Gelar Dialog Interaktif, PMII Kalbar Ajak Masyarakat Tidak Takut Datang ke TPS

  • Whatsapp
Gelar Dialog Interaktif, PMII Kalbar Ajak Masyarakat Tidak Takut Datang ke TPS
Gelar Dialog Interaktif, PMII Kalbar Ajak Masyarakat Tidak Takut Datang ke TPS/ISTIMEWA

KALBARSATU.ID – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kalimantan Barat Gelar Dialog Interaktif bertajuk Ancaman Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 di Tengah Pandemi di Hotel Merpati Pontianak, Jumat (14/8/20).

Turut narasumber dr. Harisson,. M. Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Ruhermansyah, SH selaku Ketua Bawaslu Kalbar, Erwin, S, Sos, M. Sos selaku Komisioner KPU Kalbar, Misrawi, S. Sos selaku Ketua Netfid Kalbar, dan Kurnia Santoso, selaku Jurnalis/Editor siaran RRI Pontianak.

Bacaan Lainnya

Ketua PKC PMII Kalbar Mu’ammar Kadafi menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Kalbar, karena mendapat predikat terbaik Nomor 1 di Indonesia dalam rangka Kinerja Tangani Covid-19.

“Nah tentu hal tersebut tidak terlepas dari peran Gubernur beserta jajaran termasuk Kadinkes sendiri,” katanya dalam sambutannya.

Tentu dengan dilaksanakannya Pilkada Serentak tidak menyebabkan kasus baru, lanjutnya, ini yang mesti kita khawatirkan bersama, sosialisasi terkait Protokoler Kesehatan mesti masif.

“Dengan adanya dialog ini kami juga berharap sinergeritas dinas Kesehatan, KPU, Bawaslu, Media dan lembaga lainnya agar bersama-sama mensukseskan Pilkada serentak,” ujarnya.

Kendati demikian dirinya juga mengingatkan kepada KPU agar lebih intens mensosialisasikan Pilkada di Kecamatan yang tidak ada akses internet, ini masalah yang harus di pecahkan. Karena akan sangat berpengaruh terhadap partisipasi pemilih nantinya.

“Kami juga berharap KPU melibatkan peran ormas, mahasiswa dalam mensosialisasikan di lapangan (seperti relawan demokrasi) agar partisipasi masyarakat lebih meningkat di masa pandemi ini,” ujarnya.

Pada prinsipnya PMII Kalbar siap membantu mensosialisasikan, mendorong kader, masyarakat untuk bersama2 datang ke TPS. PMII juga siap menurunkan relawan relawan demokrasi namun tentu harus jelas legalitasnya dari KPU sebagai penyelenggara.

“KPU juga harus mampu meyakinkan semua lapisan masyarakat bahwa ketika datang ke TPS aman dari sebaran Covid-19, agar ketakutan masyarakat untuk datang ke TPS dapat diminimalisir,” tambahnya.(Zu45)

Pos terkait