Gelar Halal Bihalal dan Rapat Pleno, DPD Golkar Kalbar Persiapkan Diri untuk New Normal

  • Whatsapp
DPD Golkar Kalbar Halal Bihalal
Ketua DPD Golkar Kalbar Maman Abdurrahman (urutan kedua dari kanan),- FOTO/istimewa.

KALBARSATU.ID – Partai Golkar Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar kegiatan Halal Bihalal dan rapat pleno pada 27 Mei 2020 lalu. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kantor DPD Golkar Kalbar Gedung Zamrud Khatulistiwa Jl. Ahmad Yani Pontianak, Kalbar.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam masa pendemi yang bertepatan suasana Idul Fitri 1441 Hijriah, sehingga membuat kegiatan tersebut tidak terlepas dari protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

Protokol kesehatan yang diterapkan seperti kewajiban memakai masker, skrining kesehatan dan suhu tubuh , menjaga jarak, serta mencuci tangan dengan sabun/alkohol.

Pada pleno dan Halal Bihalal tersebut Partai golkar membahas untuk mempersiapkan diri menghadapi New Normal Life yang akan diterapkan dalam waktu dekat.

“Mau tidak mau masyarakat harus terbiasa dengan penerapan kebiasaan baru dalam beraktivitas. Kebiasaan protokol kesehatan yang ketat akan berdampak baik bagi diri atau masyarakat secara luas.
Sehingga tidak ada alasan masyarakat untuk tidak menerapkan protokol jika harus terpaksa beraktivitas diluar atau bertemu orang banyak,” ungkap Ketua DPD Partai Golkar Maman Abdurrahman, ST yang juga sebagai anggota DPR RI Dapil Kalbar Satu.

Pada momen ini Partai Golkar melalui ketuanya Maman Abdurrahman mengungkapkan ucapan perayaan hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

“Selamat hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, serta mohon maaf lahir dan batin kepada para kader dan simpatisan Partai Golkar, khususnya kepada semua masyarakat Kalimantan Barat,” ucapnya.

Tidak hanya itu, ia juga berharap agar wabah virus corona ini cepat usai dan aktifitas pun kembali normal.

“Partai Golkar Kalbar berharap kita segera keluar dari out-break covid-19 sehingga bisa beraktifitas normal, sehingga perekonomian dapat kembali pulih. Partai Golkar Kalbar menyadari sangat banyak masyarakat yang terdampak secara ekonomi, sehingga membutuhkan perhatian lebih. Pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat telah meluncurkan program-program maupun bantuan untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Rok)

Pos terkait