Belasan Tahun Jadi Nasabah Bumiputera, Akal Budiman Sulit Klaim Asuransinya

  • Whatsapp
Akal Budimam bersama anak perempuannya memegang sepanduk yang berisi tuntutannya kepada pihak Asuransi Bumiputera.

KALBARSATU.ID – Belasan tahun menjadi Nasabah Ansuransi dan berharap mendapat manfaat dari keikutsertaanya itu ternyata berbuah pahit, hampir satu tahun Akal Budiman (47) urus Klaim Ansuransinya hingga kini belum ada kejelasannya, seperti dalam rilis yang diterima oleh KALBARSATU.ID, Jumat (17/04/2020).

Akal Budiman adalah Seorang nasabah Asuransi Bumiputera yang selama 15 tahun menjadi nasabah ansuransi tersebut terhitung sejak 2004 hingga berakhir 1 Agustus 2019.

Anehnya, sampai hari ini Akal Budiman itu belum bisa mengklaim asuransi yang diharapkan bisa digunakan untuk biaya anaknya bersekolah.

Dirinya merasa dirugikan karena sampai hari ini hak Asuransi Bumiputera belum bisa didapat, padahal uang itu diperlukan untuk membayar sekolah anaknya yang saat ini harus membayar biaya sekolah.

Akal Budiman sudah melakukan pertemuan dengan pihak asuransi Bumi Putra akan tetapi Kepala Kantor Asuransi Bumiputera Cabang Pontianak tidak memberi jawaban yang jelas.

“Ketika dihubungi Pihak Ansuransi Bumiputera Zona Kalimantan ternyata data saya belum masuk dalam agenda, setelah saya melakukan surat dilengkapi dengan kelengkapan administrasi, barulah data saya masuk,” ujar Akal Budiman saat dikonfirmasi ulanh oleh tim redaksi, Jumat (17/04/2020).

Akan tetapi sampai hari ini pum Akal Budiman tetap juga belum bisa mengklaim asuransi walaupun dirinya juga sudah melakukan berkali-kali mendatangi kantor asuransi Bumiputera di Jl. Sutan Syahrir Pontianak.

Jawaban yang di dapat adalah menunggu dan menunggu hingga hampir 1 tahun asuransi tersebut belum dapat diterima.

Tetapi Akal Budiman tetap berusaha menempuh berbagai cara termasuk mendatangi kantor asuransi Bumiputera dengan membawa spanduk agar dirinya menjadi perhatian pihak perusahaan.

Hal itu sia-sia belaka sampai hari ini jawaban yang dapat adalah harus menunggu.

Akal Budiman mengaku diberikan daftar tunggu yang menurutnya sangat tidak masuk akal karena daftar tunggu sampai 6.000 sementara dirinya memerlukan dalam waktu dekat ini.

Oleh karena itu dirinya berharap pihak perusahaan asuransi Bumiputera Untuk segera menyelesaikan tanggung jawab terhadap dirinya karena selama ini dirinya sudah melaksanakan kewajiban membayar premi sedangkan pengambilan haknya sampai kini belum mendapat hasil yang jelas.

Karena hal itulah dirinya sengaja mempublikasikan ini bahkan dia merasa bukan hanya dirinya yang menjadi korban masih banyak nasabah-nasabah yang lain tetapi tidak berani atau belum melakukan hal seperti yang dilakukannya.

“Saya berharap Ansuransi Bumiputera segera selesaikan ini karena saya sudah bertahun-tahun mengikuti aturan serta membayar kewajiban saya dan saat ini saya meminta hak saya,” ugkap Akal Budiman.

“Kenapa dipersulit, Apa masalahnya, Tolong sampaikan kenapa, uang Rp.45 juta itu sangat besar nilainya, dan saat ini sangat saya perlukan untuk biaya anak sekolah. Oleh karena itu saya berharap kepala kantor atau siapapun yang berwenang terhadap Bumi Putra segera selesaikan tanggung jawabnya kepada saya,” pungkasnya.(*)