Scroll untuk baca artikel
Pemilu 2024
Islam

Keutamaan Malam Nuzulul Quran dan Amalan yang Dilaksanakan di 17 Ramadhan, Kapan Nuzulul Quran Terjadi?

90
×

Keutamaan Malam Nuzulul Quran dan Amalan yang Dilaksanakan di 17 Ramadhan, Kapan Nuzulul Quran Terjadi?

Sebarkan artikel ini
Keutamaan Malam Nuzulul Quran dan Amalan yang Dilaksanakan di 17 Ramadhan, Kapan Nuzulul Quran Terjadi?
Lailatul Qiroah dalam rangka memperingati Nuzulul Qur'an di Pondok Pesantren Al-Qomar Kecamatan Mempawah Hilir, Sabtu (1/05/2021) malam berlangsung khidmat.

KALBAR SATU – Simak, informasi keutamaan Malam Nuzulul Quran dan Amalan yang Dilaksanakan di 17 Ramadhan Kapan Nuzulul Quran Terjadi?

Diketahui bahwa Nuzulul Quran ini jatuh pada tanggal 17 Ramadan.

Advertiser
Banner Ads

Bila mengacau kepenanggalan masehi tahun 2022, maka Nuzulul Quran akan jatuh pada Selasa, 19 April 2022.

Seperti dikyakini oleh umat islam bahwa Malam Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya Al Quran di bumi untuk pertama kali.

Lalu, Apa itu malam Nuzulul Quran?

Dijelaskan oleh Pendiri IKPM Gontor Cabang Turki, Ustaz Deo A Pramadhan apa itu Nuzulul Quran.

Dikatakannya, saat Rasulullah SAW menginjak usia 40 tahun, beliau gelisah melihat masyarakat Makkah.

“Bukan hanya gelisah terhadap sikap masyarakat, namun juga mengkhawatirkan keluarganya sendiri.”

“Bagaimana tidak, pada saat itu masyarakat Makkah membuat patung untuk disembah sebagai Tuhan,” ujar Ustaz Deo.

Karena itu, Nabi pun bergegas menuju ke Gua Hira untuk melakukan perenungan, berfikir, memohon petunjuk dan pertolongan dari Allah SWT.

Kemudian di malam 17 Ramadhan turunlah Jibril dalam bentuk pemuda yang gagah, menghampiri Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Link Download Twibbon Nuzulul Quran Ramadhan 2022 dan Gambar Bergerak GIF

Baca juga: Kata-kata Menyambut Malam Nuzulul Quran Ramadhan 2022 Keren dan Menarik

Baca juga: Kumpulan Link Twibbon Terbaru Nuzulul Quran Ramadhan 2022 Berikut Cara Pasangnya

“Jibril langsung memeluk Rasulullah SAW seraya berkata ‘Ya Muhammad, Iqra, bacalah’,” lanjutnya.

Kemudian, Nabi menjawab ‘saya tidak bisa membaca’.

Lalu, Nabi dipeluk kembali oleh Jibril sambil mengulangi kalimat “baca”.

Kemudian Nabi menjawab lagi jika ia tak bisa membaca, dipeluknya lagi Nabi oleh Jibril dengan erat.

Akhirnya Nabi melafadzkan Iqra bismi robbikalladzi kholaq. (QS Al Alaq 1- 5).

Diketahui juga bahwa Nabi adalah seorang yang ummi. Dan Ummi memiliki arti buta huruf, yakni tak bisa membaca.

Namun, tidak bisa membaca dan menulis, bukan berarti identik dengan bodoh.

rasulullah tak bisa membaca dan menulis, tetapi ia adalah seseorang yang sangat brilian.

“Di balik predikat Nabi sebagai seorang yang ummi (tidak bisa baca tulis) ada hikmahnya yang bisa dipetik.”

“Hikmah tersebut, seperti menghindari fitnah bahwa Al Quran sebagai kitab suci umat islam adalah murni ciptaan Allah, bukan tulisan Muhammad,” lanjut Uztad Deo.

Karena ada segolongan manusia yang memfitnah bahwa Al Quran ini karya Muhammad.

Tapai, akhirnya mereka sendiri yang membantahnya kembali.

Sehingga tak mungkin Muhammad menulis Al Quran karena Muhammad terbukti tidak bisa baca tulis.

Kemudian setelah menerima kitab suci, Rasulullah SAW kembali ke rumah dan menceritakan kejadian di Gua Hira kepada Khadijah, istrinya.

Diketahui, juga Khadijah merupakan manusia pertama yang beriman pada kerasulan Muhammad.

dirinya meyakini sepenuh hati, Muhammad sebagai Nabi akhir zaman.

Kemudian Abu Bakar Ash Shiddiq begitu mendengar cerita serupa dari Rasulullah SAW, lansung mengucapkan sami’na wa atho’na, saya dengar, saya percaya, saya taati, dan saya ikuti.

