Terkini

Polda Jatim Amankan 60 Orang dalam Upaya Penjemputan Tersangka Asusila di Pesantren Shiddiqiyah Ploso

121
×

Polda Jatim Amankan 60 Orang dalam Upaya Penjemputan Tersangka Asusila di Pesantren Shiddiqiyah Ploso

Sebarkan artikel ini
Polda Jatim Amankan 60 Orang dalam Upaya Penjemputan Tersangka Asusila di Pesantren Shiddiqiyah Ploso
Polda Jatim Amankan 60 Orang dalam Upaya Penjemputan Tersangka Asusila di Pesantren Shiddiqiyah Ploso

KalbarSatu, Jombang – Kabar teranyar dimana Polda Jatim amankan 60 orang dalam upaya penjemputan tersangka asusila di Pesantren Shiddiqiyah Ploso Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis 7 Juli 2022.

“Yang kami amankan sekitar 60 orang. Di dalam juga masih kami periksa, kami pilah, mudah-mudahan cepat,” kata Kabid Humas Polisi Daerah Jatim Kombes Dirmanto di Jombang.

Advertiser
Image
Banner Ads

Dirinya menerangkan, polisi sengaja melakukan penyisiran di area pesantren seluas 5 hektare itu untuk mencari MSA, tersangka pencabulan santriwati.

Baca juga: KH Joko Supeno Mukti Ajak Kiyai NU Serius Kenalkan Budaya Pesantren di Kalbar

Dari hasil penyisiran ditemukan puluhan orang yang berada di dalam ponpes tapi ternyata mereka bukan santri sehingga dibawa petugas untuk dimintai keterangan. “Kami jaga kondisi di dalam agar situasi aman sehingga orang dari luar pondok kami sisir. Kami periksa satu per satu. Kalau bukan orang pondok atau santri, kami bawa,” kata dia.

Selain itu, pihak kepolisian juga masih mencari MSA (42), anak kiai pengasuh pondok pesantren terkenal di Jombang, yang menjadi tersangka asusila tersebut. Seluruh bangunan diperiksa petugas.

Baca juga: Pesantren Sebagai Benteng Islam Aswaja an-Nahdliyah di Kalbar, KH Nasiruddin: Tiga Ciri Utama Ruh Ponpes

“Kan pondok ini seluas 5 hektare, kemudian bangunan banyak. Kami hunting, periksa satu per satu bangunan di dalam. Sampai sekarang masih proses pencarian yang bersangkutan,” kata dia.

Dikatakannya, anggota dikerahkan dalam upaya pencarian tersangka itu. Dalam proses pencarian, pihaknya menegaskan tidak ada anggota yang terluka.

“Sampai sekarang masih proses pencarian tersangka di dalam pondok. Tidak ada anggota yang terluka, hanya dorong-dorongan saja tadi,” kata dia.

Baca juga: Alumni Al Ikhlas Diminta Bantu Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren 

Ratusan petugas gabungan dari Polda Jatim dan Polres Jombang sudah bersiaga di sejumlah titik, di depan dan area dekat pesantren, sejak Kamis (7/7) pagi.

Selain itu, petugas lainnya juga sudah memasuki kawasan pesantren untuk melakukan pencarian keberadaan MSA.

Upaya jemput paksa tersangka MSA oleh polisi tersebut sudah dilakukan sejak Kamis pukul 08.00 WIB. Namun hingga kini, polisi belum berhasil menemukan keberadaan MSA.

Dirmanto menegaskan pihaknya terus menyisir berbagai tempat melakukan pencarian pelaku yang diduga bersembunyi di area pesantren.

Penangkapan MSA dilakukan sebagai bagian proses penegakan hukum. “Ini adalah langkah terakhir polisi untuk menyerahkan (MSA) ke pengadilan,” kata Dirmanto. 

Berlangganan Udpate Terbaru di Telegram dan Google Berita
Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP