Kawal Kasus Dugaan Korupsi Proyek Sambas dan Mempawah, GNPK-RI: Sungai Tak Berhulu

  • Whatsapp
Ketua PW GNPK-RI KALBAR, Ellysius Aidil
Ketua PW GNPK-RI KALBAR, Ellysius Aidil

KALBARSATU.ID – Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia Kalimantan Barat (PW GNPK-RI KALBAR) Ellysius Aidil menyatakan akan mengawal kasus dugaan korupsi yang sedang di tangani kepolisian Polda Kalbar terkait pembangunan proyek di Sambas dan di Mempawah yang melibatkan kontraktor berinisial JN serta Suk dari kantor dinas PUPR provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Dihimpun dari mediaputrabhayangkara.com, penegasan ini di sampaikan Aidy di kantornya Sabtu, 17 Oktober 2020 menjawab pertanyaan Awak Media MPB menyusul penggeledahan kantor Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat dan kantor milik kontraktor JN di jalan Sumatra Pontianak belum lama ini.

Bacaan Lainnya

Aidy juga berharap jangan sampai kasus ini menguap begitu saja.

“Ibarat kata orang Pontianak, sungai tak berhulu,” tandasnya.

Dia minta agar kasus ini di buka secara transparan agar publik tahu sampai sejauh mana hasil pemeriksaan pihak kepolisian, setelah memeriksa Suk dari Dinas PUPR Provinsi Kalimantan dan Jon dari perusahaan pemenang lelang.

“Karena dana tersebut bersumber dari keuangan negara yang telah diatur penggunaannya,” ungkap Aidy.

“Kami sebagai masyarakat harus tahu juga perkembangan pemeriksaan dalam kaitan kasus dugaan korupsi proyek pemerintah ini,” ujar Aidy.

Baca juga: Dugaan Korupsi, Tipikor Polda Periksa Ketua Kadin dan Anggota Dewan Kalbar

Dia juga berharap bukan kasus ini saja, tapi juga kasus kasus lainnya yang di tangani pihak kepolisian agar di buka ke publik.

“Biar kami juga tahu perkembangan kasus kasusnya. Jadi jangan ada istilah pilih kasih, atau tebang pilih,” ujarnya.

Aidy juga minta agar kepolisian berani mengungkapkan kebenaran, dan sebaliknya juga.

“Jangan takut pula bila tak cukup bukti dalam penanganan kasus, buka juga ke publik,” paparnya.

“Sehingga di masyarakat tidak ada kecurigaan terhadap kasus kasus yang ditangani pihak kepolisian, dan hasil kerja polisi,” ungkapnya. (*)

Langganan Berita Via Whatsapp

Pos terkait