Tips

Solusi BLT BPJS Karyawan yang Belum Cair! CEK di Sini

×

Solusi BLT BPJS Karyawan yang Belum Cair! CEK di Sini

Sebarkan artikel ini
BLT BPJS Ketenagakerjaan Termin Tiga
Ilustrasi

KALBARSATU.ID – Artikel memuat solusi BLT BPJS Karyawan yang Belum Cair. Baca terus!

Sebagaimana disebutkan Menaker Ida Fauziah bahwa subsidi gaji karyawan diperpanjang, kemungkinan cair di bulan Januari 2021.

Advertiser
Image
Banner Ads

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan telah berupaya agar subsidi gaji bagi karyawan yang belum mendapatkan bisa dicairkan Januari 2021.

Seperti diketahui ada ratusan ribu karyawan belum mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari pemerintah. Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) ini sudah berjalan sebanyak 2 termin.

Masyarakat Indonesia umumnya para pekerja berharap adanya subsidi gaji termin 3 untuk tahun 2021.

Sebagai informasi, pencairan BLT BPJS diperpanjang hingga Januari 2021, login sso.bpjsketenagakerjaan.go.id.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengatakan pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau lebih dikenal dengan BLT BPJS sudah mencapai 98,81 persen.

Sehingga, kata dia, saat ini masih ada 294.160 Karyawan yang belum dapat transferan subsidi gaji tersebut.

Disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker ) Ida Fauziyah bahwa jadwal pencairan BLT karyawan swasta atau BLT pekerja diperpanjang.

Terkait perpanjangan pencairan BLT karyawan ini disampaikan Menteri Ketenagakerjaan ( Menaker) Ida Fauziyah, Selasa 29 Desember 2020.

Ida Fauziyah menyebutkan pihaknya sedang mengupayakan agar bantuan subsidi gaji ( BSU ) tetap disalurkan kepada pekerja yang rekeningnya sempat bermasalah.

Dikatakannya, bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan ( Kemenkeu ) untuk memberikan tenggang waktu pencairan BLT karyawan hingga akhir Januari 2021.

Tentu ini merupakan kabar gembira bagi pekerja yang belum dapat BLT karyawan karena ada masalah rekening.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak Kementerian Keuangan, meminta dispensasi agar sisa penyaluran BSU masih bisa dilakukan selambatnya hingga akhir Januari 2021.”

“Saat ini kami masih menunggu surat balasan dari Kemenkeu,” ujar Ida, Selasa (29/12/2020).

Dikutip dari Kompas.com dalam artikel ‘Menaker Minta Dispensasi Penyaluran Subsidi Gaji hingga Januari 2021’

Lebih lanjut ia mengatakan hingga 23 Desember 2020, penyaluran bantuan subsidi upah telah mencapai 98,13 persen atau setara Rp 29,21 triliun.

Dirinya berharap, hingga akhir tahun ini, penyaluran bantuan subsidi upah sebesar Rp 1,2 juta untuk dua bulan tersebut bisa mencapai 99 persen.

“Saya masih menunggu laporan update dari Bank Penyalur karena kemarin sempat terpotong hari libur,” ujar dia.

“Semoga di akhir bulan ini penyaluran bisa mencapai lebih dari 99 persen. Nanti kekurangannya kita teruskan di Januari 2021.”

“Selama dispensasi yang kita ajukan tersebut diterima oleh Kemenkeu,” sambung Menaker.

Penyaluran bantuan subsidi upah atau gaji telah memasuki tahap akhir pada termin kedua ini. Rencananya penyaluran subsidi upah atau gaji akan berakhir pada 31 Desember 2020.

Total pekerja yang menerima bantuan subsidi upah atau gaji yang dikolektif oleh BPJS Ketenagakerjaan mencapai 12,4 juta orang.

Dengan berpenghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan akibat terdampak pandemi Covid-19. Terkait kelanjutan program BLT BPJS Ketenagakerjaan atau BSU untuk tahun 2021, belum ada informasti terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan. 

Penjelasan Kemnaker

Berdasarkan keterangan Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pembinaan hubungan Industrial (PHI) dan Jamsos, Tri Retno Isnaningsih, masih ada 294.160 orang yang belum dapat pencairan BSU.

Data itu masih dalam tahap rekonsiliasi dengan Bank Himbara sebagai bank penyalur untuk mendapatkan hasil penyaluran yang rill.

“Sisa anggaran subsidi gaji/upah yang belum tersalurkan telah dikembalikan ke kas negara pada tanggal 31 Desember 2020, hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan,” ujar Tri dikutip dari Kompas.com, Sabtu (9/1/2021).

“Di samping itu, data riil penyaluran BSU saat ini masih proses rekonsiliasi dengan Bank Himbara selaku bank penyalur mengingat dana yang tidak sedikit dan melibatkan berbagai Bank sesuai rekening calon penerima sehingga memerlukan waktu,” lanjut dia.

Penyaluran BSU pada 2021

Mengenai apakah pada 2021 akan ada bantuan subsidi upah, Tri tidak bisa memastikannya. Karena kewenangan pengadaan BSU atau Bantuan Langsung Tunai ( BLT) pekerja ini dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Menunggu info dari PEN,” ujar Tri.

Namum Kemnaker terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan agar bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah tahun 2020 dapat disalurkan kembali kepada pekerja/buruh yang belum menerima.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, melakukan perbaikan sisa data rekening yang belum dapat tersalurkan. Hal ini dilakukan sebagai upaya apabila sisa penerima yang belum tersalurkan dimungkinkan dapat dilanjutkan proses penyalurannya di tahun ini” lanjut dia.

Solusi BLT Karyawan Belum Cair

Ada sejumlah hal yang jadi penyebab BLT karyawan belum cair ke rekening BRI, BCA, Mandiri, BNI, dan bank lainnya.

Pencairan BLT karyawan gelombang 2 sudah memasuki tahap 6 sejak Selasa (15/12/2020). Namun ternyata BLT karyawan gelombang 2 belum cair sepenuhnya karena masih ada beberapa hal yang menjadi kendala.

Penyebab Belum Cair

  1. Masih proses penyaluran

Dikutip dari kompas.com, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengklaim telah merampungkan penyaluran bantuan subsidi gaji atau upah ( BSU) pada Selasa (15/12/2020).

Hal itu ditegaskan oleh Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Hubungan Industrial Kemnaker Aswansyah, Kamis (17/12/2020).

“Sudah (disalurkan). Nanti tinggal disampaikan ke bank dan bank memproses kepada penerima,” kata Aswansyah dikutip dari kompas.com

Saat ini, kata dia, pihak bank masih melakukan proses penyaluran kepada penerima bantuan langsung pekerja ini.

Dirinya berharap, semua penyaluran BSU ini dapat 100 persen tersalurkan tanpa adanya rekening bermasalah atau terkendala.

“Kalau tidak ada masalah, kami berharap ada 12,4 juta rekening tersalurkan semua,” katanya lagi.

Untuk informasi Proses penyaluran BLT karyawan awalnya disampaikan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Setelah itu, dari KPPN akan disampaikan kepada bank penyalur.

  1. Rekening Bermasalah

Diketahui, terdapat 151.123 pekerja yang tercatat pada termin I yang belum menerima bantuan BSU, karena rekeningnya bermasalah.

Kata Aswansyah, penyaluran bantuan dari 151.123 rekening dengan BSU termin II tahap 6 nantinya akan dipisah.

Targetnya sebelum 2021, proses penyaluran BSU pekerja ini harus selesai ketika tutup tahun.

  1. Pemadanan Data

Kemnaker mengatakan, mereka yang belum mendapatkan BSU pekerja/buruh kemungkinan termasuk dalam mekanisme pemadanan data yang dilakukan antara Kemenaker dan BPJS Ketenagakerjaan dengan Ditjen Pajak.

Adapun pemadanan data yang dilakukan yakni mengenai kriteria besaran upah. Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, (27/11/2020), sebanyak 1.198.539 rekening yang tercatat belum mendapatkan BSU lantaran masuk pemadanan data.

Aswansyah mengatakan, harapannya penyaluran BSU yang belum tersalurkan karena pemadanan data dapat rampung di termin II tahap 6.

“Kita penginnya tahap (gelombang) 6 ini tahap pencairan terakhir, biar cepet beres penyalurannya,” ujar Aswansyah dikutip dari Kompas.com, Kamis (3/12/2020).#

Menyalinkode AMP