Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19, Bupati Erlina: PDP Positif Rapid Test 2 kali hasilnya Non reaktif

  • Whatsapp
Suasana rapat pemerintah Kabupaten Mempawah terkait evaluasi penanganan Covid-19 di Kantor Bupati Mempawah, Selasa (28/4/2020).

KALBARSATU.ID – Pemerintah Kabupaten Mempawah tidak henti-hentinya bergerak dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Mempawah. Bupati Kabupaten Mempawah Hj. Erlina, S.H, M.H memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Kantor Bupati Mempawah, Selasa (28/4/2020).

Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Mempawah H. Muhammad Pagi, S.HI, M.M, Sekretaris Daerah, Forkorpimda, Kakan Kemenag, MUI Kabupaten Mempawah, dan Pimpinan Ormas Keagamaan. Dalam rapat tersebut membahas tentang perkembangan Covid-19 di Kabupaten Mempawah dan penanganan yang telah diambil dan dilaksanakan oleh gugus tugas serta membahas tentang kegiatan ibadah di masyarakat.

Bupati Mempawah Erlina dalam arahannya mengatakan kondisi Covid-19 di Kabupaten Mempawah memiliki Pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 12 orang diantaranya PDP Negatif sebanyak 10 orang dan PDP yang dirawat sebanyak 2 orang. Namun terangnya PDP yang positif saat ini dalam kondisi sehat dan sudah dilaksanakan pengecekan oleh Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Mempawah melalui rapid tes hasilnya Non reaktif.

“Alhamdulillah, saat ini PDP kita tinggal 2 orang yang satu positif warga segedong yang dari Magetan Jawa Timur sedang dirawat di RSUD dr Rubini, dan yang satu lagi sedang dirawat di RSUD Abdul Aziz  Singkawang. Untuk warga segedong yang Positif sudah dilaksanakan 2 kali test dengan Rapid Test hasilnya Non reaktif semua, kita hanya menunggu hasil uji yang bersangkutan dan kondisinya saat ini stabil dan sehat,”ujarnya.

Lebih lanjut Erlina mengungkapkan dari kondisi saat ini Kabupaten Mempawah masih berada di zona aman meskipun Kabupaten Mempawah berada di antara daerah yang sudah dinyatakan zona merah untuk penyebaran Covid-19 ini. Kemudian ia melanjutkan apabila dilihat potensi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mempawah sangat besar, hal ini dikarenakan Kabupaten Mempawah merupakan daerah perlintasan menuju beberapa wilayah di Kalimantan Barat.

“Tentu ini merupakan hasil dari kerjasama semua pihak, baik pemerintah, forkorpimda, Tokoh Agama, tokoh Masyarakat dan Masyarakat Kabupaten Mempawah itu sendiri. Ini merupakan hal yang baik karna daerah kita masih zona aman meskipun diapit oleh daerah zona merah. Tentu wajib kita sama- sama menjaga dan tetap waspada agar keluarga kita dan lingkungan kita tetap aman dan terbebas dari Covid-19 ini,” ungkapnya.

Kemudian Bupati Erlina juga mengatakan bahwa dirinya telah memerintahkan kepada Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Mempawah dan Direktur RSUD dr Rubini Mempawah untuk memberikan pelayanan dan perawatan terbaik bagi warga mempawah yang menjadi PDP agar kesehatannya cepat kembali pulih atau sembuh. Selain itu ia menjelaskan bahwa RSUD Rubini saat ini sudah tidak memperbolehkan keluarga menjenguk hal ini dilakukan agar para tim medis bekerja dengan baik dan tenang.

“Langkah-langkah tersebut kami ambil tujuannya hanya untuk kebaikan pasien dan tim medis yang bertugas. Kami tidak ingin PDP di Kabupaten Mempawah semakin bertambah, bahkan kalau bisa kita tidak adalagi PDP di Kabupaten Mempawah. Untuk itu kami sangat meminta kepada masyarakat Kabupaten Mempawah untuk dapat mengikuti seluruh himbauan pemerintah baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten Mempawah dalam penanganan Covid-19 ini,” pungkasnya.(MP)