Jumlah Pasien Sembuh dari Covid-19 di Kalbar Terus Bertambah di Kalbar

  • Whatsapp
Ikustrasi
Ilustrasi pasien sembuh (Sumber: Mintrabayangkara.com)

KALBARSATU.ID – Kabar baik, jumlah pasien sembuh dari virus corona atau Covid-19 di Kalimantan Barat terus bertambah.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji menyampaikan, berdasarkan hasil tes swab PCR yang diterima pihaknya pada Minggu (31/5/2020) menunjukkan, ada enam pasien Covid-19 yang kini dinyatakan sembuh.

Bacaan Lainnya

Pasien yang sembuh menurut Kadiskes Kalbar, Harisson terdiri dari 1 orang di Kota Pontianak, dua orang Kabupaten Kubu Raya serta tiga orang di Kabupaten Landak.

Jumlah itu menunjukan penambahan dari sebelumnya, sehingga saat ini total 53 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19 di Kalimantan Barat.

Selain keberadaan pasien sembuh, terdapat lima pasien yang dinyatakan sebagai kasus konfirmasi baru, 3 orang di Kabupaten Ketapang, dua orang Kabupaten Kubu Raya.

“Jadi total sampai pada hari ini di Kalbar ada 189 kasus konfirmasi dan 53 orang dinyatakan sembuh dan 4 dinyatakan meninggal,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson.

Pada kesempatan berbeda, Harisson memprediksi kurva pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kalimantan Barat akan semakin menurun.

Hal itu disampaikan Harisson, saat ditanya mengenai perkembangan terkini Covid-19 di Kalimantan Barat.

”Saya memprediksi kedepan, kita ini kurvanya akan flat atau akan turun,” ungkap Harisson dilansir KompasTV.

Harisson mengatakan, baru-baru ini hasil pemeriksaan laboratorium Untan menunjukkan tiga kasus konfirmasi sembuh.

Sejak 9 Mei hingga 19 Mei, kurva pasien Covid-19 cenderung stabil, karena tidak ada tambahan pasien baru.

Pada tanggal 21 Mei, ada pasien yang dinyatakan sembuh, sehingga tren kurva menurun.

Meski sempat terjadi penambahan pasien yang terkonfirmasi positif dari Bandara Supadio, tetapi per 29 Mei sejumlah pasien dinyatakan sembuh.

Harisson menambahkan meski kurva menurun dan stabil, warga tetap diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, dan menjaga pola hidup sehat.

Selain itu jika penerapan tatanan normal baru diberlakukan di Kalbar artinya masyarakat harus lebih peduli terhadap protokol kesehatan dalam beraktivitas sehari hari.(rls)

Pos terkait