Sehinga itulah alasan Abu Bakar diberi gelar Ash Shiddiq.

Juga  termasuk orang yang pertama kali membenarkan kejadian isro’ mi’roj, ia juga merupakan golongan pemuda yang langsung percaya kepada Al Quran dan Kerasulan Nabi Muhammad SAW.

“Ya, Ramadhan adalah bulannya Al Quran, bulan diturunkannya Al Quran.”

“Setelah mengetahui hal ini, bagaimana tanggapan kita?”

“Sudah seharusnyalah kita semakin memantapkan diri dengan Al Quran.”

“Semakin yakin dengan Al Quran, dan semakin giat tuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari – hari,” pungkas Uztad Deo.

Lalu, amalan apa yang perlu dikerjakan atau diamalkan saat malam Nuzulul Quran?

Dikutip dari berbagai sumber berikut amalam yang harus dikerjakan:

1. Membaca Al Quran

2. Tadaburi Al-Quran

3. Mendirikan shalat malam

4. Itikaf

Pada waktu inilah pula Allah SWT membuka pintu mustajab bagi mukminin yang senantiasa berdoa.

lima keutamaan malam Lailatul Qadar yang dikutip dari berbagai sumber.

1. Lebih baik daripada 1000 bulan

Malam Lailatul Qadar lebih baik dari malam 1000 bulan, sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala :

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan”. (QS. Al-Qadr : 3).

Dalam tafsur Al Thabari sebutkan pendapat Mujahid terkait penjelasan ‘lebih baik dari seribu bulan’ adalah amal, puasa, dan shalat malam yang dilakukan malam ini lebih baik dari amalan yang dilakukan selama 1000 bulan.

2. Diampuni dosanya

Seorang Muslim yang menghidupkan malam Lailatul Qadar maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.

Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, bahwa Rasulullah SAW :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”. (HR. Bukhari).

3. Malam penuh berkah

Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh berkah sebagaimana dalam surat Al Dukhan ayat 3 :

إِنَّآ أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ

“ Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi”. (QS. Al-Dukhan : 3)

Pala ulama menafsirkan yang dimaksud dengan’malam yang diberkahi’ pada ayat tersebut adalah malam Lailatul Qadar yaitu malam dimana diturunkannya Alquran.

4. Turunnya para malaikat dan Malaikat Jibril A.S

Pada malam Lailatul Qadar, para malaikat turun ke bumi, juga Malaikat Jibril A.S.

Para malaikat akan turun ketika ada umat Muslim yang membacakan Alquran.

Para malaikat akan mengitari orang-orang yang berdzikir dan membaca Alquran.

Selain itu para malaikat akan meletakan sayap-sayap mereka dan akan mengagungkan bagi mereka yang berdzikir dan membaca Alquran pada malam itu.

Penjelasan tersebut sebagaimana dijelaskan dalam surat Al Qadr ayat 4 :

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan”. (QS. Al-Qadr : 4)

Dalam tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa banyaknya malaikat yang turun pada malam tersebut, menandakan banyaknya berkah yang turun.

Turunnya malaikat pada malam Lailatul Qadar bersamaan dengan turunnya berkah.

5. Malam dicatatnya takdir tahunan

Allah SWT berfirman dalam surat Al Dukhan ayat 4 :

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah”. (QS. Al-Dukhan : 4)

Yang dimaksud ‘urusan’ pada ayat tersebut adalah segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk, seperti hidup, mati, rezeki, untung baik, untung buruk, dan sebagainya.

Dalam tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa pada malam Lailatul Qadar akan dituliskan Lauhul Mahfuz.

Lauhul Mahfuz merupakan penulisan takdir dalam setahun, mulai dari mencatat ajal, rezeki, serta segala sesuatu hingga akhir dalam satu tahun bagi umat manusia.

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh kemuliaan diantara bulan lain.

Hal tersebut dikarenakan pada bulan Ramadhan Alquran diturunkan.

Begitupun dengan malam Lailatul Qadar yang terdapat malam Nuzulul Quran didalamnya, menjadi malam paling mulia diantara malam-malam lainnya.

Pada malam tersebut Alquran diturunkan sebagaimana tertulis dalam surat Al Qadr ayat 1.

Momen berharga pada malam tersebut harus dapat dimanfaatkan oleh umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan dan memperoleh keberkahan.

Umat Muslim juga dapat mempelajari sejarah malam tersebut agar dapat meneladani pribadi Rasulullah SAW yang memiliki akhlak manifestasi dari Alquran.

Membaca, mempelajari, dan mengamalkan Alquran pada malam Lailatul Qadar menjadi tauladani sikap Rasulullah SAW.

Itulah terkait Keutamaan Malam Nuzulul Quran dan Amalan yang Dilaksanakan di 17 Ramadhan.

Berlangganan Udpate Terbaru di Telegram dan Google Berita