Terkini

Begini Warga Kampung ini Merayakan Maulid Nabi

×

Begini Warga Kampung ini Merayakan Maulid Nabi

Sebarkan artikel ini
Tampak umat muslim berkumpul di Masjid Nurul Yaqin Parit Pinang Merah untuk merayakan Maulid Nabi/ISTI
Tampak umat muslim berkumpul di Masjid Nurul Yaqin Parit Pinang Merah untuk merayakan Maulid Nabi/ISTI

KALBARSATU.ID – Hari kelahiran Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (12 Rabiul Awal) menjadi momen penting untuk diperingati bagi umat Islam.

Momentum itu diperingati sebagai rasa syukur dan mengenang diutusnya manusia paling agung dan istimewa sebagai Nabi dan rasul utusan Allah Subhanallah Taala.

Advertiser
Image
Banner Ads

Selain itu, perayaan Maulid Nabi merupakan bentuk Cinta terhadap Rasullulah, Nabi yang memberi teladan sekaligus penyempurna ajaran ketauhidan. Makanya rasa Cinta itu kemudian diekspresikan dengan memuji kemuliaannya dan bersedekah.

Perayaan Maulid Nabi bukanlah berlebihan, sebab sang baginda merupakan manusia pilihan yang diutus Allah untuk membawa manusia ke jalan yang diridhoi Nya. Sebagaimana Furman Allah.

“Dan tidaklah kami mengutusmu (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi semesta alam,” demikian arti salah satu firman Allah dalam Al-Qur’an. Dalam sebuah hadits qudsi, disebutkan bahwa Allah berfirman, “Kalau bukan karena engkau (Muhammad), maka alam semesta ini tidaklah diciptakan”

Perayaan Maulid Nabi pada umumnya dilaksanakan oleh umat Islam, seperti umat muslim yang berada disebuah kampung yang dikenal dengan sebutan Parit Pinang Merah.

Warga Kampung ini selalu memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam dengan penuh kegembiraan dan penuh syukur. Bukan hanya melantunkan shalawat atas Nabi, tapi juga saling bersedekah dengan beragam buah-buahan.

Umat islam yang berada di Kampung Pinang Merah pada setiap tanggal 12 Robiul awal berkumpul di Masjid untuk melantukan shalawat secara bersama-sama. Setelah pembacaan shalawat mereka makan bersama, dan makanan itu dibawa dari rumah masing-masing.

Kemudian setelah melantun shalawat di Masjid, bershalawat dilanjutkan di rumah masing-masing warga. Nah, ini biasanya, warga mengundang Ustad atau Kayai dan beberapa tetangga terdekat. Tidak jauh berbeda dengan di Masjid, si tuan rumah juga menyediakan aneka buah dan makanan untuk dimakan bersama, ada juga yang dibawa pulang karena meng-iklaskan sebagai bentuk sedekah.

Perayaan ini biasanya, tidak hanya di hari kelahiran Nabi Muhammad tapi akan berlanjut hingga akhir bulan Maulid, secara bergantian mereka mengundang dan mengadakan pembacaan shalawat.

Sebagai Informasi lengkap terkat lokasi, Kampung Parit Pinang Merah terletak di Desa Retok Kecamatan Kuala B Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat.

Dan penutup terdapat sebuah Firman Allah Subhanallah Taala ” Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat Nya bershalawat untuk Nabi.”

Penulis: Zubairi

Menyalinkode AMP