Tiga Cakada yang Diusung PDI Perjuangan di Kalbar Ikuti Sekolah Partai Gelombang Pertama

  • Whatsapp
Tiga Cakada yang Diusung PDI Perjuangan di Kalbar Ikuti Sekolah Partai Gelombang Pertama
Tiga Cakada yang Diusung PDI Perjuangan di Kalbar Ikuti Sekolah Partai Gelombang Pertama/ISTI

KALBARSATU.ID – Sebanyak 129 calon kepala daerah (cakada) yang diusung PDI Perjuangan pada Pilkada serentak 2020 mengikuti sekolah partai gelombang pertama yang diadakan DPP PDI Perjuangan.

Dari ratusan cakada itu, tiga di antaranya merupakan calon bupati yang berasal dari wilayah Kalimantan Barat. Ketiganya, yakni Cabup Bengkayang Martinus Kajot, Cabup Kapuas Hulu Fransiskus Diaan dan Cabup Sintang Yohanes Rumpak.

Bacaan Lainnya

Ketiga cakada dari Kalbar itu diwajibkan mengikuti sekolah partai secara daring selama lima hari, terhitung sejak Jumat (21/8/2020) hingga Selasa (25/8/2020). Agenda sekolah partai dibuka langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Semua calon wajib mengikuti sekolah partai. Dari jumlah peserta gelombang pertama sebanyak 129 orang, 45 di antaranya adalah petahana. Seluruh materi akan disampaikan secara daring.

Meski pelaksanaan dipersingkat akibat pandemi Covid-19, namun penugasan lapangan diperbanyak, termasuk perhatian terhadap kebudayaan dan berbagai program untuk mengatasi pandemi Covid-19 di daerah masing-masing,” kata Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat sebagaimana dilansir dari Gesuri.id, Jumat (21/8/2020).

Djarot menambahkan, selama lima hari mengikuti sekolah partai, para calon kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan akan menerima lima materi pokok, yaitu tentang ideologi Pancasila dan implementasinya dalam kebijakan pembangunan daerah, dan penyesuaian visi dan misi yang merupakan penjabaran ideologi Pancasila dan menjadi bagian dari visi nasional.

Materi lainnya yang akan diterima calon-calon kepala daerah, yakni tentang tata kelola pemerintahan yang bersih dari KKN dan berpihak pada kesejahteraan rakyat dalam bingkai NKRI yang berbhineka tunggal ika, strategi pemenangan Pilkada dan best practice kepemimpinan daerah dari kader PDI Perjuangan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjelaskan bahwa sekolah partai merupakan tradisi kaderisasi dalam menciptakan pemimpin yang pancasilais dan patriotis. Melalui sekolah partai, PDI Perjuangan ingin menggembleng calon kepala daerah menjadi pemimpin yang visioner.

“Sekolah calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah menjadi tradisi dan jalan ideologi partai agar lahir pemimpin yang visioner dan mengakar pada kehendak rakyat. Sekolah partai ini tidak hanya sebagai sarana hadirnya pemimpin daerah yang ideologis, namun juga memperkuat tradisi intelektual partai,” ucap Hasto seperti disitat dari Gesuri.id.

Untuk diketahui, dari tiga calon kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan pada Pilkada di wilayah Kalbar, hanya Martinus Kajot yang mengikuti sekolah partai dari Kantor DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat. Sementara Yohanes Rumpak dan Fransiskus Diaan mengikuti sekolah partai dari kediaman dan kantornya masing-masing.(Njb)

Pos terkait