Dugaan Kades di Kubu Raya Cabuli Siswi SMA, Orang Tua Minta Pelaku dipecat dari Jabatannya

  • Whatsapp
Kades di Kubu Raya Cabuli Siswi SMA
ILUSTRASI

KUBU RAYA, KALBAR SATU – Salah seorang gadis remaja mengaku telah dicabuli oleh oknum kepala desa (kades) di Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar.

Aksi tidak terpuji oknum kades berinisial F menyetubuhi siswi SMA tersebut dilakukan di perkebunan kelapa sawit.

Usai melakukan perbuatan tidak terpuji itu, kemudian tersangka mengancam korban untuk bunuh diri. jika korban melaporkan perbuatannya ke orang lain.

“Korban pada waktu itu (September 2020) dibawa jalan-jalan oleh oknum kades berkeliling. Sampai di perkebunan kelapa sawit, korban disetubuhi.”

“Setelah itu, korban tidak pernah bercerita atas apa yang dialaminya. Dia hanya diam,” kata Iwan, kerabat korban, saat melaporkan peristiwa ini ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AKB) Kubu Raya, Kamis, 22 April 2021.

Perbuatan memalukan itu diketahui kerabat korban, setelah menemukan surat yang berisi permintaan maaf kepada korban.

“Dari sanalah perbuatan keji oknum kades tersebut terbongkar,” ujarnya,

Selanjutnya, pihak keluarga melakukan pendalaman, hasilnya, korban ternyata sebelumnya diancam, dan diintimidasi diberikan barang serta uang agar tidak menceritakan apa yang dialaminya kepada siapa pun.

“Terungkapnya peristiwa ini, saat si Kades mengirimkan surat cinta seperti jaman dulu kepada korban. Isinya, meminta korban tidak menceritakan aksinya. Jika itu dilakukan korban, Kades mengancam akan bunuh diri dengan meminum racun,” jelas Iwan.

Karena ancaman pelaku akan bunuh diri, korban takut, sehingga ia menutup segala perbuatan keji yang telah dilakukan oknum kades tersebut. Korban juga takut ketika ia hamil, tak ada yang bertanggung jawab jika oknum kades tersebut bunuh diri.

“Dari surat inilah akhirnya semua terungkap pada Maret lalu. Sehingga pada 24 Maret, kami langsung melaporkannya ke Polres Kubu Raya,” ungkap Iwan.

Iwan merupakan orang yang dipercayai bisa mendampingi orang tua korban untuk mencari keadilan. Selain bersama orang tua korban, Iwan juga datang bersama Tumenggung Adat dan kerabat lainnya.

“Jadi, kedatangan kami ke DP3AKB ini untuk meminta pengawalan kasus tersebut agar dapat diselesaikan secara hukum,” ungkapnya.

Kemudian setelah dari DP3AKB, pihak keluarga korban menuju ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Pemdes) Kubu Raya.

Di Dinas Pemdes, pihak keluarga korban meminta agar pelaku segera dicopot dari jabatan sebagai Kades.

“Harusnya sebagai pejabat mengayomi, bukannya merusak. Kami sangat tidak setuju, dan minta segera diproses hukum. Sudah kami laporkan juga ke Polres Kubu Raya,” tegas OY, ayah korban.

Tinggalkan Balasan

1 Komentar