuk merawat semangat optimisme di tahun baru 2023. Menurutnya, rasa optimisme harus terus dirawat dan ditumbuhkan di tengah bayang-bayang resesi global yang diprediksi terjadi pada tahun depan.

“Tahun 2022 telah kita lewati dan marilah kita sambut tahun baru 2023 dengan optimis. Lembaga internasional yang memprediksi kalau tahun ini akan resesi, kondisi ekonomi disebut akan gelap dan seterusnya jangan sampai membuat kita pesimis,” kata Lasarus dalam keterangan pers yang dibagikannya kepada awak media, Sabtu (31/12/2022).

Advertiser
Image
Banner Ads

Lasarus mengatakan bahwa bayang-bayang resesi di tahun 2023 tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Pasalnya, Indonesia telah berpengalaman melewati beberapa kali masa krisis, seperti di tahun 1997-1998 dan di tahun 2008. Di samping itu, masyarakat Indonesia juga disebutnya telah memiliki modal berharga untuk melewati ancaman resesi 2023.

Baca juga: Pengertian dan Apa itu Resesi Ekonomi? Penyebab dan Dampaknya, Benarkah Indonesia Terancam?

Baca juga: Cara Menghadapi Resesi: Indonesia Masuk Negara Berkembang yang Diprediksi Ekonomi Lesu

“Sejarah telah membuktikan kalau bangsa kita sukses melewati masa-masa krisis di masa silam. Alasan lainnya mengapa tak perlu terlalu resah dengan resesi karena bangsa kita punya modal yang sangat berharga yang namanya gotong royong,” timpalnya.

Lasarus menambahkan bahwa kendati resesi ekonomi merupakan isu global yang tidak perlu dikhawatirkan, masyarakat tetap dianjurkan untuk selalu waspada. Dirinya lantas mengingatkan masyarakat untuk lebih efisien dalam membelanjakan uang, menyiapkan dana darurat, mencari penghasilan tambahan, serta tidak menambah utang untuk keperluan yang tidak terlalu mendesak.

Baca juga: Resesi Ekonomi, Ketua DPRD Kubu Raya: Recovery Ekonomi Sangat Penting

Baca juga: 9 Negara Terancam Bangkrut Menyusul Sri Lanka, Benarkah Indonesia akan Bernasib Sama?

“Resesi memang mungkin saja terjadi, tetapi dampaknya tidak akan separah yang dikahawatirkan. Sebagai bentuk antisipasi manakala kemungkinan itu terjadi, maka tahan dululah untuk berbelanja barang-barang yang sifatnya sekunder, apalagi tersier. Akan sangat bijak kalau uang yang dimiliki itu ditabung atau diinvestasikan,” pungkasnya.

Baca juga: Sinopsis Buku Harian Seorang Istri 25 Juni 2021. bayang-Bayang Claudia Membuat Nana Panik Dan Resah

Baca juga: Hadir di Temu Akbar Pasukan Merah, Lasarus Puji Presiden Jokowi

Berlangganan Udpate Terbaru di Telegram dan Google Berita
Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP