Pimpin DPW MSI Kalbar, Sujiwo Siap Tingkatkan Motivasi Petani untuk Menanam Singkong

  • Whatsapp
Pimpinan DPW MSI Kalbar, Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo
Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo

KUBU RAYA, KALBAR SATU – Kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) Kalimantan Barat resmi terbentuk.

Pembentukan organisasi tersebut ditandai dengan pelantikan pengurus oleh Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) MSI Arifin Lambaga pada Kamis (22/4/2021) siang.

Bacaan Lainnya

Pucuk pimpinann DPW MSI Kalbar dipercayakan kepada Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo. Ia akan memimpin MSI selama lima tahun, dari 2021 hingga 2026 mendatang.

Dalam sambutannya seusai dilantik, Sujiwo berkomitmen menjadikan MSI sebagai pemberi solusi bagi para petani singkong.

Di bawah kepemimpinannya, MSI dipastikan Sujiwo akan terus menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan motivasi petani untuk menanam ubi kayu.

“Rendahnya motivasi petani untuk menanam singkong itu lantaran nilai ekonominya yang rendah dibandingkan komoditas pangan lain.

Kemudian, pasarnya yang tidak pasti sehingga mereka bingung mau menjualnya ke mana. Hadirnya MSI di Kalbar salah satunya adalah untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut,” katanya di Kantor Bupati Kubu Raya.

Sujiwo mengungkapkan, salah satu solusi yang akan dihadirkan MSI ke depan ialah pendampingan pembuatan berbagai macam produk olahan singkong kepada para petani singkong.

Melalui pendampingan, para petani akan dibekali keterampilan untuk mengolah sendiri hasil produksinya agar menjadi produk yang lebih bernilai ekonomi.

Sujiwo juga menambahkan bahwa pendampingan tidak akan sebatas pada proses pembuatan produk olahan singkong semata. Lebih dari itu, MSI juga akan berupaya menyiapkan pasar bagi produk olahan singkong tersebut dengan melibatkan pihak ketiga.

“Melalui pendampingan, maka petani punya alternatif saat musim panen singkong tiba. Jika maunya cepat dapat uang tetapi nilai jualnya rendah, maka dijual mentah.”

Tapi kalau ingin harganya lebih tinggi, maka harus diolah terlebih dahulu menjadi berbagai jenis camilan, tepung, bahkan pengganti bahan bakar seperti bioetanol.”

Perlu tenaga dan kesabaran ekstra tentunya, dan MSI akan hadir memberikan pembekalan keterampilan mengolah singkong menjadi produk-produk tersebut,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan