
KALBAR SATU ID, TERKINI – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini masih bertahan pada kisaran tinggi di atas Rp2,5 juta per gram.
Setelah sempat bergerak fluktuatif pada awal pekan, nilai logam mulia ini cenderung stabil menjelang akhir pekan seiring meningkatnya minat investor terhadap instrumen safe haven.
Meski belum ada perubahan signifikan pada pembukaan perdagangan pagi, harga emas Antam menunjukkan tren penguatan tipis dibanding awal Januari.
Kondisi tersebut tak lepas dari dorongan faktor eksternal, mulai dari ekspektasi penurunan suku bunga di Amerika Serikat hingga ketidakpastian situasi geopolitik global yang kembali memicu permintaan aset pelindung nilai.
Di pasar domestik, harga emas Antam terbaru masih berada di kisaran Rp2,577,000 per gram untuk ukuran satu gram. Sementara itu, variasi ukuran lain juga mengalami penyesuaian dengan rentang harga berbeda.
Berikut daftar harga emas batangan Antam per 10 Januari 2026 berdasarkan data terbaru:
0,5 gram : Rp1.338.500
1 gram : Rp2.577.000
2 gram : Rp5.094.000
3 gram : Rp7.616.000
5 gram : Rp12.660.000
10 gram : Rp25.265.000
25 gram : Rp63.037.000
50 gram : Rp125.995.000
100 gram : Rp251.912.000
250 gram : Rp629.515.000
500 gram : Rp1.258.820.000
1.000 gram : Rp2.517.600.000
Sepanjang pekan pertama Januari, harga emas Antam bergerak cukup dinamis. Pada awal tahun, harga sempat berada di level sekitar Rp2,48 juta per gram, sebelum menanjak ke kisaran Rp2,58 juta per gram memasuki pertengahan pekan.
Sentimen pasar global menjadi pemicu utama pergerakan tersebut, terutama merespons kebijakan moneter internasional dan perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Pelaku pasar menilai ruang penguatan harga emas masih terbuka, terlebih bila ketidakpastian ekonomi bertahan dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Di sisi lain, sebagian investor memanfaatkan momen stabilisasi ini untuk melakukan akumulasi pembelian.
Dengan kondisi pasar yang terus bergerak, harga emas Antam diprediksi tetap berada di jalur penguatan moderat dalam beberapa pekan ke depan, meski koreksi jangka pendek tetap memungkinkan bergantung pada dinamika global dan domestik.
Tinggalkan Balasan