
KALBAR SATU ID, OPINI – Tanggungjawab dan tugas Rektor sebagai pimpinan tertinggi dilingkungan universitas/institut cukup menumpuk di bahunya. Oleh sebab itulah, banyak pihak yang menyangka bahwa seorang Rektor adalah pribadi yang sangat sibuk dengan segala macam kegiatan yang menggunung dan jadwal rutinitas yang berderet.
Tentu kesan yang kemudian disimpulkan oleh banyak orang adalah bahwa Rektor merupakan jabatan elitis yang bergengsi, sehingga penampilan dan gaya hidupnya tidak lepas dari ciri perpaduan antara kepemimpinan akademisi yang berwibawa dan manajemen institusi yang intens. Oleh sebab itulah, integritas figur pimpinan senantiasa menuntut penampilan yang sungguh harus meyakinkan setiap orang.
Karena hakikatnya, pada diri Rektor tercermin representasi kampus. Peran-peran penting tengah dimainkan oleh sosok pimpinan perguruan tinggi, sehingga dalam banyak pertemuan-pertemuan, baik secara eksternal seperti dengan pemerintah, mitra kerja dan lainnya, maupun secara internal misalnya di dalam forum rektor, seorang Rektor dituntut berpenampilan rapi, elegan, dan bergaul dengan kalangan menengah ke atas.
Tetapi kondisi demikian itu tidak akan diketemukan di dalam diri Doktor Muhammad Adib, Rektor Universitas Al-Qolam Gondanglegi. Dia lah mungkin satu-satunya Rektor di tanah air ini yang tampil apa adanya sekalipun di pundaknya terpampang setumpuk tanggungjawab.
Pimpinan perguruan tinggi di wilayah Malang selatan Jawa Timur itu benar-benar tampak begitu santai (low profile), khususnya di dalam penampilan dan pergaulan sehari-hari. Seakan-akan tidak terdapat sekat tebal yang membatasi kehidupannya dengan siapa saja dan di mana saja.
Jangankan duduk berdampingan dengan jajaran para dosen yang secara hirarki berada dibawah struktur keorganisasian, bahkan dengan mahasiswa, Rektor yang juga Sekretaris Pengurus Cabang NU Malang itu juga sama sekali tak tampak perasaan canggung dan risih dalam setiap sikapnya.
Fenomena Rektor Universitas Al-Qolam Gondanglegi ini benar-benar mendefinisikan kesederhanaan yang hakiki, padahal seseorang yang menjadi Rektor di sebuah perguruan tinggi merupakan karier akademis yang berada puncak di dunia akademik. Sebab deretan orang-orang rektorat, Rektor adalah sosok yang sengaja dipersiapkan untuk berdiri terdepan.
Selain berposisi sebagai pemegang manajerial yang membutuhkan kecerdasan memilih dan memilah visi strategis, dan kecerdasan finansial, seorang Rektor juga dituntut memiliki kemampuan mengkombinasikan kelihaian antara adaptasi terhadap lingkungan pendidikan yang dinamis sekaligus keseimbangan emosional.
Salah satu tugas yang senantiasa menekankan integritas adalah mengawal reputasi global sebuah perguruan tinggi. Selain secara aktif harus memberikan dorongan dan stimulan-stimulan produktif agar lembaga yang dipimpinnya menaiki tangga sebagai perguruan tinggi bertaraf internasional (World Class University), minimal mampu bertengger di antara nama-nama perguruan tinggi nasional melalui kolaborasi dan prestasi, sering kali seorang Rektor mempertontonkan gaya hidup yang cenderung bersifat mewah.
Namun kehadiran Rektor universitas Al-Qolam Malang telah membalikkan artikulasi integritas yang selama ini dilekatkan dengan kemewahan dengan kesederhanaan, dan mempersaksikan sebuah keberhasilan tidak harus selaras dengan hidup wah.
Penulis: Muhammad Madarik, salah satu staf pengajar universitas Al-Qolam Malang
Tinggalkan Balasan