Scroll untuk baca artikel
IslamTerkini

Apa Saja Amalan Bulan Muharram Yang Disunnahkan Rasulullah

219
×

Apa Saja Amalan Bulan Muharram Yang Disunnahkan Rasulullah

Sebarkan artikel ini
Apa Saja Amalan Bulan Muharram Yang Disunnahkan Rasulullah
Apa Saja Amalan Bulan Muharram Yang Disunnahkan Rasulullah. Foto/Istimewa.

KALBAR SATU ID – Apa Saja Amalan Bulan Muharram Yang Disunnahkan Rasulullah.

Bulan Muharram merupakan bulan pertama yang ada dalam kalendar Hijriyah. Banyak sekali keutamaan dan amalan-amalan yang disunnahkan pada bulan tersebut.

Advertiser
Banner Ads

Setidaknya penulis sudah merangkum 12 amalan sunnah di bulan Muharram sesuai anjuran Rasulullah SAW.

Bagi umat Islam yang ingin melaksanakan amalan-amalan sunnah sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasulullah dapat melihat keterangannya dibawah ini.

Lantas, apa saja amalan di Bulan Muharram itu? Simak berikut ini penjelasan lengkapnya sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber.

  1. Sholat Tasbih di Bulan Muharram

Sholat Tasbih merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan di bulan Muharram. Sholat ini dilakukan pada malam tanggal 10 Muharram yang jatuh pada 28 Juli 2023.

Baca juga: 20 Kata-kata Ucapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H Menyentuh Hati

Sholat tasbih terdiri dari empat rakaat. Jika dilakukan pada siang hari maka empat rakaat sekaligus satu kali salam, dan setiap dua rakaat salam jika dikerjakan malam hari.

Niat sholat Tasbih adalah sebagai berikut:

Jika dikerjakan langsung empat rakaat

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Ushalli sunnatattasbiihi arba’a raka’aatin lillaahi ta’aala

Artinya: “Saya niat melaksanakan sholat sunnah tasbih empat rakaat semata-mata karena Allah ta’ala”.

Adapun niat shalat tasbih dengan dua kali salam adalah:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Ushalli sunnatattasbiihi arba’a rak’ataini lillaahi ta’aala

Artinya: “Saya niat melaksanakan sholat sunnah tasbih dua rakaat semata-mata karena Allah ta’ala”.

Seseorang yang melaksanakan shalat tasbih, setiap rakaat disunnahkan membaca tasbih sebanyak 75 kali dengan rincian sebagai berikut :

Sesudah membaca surat al-fatihah dan surat lainnya sebanyak 15 kali.

Ketika ruku’ sesudah membaca doa ruku’ sebanyak 10 kali.

Baca juga: Link Twibbon Tahun Baru Islam 2023 Keren, Dipasang 1 Muharram 1445 H Gratis!

Ketika i’tidal sesudah membaca doa i’tidal sebanyak 10 kali.

Ketika sujud sesudah membaca doa sujud sebanyak 10 kali.

Ketika duduk di antara dua sujud sesudah membaca do’anya sebanyak 10 kali.

Ketika sujud kedua sesudah membaca doanya sebanyak 10 kali.

Ketika bangun dari sujud kedua (sewaktu duduk istirahat atau sesudah membaca tahiyyat sebelum salam) sebanyak 10 kali.

Dengan demikian, jika dilakukan empat rakaat maka jumlah tasbih yang dibaca sebanyak 300 kali. Adapun bacaan tasbihnya adalah sebagai berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْم.

Bacaan latin: Subhanallaahi wal hamdulillaahi wa laa liahaillallaahu wallaahuakbaru walaahaula walaaquwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘adziim

Artinya: “Maha suci Allah dan segala puji adalah milik-Nya. Tiada tuhan selain Allah, Dia-lah Dzat Yang Maha Besar. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Dzat Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung”. (3)

  1. Puasa di Bulan Muharram

Puasa Muharram merupakan amalan utama pada bulan mulia tersebut. Umat muslim disarankan melaksanakan puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

Tanggal 9 Muharram sendiri dikenal juga dengan Hari Tasu’a dan jatuh pada 27 Juli 2023. Sementara tanggal 10 Muharram dikenal dengan Hari Asyura yang betepatan dengan tanggal 28 Juli 2023.

Mengutip laman MUI, umat muslim disarankan berpuasa pada hari Tasu’a dan Asyura karena dapat menghapus dosa-dosa selama satu tahun yang lalu. Rasulullah SAW dalam hadits shahih yang diriwayatkan Imam Muslim dari sahabat Abu Qatadah menjelaskan:

عَنْ أَبِيْ قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ. فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ. رواه مسلم

Artinya: “Sahabat Abu Qatadah Radliyallah ‘Anhu berkata, bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang fadlilah atau keutamaan puasa pada hari ‘Asyura (10 Muharram). Kemudian beliau menjelaskan, bahwa puasa pada hari ‘Asyura itu dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu”. (HR. Muslim).

Demikian juga sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abdullah ibn ‘Abbas RA :

لَئِنْ بَقَيْتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُوْمَنَّ اَلتَّاسِعَ

Artinya: “Jika aku masih hidup hingga tahun depan, pasti aku akan melaksanakan puasa pada tanggal 9 Muharram”.

Tatacara pelaksanaan puasa Tasu’a dan ‘Asyura sama dengan puasa Ramadhan. Adapun niat puasa Tasu’a adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ لِأَدَاءِ يَوْمِ التَّاسِعِ مِنْ شَهْرِمُحَرَّمْ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Nawaitu shaumaghadin li-adaa-i yaumittaasi’i min syahri muharram sunnatan lillaahi ta’aala

Artinya: “Saya niat melaksanakan ibadah puasa sunnat pada hari kesembilan bulan Muharram, semata-mata karena mengharapkan ridla Allah Ta’ala”.

Sementara niat puasa Asyura adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ لِأَدَاءِ يَوْمِ اَلْعاَشِرِمِنْ شَهْرِمُحَرَّمْ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Nawaitu shaumaghadin li-adaa-i yaumil ‘aasyiri min syahri muharram sunnatan lillaahi ta’aala
Artinya: “Saya niat melaksanakan ibadah puasa sunnah pada hari kesepuluh bulan Muharram, semata-mata karena mengharapkan ridha Allah Ta’ala”(4)

  1. Mempererat Silaturahmi

Menyambung silaturahmi juga termasuk amalan yang dilanjutkan di bulan Allah ini. Silaturahim seperti diketahui juga memiliki banyak keutamaan.

Syekh Sulaiman Al-Bujairimi menyebut setidaknya ada 10 keutamaan silaturahmi.

وَفِي صِلَةِ الرَّحِمِ عَشْرُ خِصَالٍ مَحْمُودَةٍ

Artinya: “Dalam silaturahim terdapat sepuluh hal terpuji,” (Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Bujairimi alal Khatib, [Beirut, Darul Fikr: 2007 M/1427-1428 H], juz III, halaman 272).

Adapun keutamaan bagi orang yang menjaga silaturahim yang pertama adalah ridha Allah. Kedua, amalan ini dapat membuat bahagia kerabat.

Baca juga: Bacaan Doa Akhir dan Awal Tahun, Dibaca Tahun Baru Islam Tanggal 1 Muharram 2023

Ketiga, amalan ini dapat membuat bahagia malaikat karena malaikat senang pada silaturahim. Sementara keutamaan yang keempat ialah melahirkan memori atau ingatan positif dari orang beriman terhadap mereka yang menjaga silaturahim.

Selanjutnya yang kelima membuat hati dan pikiran Iblis susah karena mereka menghendaki semangat persaudaraan manusia pecah. Keutamaan keenam ialah menambah berkah umur.

Keutamaan selanjutnya adalah menambah keberkahan rezeki. Selanjutnya menjaga silaturrahim juga membuat bahagia ayah dan kakek yang sudah wafat karena mereka senang kalau keturunannya menjaga hubungan kekerabatan.

Kemudian keutamaan yang kesembilan ialah menambah muruah. Keutamaan yang terakhir adalah menambah pahala setelah mereka yang menjaga silaturahim wafat karena karena kerabat-kerabat akan menyebut kebaikannya semasa hidup.(5)

  1. Bersedekah

Berbagi rezeki juga dianjurkan pada bulan Muharram. Amalan ini lebih dianjurkan lagi diamalkan pada hari ‘Asyura.

Keluarga terdekat adalah pihak utama yang mesti diperhatikan pada hari tersebut. Rasulullah SAW pun pernah berkata,

من وسع على عياله في يوم عاشوراء وسع الله عليه في سنته كلها

Artinya: “Orang yang melapangkan keluarganya pada hari Asyura’ maka Allah akan melapangkan hidupnya pada tahun tersebut,” (HR At-Thabarani dan Al-Baihaqi).

Yang dimaksud melapangkan keluarga ialah mencukupi kebutuhan hidup keluarga, yaitu kebutuhan makanan ataupun kebutuhan lain. Dalam hadits di atas dijanjikan bagi orang yang mencukupi kebutuhan keluarganya, kebutuhan hidupnya akan dilapangkan setahun.(6)

  1. Mandi

Mandi di bulan Muharram juga menjadi salah satu amalan yang dianjurkan.(4)

  1. Memakai Celak Mata

Memakai celak mata adalah sunnah yang dapat dilakukan di bulan Muharram. Memakai celak dipercaya juga bagus untuk kesehatan mata,

Memakai celak mata ini belum didukung oleh hadis shahih. Kaum Ahlussunah disebut harus fair bahwa sumber hadits tersebut tidak jelas alias maudhu’ sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Muhammad Mahmud al-Hanafi dalam Umdatul Qari’ Syarah Shahih al-Bukhari menyebutkan:

النَّوْع السَّادِس: مَا ورد فِي صَلَاة لَيْلَة عَاشُورَاء وَيَوْم عَاشُورَاء، وَفِي فضل الْكحل يَوْم عَاشُورَاء لَا يَصح، وَمن ذَلِك حَدِيث جُوَيْبِر عَن الضَّحَّاك عَن ابْن عَبَّاس رَفعه: (من اكتحل بالإثمد يَوْم عَاشُورَاء لم يرمد أبدا) ، وَهُوَ حَدِيث مَوْضُوع،

Artinya: “Nomor enam: Hadits yang menjelaskan tentang malam Asyura’ dan hari Asyura’, dan dalam keutamaan memakai celak pada hari Asyura’ tidak shahih”.

Di hadits tersebut terdapat informasi dari Juwaibir dan al-Dhahhak dari Ibnu Abbas yang dianggap marfu’ dengan konten ‘Barangsiapa memakai celak pada hari Asyura’ tidak akan terjangkiti penyakit beleken selamanya’. Hadits ini maudhu’ (palsu).”(7)

  1. Ziarah Kepada Ulama

Berziarah kepada ulama juga merupakan salah satu amalan yang dianjurkan saat Muharram.(4)

  1. Menjenguk Orang Sakit

Menjenguk orang yang sakit termasuk salah satu amalan yang dianjurkan di bulan Muharram (4). Anjuran ini juga didasarkan pada riwayat Al-Barra` Ibnu ‘Azib yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan untuk mengiringi jenazah dan menjenguk orang sakit.

Hal ini sebagaimana dikemukakan Abu Ishaq As-Syirazi dalam Kitab Al-Muhadzdzab.

وَيُسْتَحَبُّ عِيَادَةُ الْمَرِيضِ لِمَا رَوَى البَرَّاءُ بْنُ عَازِبٍ قَالَ أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِاتِّبَاعِ الْجَنَائِزِ وَعِيَادَةِ الْمَرْضَى

Artinya: “Dan disunnahkan menjenguk orang sakit karena didasarkan pada hadits riwayat Al-Bara` bin ‘Azib ia berkata, ‘Rasulullah SAW telah memerintahkan kami untuk mengiringi jenazah dan menjenguk orang sakit,” (Lihat Abu Ishaq As-Syirazi, Al-Muhadzdzab fi Fiqhil Imamis Syafi’i, [Beirut, Darul Fikr, tanpa catatan tahun], juz I, halaman 126).(8)

  1. Menambah Nafkah Keluarga

Penamaan bulan Muharram dengan syahrullah atau bulan Allah mengindikasikan kemuliaan dan keistimewaan Muharram dibanding bulan lainnya. Muharram bulan mulia, dianjurkan memperbanyak amalan sunah pada bulan tersebut.

Di antara amalan sunah yang paling utama dilakukan pada bulan Muharram ialah puasa. Rasulullah SAW berkata, “Puasa paling utama setelah Ramadhan ialah puasa pada syahrullah, yaitu Muharram,” (HR Muslim).

Selain puasa, berbagi rezeki juga dianjurkan pada bulan Muharram, terutama pada hari ‘Asyura. Keluarga terdekat adalah pihak utama yang mesti diperhatikan pada hari tersebut. Rasulullah SAW berkata,

من وسع على عياله في يوم عاشوراء وسع الله عليه في سنته كلها

Artinya: “Orang yang melapangkan keluarganya pada hari Asyura’, maka Allah akan melapangkan hidupnya pada tahun tersebut,” (HR At-Thabarani dan Al-Baihaqi).

Melapangkan keluarga yakni mencukupi kebutuhan hidup keluarga, yaitu kebutuhan makanan ataupun kebutuhan lain. Dalam hadits di atas dijanjikan bagi orang yang mencukupi kebutuhan keluarganya, kebutuhan hidupnya akan dilapangkan setahun.

Kebenaran hadits ini pernah dibuktikan oleh Sufyan As-Tsauri. Ia berusaha untuk melapangkan kehidupan keluarganya pada hari Asyura. Setelah itu, ia merasakan kalau kehidupannya dilapangkan sebagaimana dijanjikan dalam hadits di atas.

Sufyan As-Tsauri berkata,

إنا قد جربناه فوجدناه كذلك

Artinya: “Kami pernah mencobanya, dan kami memperoleh ganjarannya (kelapangan).”(9)

  1. Memotong kuku

Memotong kuku juga menjadi amalan yang dianjurkan dalam bulan Muharram.(4) Memotong kuku juga dijelaskan dalam haditsnya Rasulullah saw sebagai berikut:

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: خَمْسٌ مِنْ الْفِطْرَةِ: الِاسْتِحْدَادُ و الْخِتَانُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ

Artinya: “Lima perkara merupakan fitrah (sesuci) yaitu, memotong bulu kemaluan, berkhitan, memotong kumis, mencabut bulu ketiak dan memotong kuku”

Dari hadits ini para ahli fiqih memberikan hukum sunnah kepada kegiatan yang memiliki orientasi kebersihan dan kerapian, yaitu memotong bulu yang tumbuh di sekitar daerah kemaluan dan mencabut bulu yang tumbuh di ketiak lengan tangan serta memotong kuku.(10)

  1. Mengusap Kepala Anak Yatim

Bulan Muharam sering disebut sebagai bulannya anak yatim, atau lebarannya anak yatim. Ini berdasarkan keterangan dari Rasulullah SAW yang menyatakan siapa saja yang mengusap kepala anak yatim dengan tangannya di hari Asura (tanggal 10 Muharam) maka Allah akan mengangkat derajat orang tersebut, satu rambut satu derajat kemuliaan.

Seorang pengasuh Pondok Pesantren Al-ikhsan Tegal KH Tokhawi Said pernah menyampaikan dalam tausiahnya bahwa menyayangi anak yatim bukan di bulan Muharam saja. Pasalnya kebutuhan hidup anak yatim itu setiap hari bukan setahun sekali.(11)

  1. Membaca Surat al-Ikhlas 1.000 Kali

Membaca surat al-ikhlas juga menjadi amalan dianjurkan dalam bulan Muharram.(4) Sementara itu, seorang pengasuh pondok pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, KH Mochammad Djamaluddin Ahmad pernah menyampaikan beberapa kehebatan dari istikamah berzikir kepada Allah SWT.

