Proyek PLN Bengkayang di Dusun Sansak Sapae Asal Jadi, Kilometer tak Berfungsi

  • Whatsapp
Jemi Indrawan dan Mereng, warga saat ditemui (15/10/20)/ISTIMEWA

KALBARSATU.ID – Pemasangan jaringan listrik di Dusun Sangsak Sepae, Desa Suka Bangun, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat yang sudah berlangsung lama ini membuat resah dan khawatir masyarakat setempat. Khususnya warga Dusun Sansak yang berada di sekitar lokasi pemasangan tiang dan kabel listrik tersebut.

Begitu banyak warga yang mengeluh terhadap pelaksanaan pekerjaan listrik tersebut, pasalnya karena dilakukan asal-asalan, terlihat kilometer yang seharus dijadikan pengantar arus listrik ternyata tidak berfungsi sama sekali serta tiang yang seharusnya menggunakan tiang besi tetapi nyatanya menggunakan tiang kayu.

Bacaan Lainnya

“Dan itu dikerjakan secara swadaya oleh warga Dusun Sangsak Sepae, Desa Suka Bangun, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang tentunya kejadian ini sangat disayangkan,” ungkap Jemi Indrawan salah satu warga saat ditemui (15/10/20).

Dirinya menyampaikan permohonan kepada Gubernur kalimantan barat, Sutarmidji, Presiden, Joko Widodo dan pihak terkait agar dapat membantu persoalan listrik di wilayahnya, karena sudah sekian lamanya lampu tidak menyala.

“Sekitar 70% lampu sudah menyala dan 30% tidak menyala. Dan untuk yang menyala sendiri tidak dapat berfungsi dengan baik, ini juga sudah berlangsung lama sekitar 9 bulan lamanya. Kami ingin penerangan kami menyala seperti desa-desa lain yang sudah menikmati listrik,” harapnya.

Jemi Indrawan (35) mengatakan bahwa terkait pengerjaan pemasangan listrik yang bertanggung jawab yaitu dari pihak PLN Bengkayang. Untuk petugas yang mengerjakan juga dari petugas PLN Bengkayang.

“Semua biaya pemasangan sudah kami lunasi dan juga bervariasi, mulai dari Rp 3.000.000.00 sampai dengan Rp 4.500.000.00. Untuk masalah kabel juga dibebankan kepada warga,” ungkapnya.

Dirinya juga mengakui bahwa pernah melakukan audiensi kepada DPRD Kabupaten Bengkayang namun hasilnya tidak memuaskan.

“Kami juga audiensi ke tingkat DPRD Bengkayang tetapi hasil juga tidak memuaskan,” tuturnya.

Ditempat terpisah, Mereng (70) yang juga Mantan Kadus Dusun Sansak Sepae merasa kecewa dengan kinerja Petugas PLN Bengkayang, menurutnya sudah 9 bulan lamanya pemasangan listrik ini tidak berfungsi dengan baik dam terkesan asal-asalan.

“Tentu dengan adanya kejadian ini kami merasa dirugikan,” ujar Mereng.

Dikatakannya bahwa saat ini warga setempat menggunakan jenset untuk penerangan. Itu pun bagi warga yang mampu secara ekonomi.

“Kalau dikalkulasikan dalam sebulan habis Rp.850.000 per Kepala Keluarga, itu bagi yang mampu saja. Sebab di lingkungan masyarakat Dusun Sansak Sepae tidak semua masyarakat di sini mampu,” katanya.

Dia sangat berharap wilayahnya dapat diperhatikan khususnya masalah penerangan dan pemasangan listrik, sebab katanya, wilayah itu masih bagian dari Negara Indonesia.(Tino)

Pos terkait