BRG Latih Pelaku UMKM Desa Peduli Gambut Akses Pasar Online

  • Whatsapp
BRG Latih Pelaku UMKM Desa Peduli Gambut Akses Pasar Online
BRG Latih Pelaku UMKM Desa Peduli Gambut Akses Pasar Online/ISTIMEWA

KALBARSATU.ID – Hasil alam yang bervariasi dan potensial di lahan rawa gambut adalah anugerah tak ternilai dari Tuhan. Semisal olahan kerajinan tangan dari purun, enceng gondok dibuat jadi tas sepatu, makanan, obat-obatan dari lahan gambut dan lain sejenisnya.

Ini merupakan potensi yang bisa dikembangkan secara positif jika dijual produk ke pasar. Tetapi mereka biasanya terkendala akses pasar.

Bacaan Lainnya

Oleh Sebab itu, Badan Restorasi Gambut (BRG) Republik Indonesia fasilitasi kelompok masyarakat yang termasuk di Desa Peduli Gambut (DPG) untuk mengikuti pelatihan online.

Pelatihan ini diberikan agar produk olahan tersebut bisa dipasarkan mereka secara online melalui mintra BRG (Bukalapak) guna mengembangkan Usaha mikro kecil menengah (UMKM) di desa rawa gambut.

Dalam pembukaan secara virtual, Ekslusif Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG RI, Myrna A Safitri, menyampaikan terimakasih kepada peserta yang mengikuti pelatihan ini.

“Kita sama punya kepentingan agar produk UMKM dari desa gambut dan desa lain yang ada di dalam wilayah target restorasi gambut dapat dibantu pengembangan pemasaran secara online. Kita bisa upayakan melalui marketplace yang di antaranya dikembangkan oleh Bukalapak, ” kata dia seperti dilansir dari tribunnews, Rabu (22/7/2020)

Dijelaskan Myrna, ditengah keterbatasan penyelenggaraan karena Covid-19 ini ssmentara bisa bertemu dalam pelatihan online secara virtual dulu.

“Kami menyadari bahwa kegiatan restorasi gambut itu harus berjalan seiring dengan kegiatan ekonomi kerakyataan yang ada di desa desa gambut. Oleh sebab itu kegiatan ekonomi yang digawangi UMKM menjadi salah satu perhatian kami,” kata Myrna.

Sejauh ini BRG sudah melakukan Kegiatan revitalisasi ekonomi kepada kelompok masyarakat, kegiatan peningkatan kapasitas untuk pengelolan kelembangaan badan usaha pengembangan desa, dan kegiatan ekonomi kreatif yang dikerjakan oleh anak-anak muda di desa gambut.

Dan itu menjadi bukti bahwa BRG serius mendampingi UMKM dan Bumdes dalam upaya memberikan nilai tambah yang berasal dari ekosistem Gambut.

“Tentu saja kegiatan pemberdayaan ekonomi seperti ini juga harus ditempatkan dalam kerangka melindungi ekosistem gambut. Artinya kegiatan yang bisa bapak ibu memanfaatkan dari potensi lahan gambut itu adalah yang tidak merusak lahan Gambut,” sebutnya.

Myrna menyadari bahwa memang ekonomi tidak bisa berjalan tanpa pasar yang baik.

“Saya masih ingat ketika berkujung ke desa. Pasti yang ditanyakan bapak ibu di desa, adalah ada tidaknya pasar bagi produk yang dihasilkan? Nah, salah satu upaya menghadirkan pasar yakni dengan marketplace atau toko online seperti yang dikelola oleh Bukalapak ini,” kata dia.

Tetapi untuk menuju ke situ, Myrna berujar, diperlukan beberapa upaya lain salah satunya adalah bagaimana Ibu dan Bapak bisa mengemas produknya dengan baik dan menampilkan foto produknya dengan baik pula di marketplace.

“Pelatihan ini diperlukan untuk meningkatkan kemampuan dan memberikan kesempatan bagi ibu dan bapak untuk bisa masuk dan memasarkan produknya di marketplace.

Ini awal, dan setelah pelatihan ini kemudian diharapkan dilanjutkan dengan Bapak Ibu di Pokmas desa gambut bisa berani mencoba dari peserta dan yang kurang bisa dikoreksi dan dievaluasi,” harapnya.

Tampak ratusan peserta pelatihan online secara web atau seminar web (webinar) terpantau menyimak aktif dan menyambut baik pelatihan ini.

Dimana dilaporkan, peserta pengembangan desa peduli gambut untuk kelompok masyarakat (Pokmas) ini di antaranya dari Riau sebanyak 6 Pokmas, Sumsel sebanyak 12 Pokmas, Kalbar sebanyak 11 Pokmas, Kalteng sebanyak 8 pokmas dan Kalsel sebanyak 12 pokmas.

Untuk diketahui pula, Desa Peduli Gambut (DPG) merupakan salah satu bagian dari fungsi penghimpunan dan pengakomodasian partisipasi dan dukungan masyarakat dalam restorasi Gambut.

Program ini sejalan dengan Nawa Cita, terutama dalam hal upaya Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI.

Meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia, Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan 
menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik dan, Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial.

Progam ini juga sejalan dengan prioritas Nasional di bidang Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan.

Dalam rangka mengoptimalkan pencapaian sasaran dan target kinerja Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk pembangunan DPG, maka perlu dilakukan serangkaian program-program inovatif dan digagas secara cermat.

Pelatihan online ini dimulai hari ini, Rabu (22/7/2020 dan 24 Juli 2020 dengan peserta berasal dari kelompok masyarakat terpilih di Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan dan Riau.

Salah satu pembicara di seminar tersebut om Eki, yang merupakan trainer dari Bukalapak, menjelaskan tidak salah jika menggunakan bukalapak sebagai marketplace.

“Selain tanpa biaya lapak seperti toko off line, di bukalapak juga berdasar data kujungan nya adalah 90 juta per bulan, dan dari itu ada sebanyak 5 juta pedagang aktif selebihnya pembeli.

Kita memang fokus di UMKM karena dari data pula UMKM lah yang paling mendominasi di pelapak di bukalapak, ” sebutnya.(*)

Pos terkait

Gerindra Kalbar