Pontianak, Kubu Raya dan Mempawah Belajar Tatap Muka SMA/SMK dihentikan

  • Whatsapp
Pontianak, Kubu Raya dan Mempawah Belajar Tatap Muka SMA/SMK dihentikan
Ilustrasi

Pontianak, Kubu Raya dan Mempawah Belajar Tatap Muka SMA/SMK dihentikan

PONTIANAK, KALBARSATU.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar kembali berlakukan belajar daring untuk SMA/SMK di Kota Pontianak.

Bacaan Lainnya

Pengumuman itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar Sugeng bahwa SMA/SMK di Kota Pontianak, Mempawah dan Kubu Raya dihentikan pembelajaran tatap muka dan kembali untuk belajar daring.

Kata dia, pemberhentian sementara belajar tatap muka SMA/SMK di tiga kabupaten kota tersebut sesuai arahan Gubernur Kalbar selaku Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi.

Alasan di Mempawah dan Kubu Raya karena melihat kondisi sebaran kasus di daerah tersebut masih relatif tinggi dan ditemukan kasus positif terhadap beberapa guru dan siswa di SMA yang ada di Pontianak.

“Penutupan SMA/SMK di tiga daerah tersebut dilakukan secara menyeluruh tidak hanya di pusat kota saja. Kita juga sudah berkirim surat ke sekolah yang ada di tiga daerah tersebut,” ujar Sugeng, Pontianak, Minggu 28 Februari 2021.

Selain itu, lanjut dia, telah ditemukan kasus positif terhadap guru dan siswa di beberapa SMA yang ada di Kota Pontianak yang saat ini telah diambil langkah cepat untuk isolasi para siswa dan guru di Upelkes.

“Jadi Kota Pontianak hasilnya sudah keluar ditemukan kasus pada guru dan siswa. Sedangkan Mempawah dan Kubu Raya cenderung ada kenaikan kasus,” ujarnya.

Sesuai arahan Gubernur Kalbar, tambah dia, sudah memerintahkan untuk ditutup proses pembelajaran tatap muka di tiga daerah tersebut dan kembali untuk melaksanakan pembelajaran secara daring.

“Jadi Kota Pontianak, Mempawah dan Kubu Raya kembali daring. Sedangkan untuk sekolah lainnya yang berada di zona kuning selain tiga daerah tersebut masih melaksanakan belajar tatap muka,” jelasnya.

Bagi SMA/SMK yang masih melaksanakan belajar tatap muka harus tetap melaskanaan prokes dan memantau perkembangan kesehatan siswa dan tenaga pendidik serta berkordinasi dengan puskesmas terdekat.

Ia juga menjelaskan bahwa tutupnya SMA/SMK di Mempawah dan Kubu Raya karena ada kecendrungan peningkatkan kasus.

Sementara di Kota Pontianak alasannya, karena ditemukan kasus positif di beberapa SMA. Maka langkah yang diambil adalah pembelajaran tatap muka dihentikan sementara waktu. #

Pos terkait

Tinggalkan Balasan