“Zikir lebih utama dibanding semua amal. Bahkan lebih utama dari sedekah emas. Lebih utama dari perang membunuh musuh, lalu kita dibunuh musuh,” katanya.

Kiai Jamal lalu menyebutkan di zaman Nabi Muhammad SAW seorang sahabat Nabi yang selalu membaca surat al-Ikhlas ketika hendak melakukan sesuatu. Sahabat tersebut bernama Muawiyah bin Muawiyah al-Laytsi. Muawiyah setiap keluar rumah selalu membaca surat al-Ikhlas begitu juga saat masuk rumah.

“Sahabat Muawiyah duduk juga baca kulhu (surat al-Ikhlas), berdiri juga baca kulhu. Dalam setiap keadaan dia selalu baca kulhu,” jelasnya saat pengajian rutinan di Bumi Damai Al-Muhibbin.

Ketika sahabat Muawiyah wafat, Rasulullah beserta sahabat lain datang untuk takziah. Saat itu Nabi Muhammad SAW kaget melihat ada ribuan malaikat di sekitar Muawiyah. Karena penasaran, Nabi pun mencari informasi tentang kebiasaan Muawiyah sesama hidupnya. Dan dari sana diketahui jika Muawiyah punya rutinan atau zikir surat al-Ikhlas.

Muawiyah wafat usai perang Tabuk. Saat itu Muawiyah ingin berangkat perang, akan tetapi karena menderita demam sangat tinggi, akhirnya Nabi menahannya untuk tetap di Madinah. Dalam perjalanan pulang menuju Madinah ada kabar Muawiyah telah meninggal dunia.

“Ketika Muawiyah wafat, Nabi Muhammad SAW melihat ada 70 ribu malaikat yang ikut berkumpul mendoakan. Sampai-sampai menutupi cahaya matahari dan terlihat redup,” tambah Kiai Djamal.

Kiai Djamal mengatakan dari kisah sahabat Muawiyah ini dapat diambil kesimpulan tentang pentingnya setiap individu memiliki zikir yang diamalkan setiap hari. Zikir tersebut terserah setiap orang. Selama itu dalam kategori kalimat baik. Bisa juga diambil dari ayat Al-Qur’an dan hadits.

Kisah tentang Muawiyah radiyallahu anhu diriwayatkan oleh beberapa ulama hadits seperti Imam Bayhaqi dalam kitab Sunan-nya dan Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Musnad yang bersumber dari sahabat Anas bin Malik radiyallahu anhu.

“Mugi Allah paring kita saget zikir dalam setiap keadaan,” tandasnya.(12)

Sumber:

(1) MUI Digital ’12 Amal Kebaikan yang Bisa Dilakukan pada Muharram’
(2) NU Online ‘Amalan Utama di Bulan Muharram’
(3) MUI Digital ‘Puasa dan Shalat Sunnah di Bulan Muharram’
(4) NU Online ’12 Amalan dalam Bulan Muharram’
(5) NU Online ‘Ini 10 Keutamaan Silaturahim’
(6) NU Online ‘Keutamaan Berbagi di Hari Asyura’
(7)NU Online ‘Hadits Shahih tentang Amalan Hari Asyura’
(8) NU Online ‘Waktu yang Baik Menjenguk Orang Sakit’
(9) NU Online ‘Keutamaan Berbagi di Hari Asyura’
(10) NU Online ‘Cara Merawat Kumis, Jenggot dan Bulu’
(11) NU Online ‘Ingat Anak Yatim Jangan Hanya Setahun Sekali’
(12) NU Online ‘Ini Keistimewaan Zikir Surat Al-Ikhlas’

Itulah penjelasan Apa Saja Amalan Bulan Muharram Yang Disunnahkan Rasulullah.

Berlangganan Udpate Terbaru di Telegram dan Google Berita