Apriyanti: Pemerintah Indonesia Masih Mengalami Kegalauan dalam Menangani Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Diskusi Online Kopri se-Indonesia
Foto screenshot saat berlangsung diskusi online Kopri se-Indonesia.

KALBARSATU.ID – Dalam rangka memperingati hari Ibu sedunia, Korps PMII Puteri (Kopri) cabang PMII Ogan Komering Ulu Sumsel dan Kopri cabang PMII Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar) adakan diskusi online nasional bertajuk “Dampak Pandemi Covid-19 pada Sektor Kesehatan, Ekonomi, dan Pendidikan,” Minggu (10/05/2020). Tujuan dari diskusi ini agar semua kader perempuan PMII atau Kopri bijak dalam menanggapi Covid-19.

Diskusi tersebut diikuti 52 peserta Kopri se-Indonesia dengan menghadirkan narasumber tokoh-tokoh perempuan masa kini, yaitu Aida Mardatillah, S.H, Apriyanti Marwah, S.Ak.,M.AP dan Maya Muizatil Lutfillah, M.Pd.

Bacaan Lainnya

Diskusi yang berlangsung 3 jam itu telah menghasilkan bahasan yang menarik terkait persoalan penanganan Covid-19 yang telah dilakukan oleh pemerintah.

“Kita semua masih gagap menanggapi virus Covid-19 dan dalam merespon himbauan pemerintah. Sebaiknya kita tetap belajar, bekerja dan beribadah dari rumah agar dapat menekan penyebaran wabah virus corona ini,” kata Apriyanti Marwah melalui diskusi online tersebut.

Dia mengatakan, dampak dari Covid-19 untuk aspek kesehatan yaitu banyak korban yang meninggal di seluruh dunia.

Tak hanya itu, wabah virus ini juga berdampak pada perekonomian negara dan global.

Bahkan menurutnya Krisis keuangan global pada tahun 2020 ini merupakan krisis yang terburuk sejak Depresi Besar pada tahun 1930-an.

“Pemerintah Indonesia sendiri masih mengalami kegalauan dalam menangani pandemi Covid-19, mana yang sebaiknya didahulukan apakah penanganan dari kesehatan atau perekonomian,” ujarnya.

Lebih jauh dirinya menjelaskan bahwa penanganan kesehatan harus lebih diutamakan terlebih dahulu, karena jika pandemi ini dapat terselesaikan lebih cepat dan dapat ditangani dunia kesehatan dengan baik maka akan cepat juga membaiknya perekonomian negara, pendidikan dan aspek lainnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan