16 Mar 2026 22:14 - 2 menit membaca

PC PMII Pontianak Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

Bagikan

KALBAR SATU ID – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pontianak mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap seorang aktivis bernama Andrie Yunus yang terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam. Peristiwa tersebut dinilai sebagai bentuk kriminalisasi dan kekerasan terhadap aktivis yang tidak dapat dibenarkan dalam kehidupan demokrasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi ketika korban pulang dari kegiatan diskusi bersama rekan-rekannya. Saat berada di perjalanan, seorang pelaku tak dikenal tiba-tiba mendekati korban dan menyiramkan cairan yang diduga air keras ke bagian wajah serta tubuhnya. Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan kepada korban dan membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Peristiwa ini pun memicu perhatian publik serta desakan dari berbagai pihak agar aparat penegak hukum segera mengungkap pelaku dan motif di balik serangan tersebut. Banyak kalangan menilai tindakan tersebut sebagai ancaman serius terhadap keselamatan para aktivis dan pembela hak asasi manusia di Indonesia.

Menanggapi kejadian itu, Ketua PC PMII Kota Pontianak, Baidowi, dalam pernyataan resminya menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan kekerasan yang dialami Andrie Yunus. Ia menilai peristiwa tersebut merupakan ancaman serius bagi kebebasan berpendapat dan keamanan masyarakat sipil.

“Kami mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap saudara Yunus. Ini adalah tindakan keji yang tidak berperikemanusiaan dan mencederai nilai-nilai demokrasi. Kami mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas pelaku serta mengungkap motif di balik kejadian ini,” tegas Baidowi, Senin (16/3/26).

Ia juga meminta aparat kepolisian memberikan perlindungan kepada para aktivis serta memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali. Selain itu, PMII mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak segala bentuk kekerasan dalam menyampaikan perbedaan pendapat.

Menurutnya, peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus tidak hanya merupakan tindakan kekerasan yang tidak berperikemanusiaan, tetapi juga menjadi alarm serius bagi kondisi demokrasi di Indonesia.

“Peristiwa ini menjadi alarm serius bagi demokrasi, khususnya terkait adanya indikasi upaya pembungkaman terhadap aktivis dan suara-suara kritis. Kejadian seperti ini bukan tidak mungkin dapat menimpa siapa saja yang bersikap kritis terhadap pemerintah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *