6 Apr 2026 13:54 - 2 menit membaca

Muhammadiyah Kalbar Gelar Silaturahim Idul Fitri, Ratusan Kader dan Mitra Hadir

Bagikan

KALBAR SATU ID – Ratusan peserta dari unsur kader Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), organisasi otonom (Ortom), serta mitra Muhammadiyah se-Kalimantan Barat menghadiri kegiatan Silaturahim Idul Fitri 1447 H/2026 M yang digelar pada Minggu, 5 April 2026 di Auditorium Universitas Muhammadiyah Pontianak. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat kebersamaan pasca Ramadan.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat, Pabali Musa, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil dari dukungan berbagai pihak, mulai dari panitia, pemerintah, hingga mitra Muhammadiyah.

“Kegiatan ini berkat doa dan dukungan kita semua serta kiprah kita dalam menjaga nama baik di mata umat sehingga kita sampai saat ini. Terima kasih untuk semuanya,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson, yang menilai Muhammadiyah telah lama menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya dalam bidang dakwah dan pelayanan sosial di daerah.

“Keberadaan Muhammadiyah di Kalimantan Barat menjadi bukti nyata dalam memperkuat umat,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammamadiyah, Muhadjir Effendy dalam tausyiah menekankan pentingnya sinergi antara Muhammadiyah, Lazismu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), pemerintah, dan berbagai mitra agar dampak gerakan Muhammadiyah semakin dirasakan masyarakat.

“Saya mohon di Muhammadiyah bisa mengondisikan dengan Lazismu, PDM, pemerintah serta mitra lainnya, sehingga dampak Muhammadiyah nampak, terutama di Kalimantan Barat yang perkembangannya sangat pesat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir juga menyinggung isu global, khususnya konflik Palestina. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan Indonesia melalui berbagai forum internasional merupakan bagian dari upaya mendorong perdamaian dunia, termasuk melalui pendekatan solusi dua negara.

“Kalau tidak ada perang, mestinya sudah terwujud dua negara, opsi yang kita dukung,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa konflik berkepanjangan menjadi penghambat utama terwujudnya solusi damai tersebut. Namun demikian, Muhadjir mengingatkan pentingnya literasi digital di tengah maraknya informasi yang tidak akurat.

“Dalam soal perang ini, kita jangan percaya begitu saja. Berita di media sosial itu 70 persen isinya hoaks,” tegasnya.

Menurutnya, perjuangan kemanusiaan harus dilandasi dengan informasi yang benar dan sikap kritis agar tidak terjebak dalam narasi yang menyesatkan. Ia juga menyoroti bahwa secara global, dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sebenarnya cukup kuat, meskipun terhambat dinamika politik di tingkat Dewan Keamanan PBB.

Lebih lanjut, Muhadjir mengajak warga Muhammadiyah untuk menjadikan momentum silaturahim tidak hanya sebagai ajang mempererat hubungan, tetapi juga memperkuat kesadaran terhadap isu-isu kemanusiaan global.

“Silaturahim bukan hanya mempererat hubungan personal, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif kita terhadap keadilan global,” tuturnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan Muhammadiyah, tokoh masyarakat, serta akademisi se-Kalimantan Barat, yang menjadikan momentum Idul Fitri sebagai ruang refleksi spiritual sekaligus penguatan komitmen kebangsaan dan kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *