Tips

Cek Online Penerima Bansos Rp 200 Ribu, Link dtks.kemensos.go.id

×

Cek Online Penerima Bansos Rp 200 Ribu, Link dtks.kemensos.go.id

Sebarkan artikel ini
Cek Online Penerima Bansos
Ilustrasi/Tangkap layar

KALBARSATU.ID – ikuti petunjuk untuk cek online penerima bansos sembako Rp 200 ribu di dtks.kemensos.go.id.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Sosial bakal menyalurkan bansos sembako sebesar Rp 200 ribu per bulan.

Advertiser
Image
Banner Ads

Seperti diketahui, penyaluran bansos sembako Rp 200 ribu ini telah dimulai pada 4 Januari 2021 kemaren.

Harus diketahui, bantuan sosial sembako diberikan setiap bulan selama setahun kepada 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Pemerintah melalui pemberian bansos sembako diharapkan warga miskin yang terdampak pandemi Covid-19 bisa terbantu.

Cek online penerima bansos dengan mengakses web resmi di halaman dtks.kemensos.go.id.

Cara mengecek online penerima bansos sembako Rp 200 ribu di halaman dtks.kemensos.go.id, yakni:

  • Akses dtks.kemensos.go.id atau LINK INI
  • Pilih menu ‘Daftar Ruta DTKS’
  • Pilih wilayah sampai desa/kelurahan
  • Masukkan kode capta
  • Klik ‘Cari Rumah Tangga’
  • Setelah itu akan muncul daftar rumah tangga yang menampilkan nama kepala keluarga beserta keterangan apakah menerima PKH, BSP (Bantuan Sosial Pangan/Bansos Sembako) dan Bantuan Sosial Tunai (BST). 
  • Anda bisa mempersempit pencarian dengan memasukkan nama Kepala Keluarga yang hendak dicek dan mencocokkan dengan ID DTKS yang dimiliki. 

dapatkan Bansos Sembako Rp 200 Ribu dengan cara berikut:

Bila kamu merasa berhak untuk mendapatkan bansos sembako tetapi tidak menerima, makanya caranya sebagai berikut.

Dari keterangan Kepala Biro Humas Kemensos, Wiwit Widhiansyah, penerima bansos sembako adalah keluarga dengan kondisi sosial ekonomi terendah di daerah yang namanya termasuk di dalam Daftar Penerima Manfaat (DPM).

Hal itu sesuai dengan program Sembako dan yang ditetapkan oleh KPA di Kementerian Sosial.

Daftar Penerima Manfaat program sembako diperoleh dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang diakses Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota melalui aplikasi SIKS-NG menu Bantuan Sosial Pangan (BSP).

Daftar Penerima Manfaat program sembako yang sudah diperiksa dan difinalisasi oleh Pemerintah Daerah, serta disahkan oleh Bupati/Wali Kota.

Kemudian data itu dilaporkan kepada Kementerian Sosial melalui aplikasi SIKS-NG menu BSP. 

Kemudian, penerima bantuan sosial sembako mestinya diusulkan oleh Tim Koordinasi Bansos Pangan Kabupaten/Kota di Dinas Sosial Kabupaten/Kota) melalui aplikasi SIKS-NG menu BSP dan Calon KPM harus berasal dari Data DTKS. 

Bila calon penerima belum terdaftar ke dalam DTKS, yang bersangkutan bisa mendaftarkan diri untuk mendapatkan ID BDT.

Kemudian cara untuk masuk ke dalam DTKS bisa dengan pengajuan kepada kelurahan/desa dan selanjutnya akan diproses secara berjenjang dan sesuai prosedur.

Bolehkah Ada Potongan?

Dipastikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy bahwa, pengawasan penyaluran bantuan sosial (bansos) akan diperketat.

Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya penyimpangan.

Kemudian mekanisme penyaluran bantuan sosial pada tahun 2021 ini dilakukan dalam bentuk tunai.

Pemerintah, kata dia, telah memiliki mekanisme kontrol yang melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat.

“Presiden Jokowi sudah mengundang para gubernur seluruh Indonesia dan meminta kepala daerah, baik gubernur, bupati, wali kota agar aktif melakukan pengawasan, pengendalian terhadap penyaluran bansos,” ujar Muhadjir melalui keterangan, Selasa 5 Januari 2021.

Dirinya menekankan, pentingnya peranan aktif masyarakat untuk lebih berani melapor bila ada penyimpangan.

Dia mencontohkan, hal bila terjadi pemotongan sejumlah dana bansos dari yang sudah ditetapkan pemerintah.

Muhadjir mengatakan besaran dana bantuan sosial tunai (BST) sebesar Rp 300 ribu per bulan. Bantuan itu untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) selama empat bulan mulai Januari hingga April 2021.

“Presiden sudah mewanti-wanti tidak ada pemotongan dana bansos, termasuk biaya transaksi di bank tidak ada. Begitu uang masuk ke bank harus segera dimasukkan ke rekening mereka yang berhak dan diberitahu supaya segera diambil,” tutur Muhadjir.

Sebagaimana diketahui untuk tahun ini, bantuan tunai PKH menjangkau 10 juta KPM dengan total anggaran Rp 28,71 triliun.

Untuk PKH, bantuan disalurkan setiap tiga bulan sekali, dalam empat tahap, yakni pada Januari, April, Juli dan Oktober.

Harus diketahui, penyaluran dilakukan melalui Bank Himbara, yakni BNI, BRI, Mandiri dan BTN.

Adapun target Program Sembako/BPNT yaitu mencapai penerima 18,8 juta KPM dengan anggaran Rp 45,12 triliun.

Agen yang ditunjuk dari Januari hingga Desember 2021 dengan indeks Rp200 ribu perbulan per KPM. Untuk total anggaran yang disalurkan pada bulan Januari sebesar Rp 3,76 triliun.

Sedangkan, Bantuan Sosial Tunai disalurkan melalui PT Pos selama 4 bulan (Januari- April 2021) dengan indeks Rp 300 Ribu perbulan perKPM.

Untuk target penerimanya, Bansos Tunai sebanyak 10 juta KPM dengan anggaran Rp 12 triliun. Bulan Januari ini, Bansos Tunai akan disalurkan sebesar Rp 3 triliun.#

Menyalinkode AMP